Mayat gosong tanpa kepala dan kaki di RSUD Karawang (Ist/Kriminologi)

Korban Mutilasi Karawang, Forensik: Tingkat Kesulitannya Tinggi

Estimasi Baca:
Senin, 11 Des 2017 05:00:40 WIB

Kriminologi.id - Misteri kematian wanita muda berusia 19 tahun, korban mutilasi dan pembakaran di Karawang, Jawa Barat, masih memungkinkan terungkap meski tingkat kesulitannya cukup tinggi. Pihak forensik masih bisa memeriksa bahan kimia yang masuk ke tubuh korban serta tes DNA atau tempat penyimpanan informasi genetik makhluk hidup pada gigi ataupun kulit korban.

Pakar Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Ade Firmansyah menyatakan polisi masih bisa menggunakan contoh kulit korban yang tidak hangus terbakar.

“Tingkat kesulitannya memang sangat besar jika bagian tubuh hilang dan dia dibakar. Tapi jangan khawatir kalaupun dibakar kita masih bisa melakukan pemeriksaan DNA korban di gigi ataupun kulit korban,” kata Ade Firmansyah kepada Kriminologi, Minggu, 10 Desember 2017.

Baca: Sketsa Tato Disebar untuk Ungkap Identitas Korban Mutilasi Karawang

Menurut Ade dari pemeriksaan forensik tersebut bisa menguak makanan atau minuman atau bahan kimia apa yang diserap tubuh korban sebelum gadis tersebut mati. Selain itu, polisi juga mampu menelusuri petunjuk yang mengarahkan pelaku pembunuhan.

“Dari DNA paling tidak, bisa diketahui identitas korban. Sehingga bisa dicari siapa yang terakhir bersamanya. Petunjuk alibinya pada waktu-waktu tertentu. Dicocokan dengan waktu dibakarnya,” kata Ade.

Baca: Sisir TKP Mayat Gosong Termutilasi, Tali dan Baju Batik Ditemukan

Ahli Forensik dari Universitas Indonesia itu menilai polisi mendapatkan tantangan yang cukup sulit dalam mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Mungkin bisa memerlukan waktu yang tidak sebentar. Tapi dia meyakini jejak DNA korban bisa membantu kinerja kepolisian dan tim Inafis atau Indonesia Automatic Fingerprint Identification System Polda Jawa Barat.

“Saat DNA ditemukan, nanti dengan begitu kita cari tahu tanda kekerasannya. Apakah nanti dibakar atau terbakar dalam keadaan hidup atau meninggal,” kata Ade Firmansyah.

Dia juga menduga, jika kematian mayat wanita ini sangat tidak wajar maka dapat digolongkan sebagai peristiwa yang direncanakan sebelumnya.

“Menurut saya, cari tahu dulu apakah ini kecelakaan atau sengaja dicelakaan. Tapi dengan ditemukan di semak-semak terbilang tidak wajar atau patut diduga dibunuh,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Karawang, Jawa Barat dikejutkan dengan penemuan mayat wanita yang diduga menjadi korban mutilasi dan pembakaran. 

Baca: Wanita Korban Mutilasi di Karawang Punya Tato Kupu-kupu di Punggung

Mayat wanita wanita yang diduga berusia 19 tahun itu diketahui memiliki tato di punggung bermotif kupu-kupu dan di dada bertuliskan Stones

Kondisi mayat ini cukup mengenaskan karena ditemukan tanpa berkepala, tanpa dua kaki dan dalam hangus terbakar. 
Penemuan mayat ini terjadi pertama kali pada Kamis, 7 Desember 2017 sekitar Pukul 15.10 WIB di Jalan Syeh Quro, Majalaya, Karawang, Jawa Barat.

Sementara olah tempat kejadian perkara telah Polda Jawa Barat dilakukan pada hari Jumat, 8 Desember atau selang satu hari dari penemuan mayat tak bertuan tersebut. AS

KOMENTAR
500/500