Dok. Mantan Wakapolda Sumut Agus Samad. Foto: Facebook/Jhon Arfi

Jejak Suram Avanza Hitam di Depan Persemayaman Mantan Wakapolda Sumut

Estimasi Baca:
Sabtu, 3 Mar 2018 13:45:41 WIB

Kriminologi.id - Penyelidikan kasus tewasnya mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara atau Wakapolda Sumut Kombes Pol Agus Samad maju selangkah. Polisi telah menemukan penyebab meninggalnya lulusan AKABRI tahun 1970 itu karena tulang rusuk kiri patah hingga menembus jantung.

Meski penyebab kematiannya telah diketahui, motifnya masih tersembunyi dalam gelap. 

Jejak suram ditemukan sebelum perwira menengah yang banyak menghabiskan masa tugasnya di bidang intelijen negara itu menutup mata dengan cara tak biasa.  

Baca: Prasangka Buruk Istri Mantan Wakapolda Sumut, Suara Aneh dari Telepon

Sebuah kendaraan mini bus warna hitam melintas di dekat rumah Agus Samad pada Jumat, 23 Februari 2018 malam sekitar pukul 22.00 WIB atau sebelum mantan Irwasda Polda Jatim ini menghembuskan nafas secara memilukan. Kendaraan Toyota Avanza itu masuk ke dalam gang persemayaman Agus Samad dan tertangkap kamera CCTV yang terpasang di rumah tetangga korban.

Namun, polisi tidak bisa melacak jejak kendaraan di depan pondok purnawirawan berpangkat tiga bunga melati emas itu lantaran lolos dari pantauan kamera CCTV.   

Selain itu, suara aneh terdengar dari ujung telepon seluler Agus Samad saat dihubungi Suhartatik, istrinya. Suara asing dari ponsel yang berbeda dengan vokal suaminya memunculkan prasangka buruk bagi sang istri. Apalagi setelah mendengar kejanggalan, telepon tiba-tiba diputus dan tak bisa lagi dihubungi.

Baca: Polisi Kantongi Penyebab Kematian Mantan Wakapolda Sumut

Kesaksian percakapan terakhir Suhartatik dengan suaminya melalui komunikasi telepon itu diutarakan Sofyan, adik kandung Agus Samad. Sofyan mengatakan Suhartatik menghubungi terakhir suaminya pada Sabtu, 24 Maret 2018 pagi.

Temuan jejak ini merupakan petunjuk kuat ada pihak lain di sekitar Agus Samad sebelum mangkat secara tidak wajar. Namun, sampai saat ini polisi belum bisa menyimpulkan motif di balik tewasnya Agus samad dengan bekal temuan di lokasi kejadian dan diperkuat hasil pemeriksaan laboratorium forensik yang menunjukkan penyebab kematian korban. 

Saat dikonfirmasi terkait keberadaan mobil Avanza hitam yang melintas di depan rumah mantan Wakapolda Sumut malam sebelum ditemukan terkapar bersimbah darah, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera tidak banyak berkomentar.

Baca: Sosok Misterius Mantan Wakapolda Sumut, Bermula dari Intelijen Negara

Ia hanya mengutarakan pertanyaan tersebut tidak bisa dijelaskan secara gamblang karena bagian dari proses penyelidikan. 

"Konsumsi lidik dek," ujar Kombes Frans singkat melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 3 Maret 2018. 

Hal yang sama juga diutarakan dalam menjawab pertanyaan penyebab patahnya tulang rusuk kiri menembus jantung itu karena dipukul atau benturan akibat terjatuh dari ketinggian? "Lagi dicari penyidik," kata Frans. 
  
Polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara di hari keenam usai ditemukannya Kombes Agus Samad tewas mengenaskan. Pada olah TKP kali ini, Polres Malang Kota mendatangi kawasan Bukit Dieng Permai Blok MB 9, RT 09 RW 05 melibatkan tim dari Mabes Polri guna melakukan olah TKP lanjutan.

Baca:  Teka-teki Kematian Mantan Wakapolda Sumut, Dibunuh atau Bunuh Diri?

Pengukuran simetris dari sampel darah dikirim ke Mabes Polri Jakarta agar analisis penyebab kematian korban dapat ditentukan lebih akurat. Pada olah TKP kali ini juga menggunakan boneka plastik atau manekin sebagai alat peraga. 

Polisi juga telah memeriksa anak dan istri Agus Samad untuk membongkar tabir gelap yang menyelimuti motif tewasnya sang intelijen negara itu. Hasil sementara, dua kemungkinan yang menjadi motifnya, yakni dibunuh atau bunuh diri. Temuan di lapangan yang mengarah pada kedua motif itu sama kuatnya alias fifty-fifty.

Agus Samad adalah lulusan AKABRI tahun 1970. Berdasarkan penelusuran Kriminologi, AKABRI tahun 1970 itu merupakan angkatan pertama pendidikan militer khusus mencetak perwira di empat matra waktu itu, yakni TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Kepolisian.

Selepas menyelesaikan pendidikan di AKABRI, Agus Samad mengawali karier di kepolisian bidang intelijen, sebagai Kasi Intel Polres Aceh Timur. Kemudian berlanjut tiga kali menjabat Wakil Kepala Polres atau Wakapolres di Aceh Barat, Sabang dan Lhokseumawe.

Baca:  Ditemukan Silet dan Obat Serangga di Sekitar Jasad Wakapolda Sumut

Setelah itu, Agus ditarik kembali ke dunia asalnya sebagai Kasat Intel Polres Banda Aceh. Sukses mengemban tugas di bidang intelijen, Agus mendapatkan promosi sebagai Irwasda Polda Jawa Timur. Pria berusia 71 tahun ini menutup dinas terakhirnya itu sebagai Wakapolda Sumut di tahun 2000.

Purnawirawan berpangkat komisaris besar polisi ini ditemukan tewas di halaman belakang rumahnya di Perum Bukit Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu, 24 Februari 2018.

Polisi juga menemukan silet dan obat serangga di sekitar jasad Agus. Mantan Wakapolda Sumut itu telah tiada, namun jejak kematiannya masih belum terungkap. Apakah bunuh diri atau dibunuh itu semua wewenang polisi untuk menjelaskannya kepada keluarga dan masyarakat.   

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500