Sosok Iswandhy, mayat yang ditemukan di sebuah gorong-gorong Perumahan Ciputat Baru, Tangerang Selatan. Foto: Tito/Kriminologi.id

Mayat di Ciputat, Sebelum Ditemukan Korban Hilang 4 Hari

Estimasi Baca:
Selasa, 26 Sep 2017 01:40:40 WIB

Kriminologi.id - Penyebab kematian Iswandi, 73, yang ditemukan tewas di gorong-gorong Perumahan Ciputat Baru, Tangerang Selatan masih simpang siur. Sebelum penemuan mayatnya, warga di perumahan tersebut memang tengah dibuat bingung dengan kabar hilangnya salah seorang warga yang belum kembali ke rumahnya selama 4 hari.

Marta, kepala keamanan di RW 06 perumahan itu bercerita, pada Jumat 22 September 2017, warga mulai ramai membincangkan hilangnya Iswandi. 

Menurut cerita keluarga, korban meninggalkan rumah pada Kamis malam 21 September 2017 menggunakan sepeda motor. tapi korban tak kunjung kembali ke rumah hingga keesokan harinya.

Baca: Warga Ciputat Dihebohkan Penemuan Mayat di Gorong-gorong

Padahal tak biasanya korban pergi lama meninggalkan rumah mengingat usianya yang sudah tua. Keluarga juga semakin sulit mencari tahu posisi korban karena saat pergi ia tak membawa telepon selularnya.

Karena tak kunjung mendapat kepastian, keluarga lalu melakukan pencarian. Dibantu oleh beberapa warga, pencarian dilakukan ke wilayah sekitar perumahan yang berlokasi di Ciputat itu.

Pencarian yang dilakukan selama seharian itu pun tak menemukan hasil. Keesokan harinya pencarian diperluas hingga ke Pamulang dan ke beberapa tempat yang kemungkinan disinggahi korban.

Menurut salah seorang warga yang ikut melakukan pencarian, salah satu anak korban sempat mencari ke makam ibunya, karena menduga korban mendatangi makam istrinya itu.

Empat hari berlalu, hingga Senin pagi 25 September 2017, pencarian yang dilakukan keluarga dan warga belum juga membuahkan hasil.

Baca: Video: Pria Berbaju Loreng Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Titik terang mulai terlihat pada Senin siang. Salah seorang warga curiga dengan bau busuk yang menguar dari gorong-gorong yang berada di jalan utama perumahan ini, yaitu Jalan Taman Bunga. Dari gorong-gorong itu ia juga menyaksikan banyak lalat merubung.

Mencoba mencari tahu asal bau busuk yang menyengat itu, ia lalu mengambil senter dan menyorotkan senternya ke dalam gorong-gorong yang tertutup di bagian atasnya.

Tak disangka ternyata ia melihat telapak tangan mengapung di dalam gorong-gorong. Ia menduga ada mayat tersangkut di dalam gorong-gorong itu.

Karena menduga ada mayat terapung di dalam gorong-gorong, ia lalu melapor kepada warga dan petugas keamanan. Petugas keamanan selanjutnya melaporkan penemuan mayat itu kepada polisi.

Tak lama setelah itu, polisi datang ke lokasi. Dibantu warga, gorong-gorong itu lalu dibongkar. Pembongkaran sempat tertunda karena turun hujan yang cukup deras. Sore hari setelah hujan reda, pembongkaran dilanjutkan kembali.

Warga sempat mengganjal mayat tersebut dengan balok kayu agar mayat tak terbawa derasnya aliran air di gorong-gorong.

Setelah gorong-gorong berhasil dibuka mayat tersebut kemudian diangkat ke luar gorong-gorong. Dari saku celana korban terlihat ada dompet tertinggal.

Setelah memeriksa identitas, barulah diketahui bahwa mayat yang ditemukan itu adalah Iswandi yang selama 4 hari terakhir dinyatakan hilang dan dicari-cari oleh warga.

Polisi kemudian mendatangi rumah korban. Keluarga korban yang diberitahu penemuan mayat ini kemudian memastikan bahwa benar mayat yang ditemukan itu adalah ayah mereka yang selama ini hilang.

Saat ditemukan, mayat Iswandi sudah dalam keadaan kaku dan menggembung. Bau tak sedap menguar. Di bagian wajah tampak rusak dan ada bekas luka-luka, namun pakaian korban yang dikenakan relatif masih utuh.

Petugas kemudian membawa mayat ke Rumah Sakit Fatmawati untuk dilakukan visum. Belum dipastikan penyebab pasti kematian korban. Malam hari setelah mayat korban ditemukan, keluarga memutuskan untuk langsung memakamkan korban.

Kepala Satuan Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Alexander Yurikho yang dikonfirmasi Kriminologi mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Sempat ada dugaan korban tewas karena kecelakaan tunggal. Hal itu berdasarkan penemuan motor yang dikendarai korban ditemukan terjerembab di saluran gorong-gorong tak jauh dari lokasi penemuan mayat korban.

Namun polisi belum menyimpulkan kecelakaan tunggal sebagai penyebab kematian korban.

“Kami akan tetap melakukan penyelidikan untuk menemukan fakta-fakta. Ditambah nanti ada hasil dari identifikasi scientific crime identification yang sedang dilakukan,” ujar Alex. RZ

Reporter: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500