Ya, dalang pembunuhan sopir Grab Car bernama Mulud di perkebunan warga di Jalan Cikelat, Desa Cikakak, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Mahasiswa Pembunuh Sopir Grab Tak Punya Catatan Kriminal

Estimasi Baca:
Kamis, 4 Jan 2018 16:32:02 WIB

Kriminologi.id - Polisi menyatakan pemuda berinisial Ya, dalang utama pembunuh sopir taksi online Grab, Mulud masih berstatus mahasiswa aktif. Saat ini Ya dikabarkan akan menyelesaikan perkuliahannya di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta.

"Masih aktif dia, di perguruan tinggi swasta," kata Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana di Bandung, Kamis, 4 Januari 2018.

Umar mengatakan pihaknya belum menemukan adanya catatan kriminal yang dilakukan Ya. Namun demikian Umar mengatakan akan menyelidiki keterlibatan Ya dalam kasus ini.

"Ya layaknya mahasiswa biasa dia, entah kenapa bisa menjadi komplotan pelaku dalam kaitan pencurian kendaraan mobil," tuturnya.

Baca: Sopir Grab Tewas Dibunuh, Begini Cara Keluarga Temukan Jasad Mulud

Kematian tragis Mulud menyisakan luka yang dalam di hati keluarganya. Di mata keluarga, Mulud merupakan sosok pekerja keras. Meski telah berusia lanjut yakni 63 tahun, ia tetap bersikeras mencari nafkah.

Mulud merupakan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) bagian Tata Usaha di SMA 28 Jakarta dan telah pensiun pada tahun 2008.

Setelah pensiun, Mulud menjalani berbagai aktivitas untuk mengisi waktu luangnya. Karena terbiasa bekerja selama puluhan tahun, Mulud selalu 'gatal' ingin bekerja kembali.

"Kemudian bapak kerja serabutan, seperti sewa mobil, pokoknya apa aja dikerjain. Kalau di Grab ini kira-kira udah setahunan," ujar Mujiono, anak pertama Mulud.

Baca: Tewas Dibunuh, Mulud Pensiunan PNS yang Memilih Jadi Sopir Grab

Kasus pembunuhan terhadap Mulud bermula pada Sabtu, 16 Desember 2017 sekitar pukul 11.00 WIB. Tersangka Ya sudah merencanakan melakukan perampokan terhadap sopir angkutan online yang bekerjasama dengan De dan Pa, dua eksekutor yang kini tengah diburu polisi.

Setelah mencoba menghubungi korban dengan menggunakan aplikasi Grab, ketiga tersangka diantar korban menuju perkebunan teh di Leuwiliang, Bogor.

Namun saat tiba di Leuwiliang, tersangka meminta korban untuk beristirahat sejenak. Melihat korban yang tengah tertidur di jok sopir, Ya mendekatinya dan langsung menusuk korban menggunakan pisau badik milik De.

Baca: Sopir Grab Ditemukan Tewas Membusuk di Perkebunan Warga

Dua tersangka yakni De dan Pa yang saat ini masih buron ikut membantu Ya dengan cara membekap mulut korban dan memukulinya hingga tewas. Setelah korban meninggal, mobil Datsun Go bernomor polisi B 1217 ZFX kemudinya diambil alih Ya.

Mayat korban pun dibuang di wilayah perkebunan Jalan Raya Cikotok Lampungharja, Kampung Naringgul, Desa Cikakak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Jasad korban baru ditemukan pada Senin, 25 Desember 2017 oleh warga. MG

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500