Ilustrasi berita hoaks. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Viralkan Hoaks Pilkada Kota Bekasi Pakai Akun WhatsApp, Aktornya Buron

Estimasi Baca:
Senin, 28 Mei 2018 16:10:35 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak tujuh akun WhatsApp dan sebuah handphone (HP) merek Samsung diamankan polisi dari pelaku penyebaran kabar bohong di Pilkada Kota Bekasi 2018.

Adalah S, pelaku yang memviralkan hoaks Pilkada ini menggunakan tujuh akun WhatsApp tersebut. Sedangkan aktor intelektual pelaku penyebaran kabar bohong atau hoaks di Pilkada Kota Bekasi 2018 masih buron.

Petugas Satuan Tugas Antihoaks Polrestro Bekasi Kota, Jawa Barat, sudah mengantongi identitas otak dari pelaku tersebut.
 
Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Widjonarko, mengatakan dalam waktu 24 jam S bisa dibekuk. S diketahui merupakan pelaku penyebaran kabar bohong yang mengatasnamakan kelompok agama tertentu untuk kepentingan kampanye hitam jelang Pilkada 2018.

"Untuk aktor intelektualnya masih berstatus buron, identitasnya sudah kami kantongi," ujar AKBP Widjonarko. 

Menurut Widjonarko, S diduga terlibat dalam menyebarkan berita atau informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu maupun kelompok tertentu sebagaimana yang diatur dalam Pasal 45 A ayat 2 tentang informasi dan transaksi elektronik.

"Barang bukti yang kami amankan berupa ponsel merek samsung J7 Prime warna putih dan tujuh akun WhatsApp yang dipakai S untuk memviralkan kabar bohong itu," katanya.

Dikatakan Widjonarko, selebaran yang dibuat pelaku bermaksud memecah belah bangsa, khususnya mengacaukan kedamaian Kota Bekasi menjelang pilkada.

Selebaran provokatif yang dimaksud mengatasnamakan Gerakan Pemuda Kristen Bekasi for Rahmat Effendi (GPKB Forendi) yang disebarluaskan melalui sejumlah media sosial sejak beberapa hari terakhir.

Selebaran berisi lima poin pemberitahuan itu ditujukan kepada umat muslim di Kota Bekasi yang bertujuan memprovokasi masyarakat lintas agama.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500