Jejak Aria Durman yang Dilaporkan Terkait Penipuan Perumahan Syariah

Estimasi Baca :

Aria Durman (foto: ummar.id) - Kriminologi.id
Aria Durman (foto: ummar.id)

Kriminologi.id - Nama Aria Durman turut dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh 39 orang konsumen PT Arm Cipta Mulia Development yang merasa dirugikan oleh pengembang perumahan syariah tersebut. Pelaporan dilakukan pada Rabu, 1 November 2017. 

Kriminologi mencoba menelusuri sosok Aria Durman. Sebuah artikel yang dimuat ummar.id memuat profil Aria yang disebut sebagai pemilik PT Arm Cipta Mulia Development. Dalam artikel di rubrik hijrah story itu, Aria disebutkan sebagai pengusaha yang memilih hijrah dari bisnis konvensional ke bisnih syariah.

Diceritakan, Aria memulai bisnis pada tahun 2006 saat masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan perikanan di sebuah perguruan tinggi negeri di daerah Bogor. Bisnis perdananya di bidang perikanan, sesuai latar belakang keilmuannya, bangkrut hanya selang 4 bulan berjalan.

Baca: Kerugian Rp 4,7 M, Kasus Penipuan Perumahan Syariah Dilimpahkan

Tahun 2012 adalah awal perkenalannya dengan bisnis properti. Saat itu, ia direkrut menjadi General Manager oleh sebuah perusahaan properti. Ia mengaku mulai jatuh cinta dengan bidang bisnis yang baru ditekuninya ini. Ia mencoba fokus dan belajar banyak soal properti.

Di tengah kecintaannya kepada dunia properti, Aria harus menerima kenyataan karena pemilik perusahaan tempatnya bekerja mengalihkan bisnisnya ke bidang mulltimedia karena khawatir akan dosa lantaran banyaknya riba di bisnis properti konvensional.

Aria memilih mundur dari perusahaan itu. Tapi justru karena itu, ia menjadi penasaran untuk mempelajari bisnis Islami yang jauh dari riba. Ia telanjur jatuh cinta dengan dunia properti dan mulai mempelajari konsep properti syariah dari sebuah asosiasi.

Dengan bekal modal mempelajari bisnis model syariah dan latar belakang pengalaman berbisnis serta keilmuannya, ia memutuskan untuk terjun langsung memulai bisnis propertinya. 

Proyek pertamanya adalah perumahan di Lampung yang digarap pada Desember 2014. Ia menggandeng seseorang dari asosiasi tersebut untuk menjadi partnernya menjalankan bisnis properti berbasis syariah.

Baca: Penting, 8 Kiat Hindari Jebakan Batman Agen Properti

Namun kenyataan tak sesuai harapan. Hanya dalam waktu 2 bulan, proyek dengan sistem syariah yang telah disiapkannya itu gagal total. Termasuk ditinggal oleh partner bisnisnya. 

Aria tak patah arang. Ia mencoba jalan terus. Setelah mempelajari kegagalan-kegagalan yang pernah dilakukan sebelumnya, dan dengan tekad kuat berbuat untuk ummat, ia mencoba memulai bisnis properti lagi yang kali ini bermodalkan uang pinjaman sebesar Rp 20 juta. 

Setahun berjalan, pada tahun 2015, ia mengaku telah berhasil mewujudkan keinginannya membangun perumahan berkonsep jual-beli syariah. Ia mengaku telah menjalani proyek pembangunan perumahan di tiga lokasi yaitu di Lampung, Bojong Gede, dan Cikarang.

Kriminologi mengunjungi website syariahproperty.com yang memuat profil PT Arm Cipta Mulia Develompent. Perusahaan pengembang perumahan syariah itu tengah membangun 2 proyek perumahan yang disebutkan sebagai Perumahan Berkonsep Syariah. Dua perumahan syariah yang sedang dibangun itu adalah Cordova Green Living Cluster di Cikarang, dan The New Alexandria Residence di Bojong Gede, Bogor.

Tetapi Aria sepertinya harus berhadapan dengan masalah lagi. Ia dan PT Arm Cipta Mulia Development dilaporkan oleh 39 orang yang mengaku sebagai konsumen ke Bareskrim Mabes Polri pada Rabu, 1 November 2017. Para korban melapor karena telah menjadi korban penipuan PT Arm Cipta Mulia Development dengan total kerugian mencapai Rp 4,7 miliar.

Kuasa hukum para pelapor, Andi Gultom, mengatakan Aria Durman dan PT Arm Cipta Mulia Development diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP. Laporan tersebut diterima penyidik dengan nomor LP/1146/XI/Bareskrim tertanggal 1 November 2017.

"Jadi modus penipuan yang dilakukan oleh pihak developer ini, dia membuka iklan kredit penjualan rumah berbasis ekonomi syariah tanpa bank dan riba yang berlokasi di Cibitung dan Cikarang," kata Andi usai menyampaikan laporan di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat.

Baca: Tipu Konsumen, Pengembang Perumahan Syariah Dilaporkan ke Bareskrim

Andi mengungkapkan, pengembang perumahan tersebut menjanjikan akan membangun kompleks perumahan syariah di dua lokasi berbeda. Pertama, di wilayah Desa Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang akan dalam iklannya akan membangun tiga kompleks. Kedua di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Namun seiring waktu, Andi menuturkan, para kliennya tidak pernah mendapatkan kejelasan atau melihat adanya wujud nyata perkembangan pembangunan proyek perumahan yang dijanjikan oleh Aria Durman dan PT. Arm Cipta Mulia. Saat ditanyakan konsumen, keduanya malah saling menuding dan melempar tanggung jawab.

"Klien kami sudah berupaya menghubungi pihak mereka namun tidak pernah mendapat jawaban. Aria Durman ini selalu berdalih telah menjual keseluruhan sahamnya di PT. Arm Cipta Mulia dari pengurus lama ke pengurus baru," ucapnya.

Dalam laporan tersebut, Andi menyertakan sejumlah barang bukti berupa bukti pembayaran dan surat jual-beli. MAI | RZ

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Jejak Aria Durman yang Dilaporkan Terkait Penipuan Perumahan Syariah

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu