Semion Mogilevich. Foto: Ist/Kriminologi.id

Semion Mogilevich, Bos Besar Mafia Rusia Berbahaya Tak Tersentuh FBI

Estimasi Baca:
Minggu, 8 Jul 2018 14:15:53 WIB

Kriminologi.id - Semion Mogilevich dipercaya sebagai 'bos dari para bos' sindikat mafia Rusia di seluruh dunia. Ia mengotaki organisasi kriminal besar yang terlibat dalam perdagangan senjata, perdagangan narkoba, pembunuh bayaran, prostitusi, penipuan, dan bahkan diduga perdagangan bahan-bahan nuklir.

Hal itu membuatnya pernah masuk ke dalam daftar orang paling dicari Federal Bureau of Investigation (FBI). Namun, hingga kini ia tetap tak tersentuh dan bebas berkeliaran.

Pria gempal kelahiran tahun 1946 di Kiev, Ukraina ini, diakui FBI sebagai mafia paling berbahaya di seluruh dunia saat ini. Selain itu, lancarnya kekuasaan Mogilevich diduga karena dirinya memiliki jaringan politik yang kuat di beberapa negara dan di Rusia.

Pada 2006, mantan anggota dinas rahasia Rusia bernama Alexander Litvinenko menuduh Mogilevich memiliki “hubungan baik” dengan presiden Rusia, Valdimir Putin. Yang mengejutkan, Litvinenko dibunuh dengan racun radiasi tak lama setelah membuat klaim itu. 

Mogilevich telah terlibat dalam berbagai kejahatan serius. Seperti dilansir laman Business Insider, Mogilevich pernah bertindak sebagai pengatur utama pencucian uang untuk Solntsevskaya Bratva, sebuah kelompok mafia terbesar yang berbasis di Moskow, Rusia. Ia memegang lebih dari 100 perusahaan dan rekening bank di 27 negara berbeda, semuanya bertujuan untuk menjaga arus kas kelompok mafia tersebut.

Selain itu, pria yang juga dikenal sebagai “Brainy Don” itu juga disebut sebagai pemimpin Red Mafia, sebuah keluarga mafia Rusia yang terkenal dengan kekejaman dan kebrutalannya. Kelompok itu berbasis di Budapest, dan meluas hingga New York, Pennsylvania, California Selatan, bahkan Selandia Baru.

Antara tahun 1993 dan 1998, Mogilevich menarik perhatian FBI ketika ia diduga berpartisipasi dalam skema penipuan ribuan investor sebesar US$ 150 juta di perusahaan Kanada, YBM Magnex, yang bermarkas di Newtown, Pennsylvania.

Dengan gelar ekonomi yang dimiliki dan kebohongannya yang cerdas, Mogilevich memalsukan dokumen untuk Komisi Sekuritas dan Bursa yang menaikkan harga saham perusahaan hampir 2 ribu persen.

Pada 2008, kepolisian Rusia sebenarnya pernah menangkap Mogilevich, yang saat itu menggunakan salah satu dari banyak nama samarannya, Sergei Schneider, terkait tuduhan penghindaran pajak untuk sebuah perusahaan kosmetik bernama Arbat Prestige. Mogilevich menjalankan perusahaan itu dengan rekannya, Vladimir Nekrosov. Namun, tiga tahun kemudian tuduhan itu dibatalkan.

Kemudian, pada 22 Oktober 2009, Mogilevich masuk ke dalam daftar 10 buronan paling dicari FBI. Dilansir fbi.gov, Milogevich menjadi buronan FBI karena kasus penipuan ribuan investor yang pernah melibatkan dirinya.

Namun demikian, namanya dihapus dari daftar pada Desember 2015. Penghapusan namanya dari daftar dikarenakan AS tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Rusia. Oleh karenanya, selama Mogilevich tetap berada di dalam perbatasan Rusia, ia kemungkinan akan tetap bebas dan tak tersentuh oleh FBI.

Pria yang juga pernah didakwa pada 2003 karena tuduhan penipuan yang tak terhitung jumlahnya itu kini diketahui tinggal di Moskow. Lokasi tinggalnya saat ini memungkinkan dia untuk memertahankan hubungan dekat dengan kelompok mafia Rusia bernama Bratva atau juga dikenal The Brotherhood.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500