Kandang kambing milik Aming di Kelurahan Rawa Denok, Depok, Jawa Barat. Foto: Rizki Aditya/Kriminologi.id

Misteri Kampung Rawa Denok dan Hilangnya Kambing Aming

Estimasi Baca:
Rabu, 18 Okt 2017 22:05:21 WIB

Kriminologi.id - asus hilangnya hewan ternak kambing yang diduga karena ulah pencuri di Kampung Rawa Denok, Kelurahan Pancoran Mas, Depok, telah menjadi rahasia umum di kawasan itu. Hal itu tidak lepas dari ketenaran kawasan Rawa Denok sebagai kawasan peternak kambing. Mayoritas warga di kampung itu gemar memelihara kambing baik untuk mencari keuntungan atau sebagai kesibukan.

Ahmad Kosasih, seorang warga yang ditemui di Kampung Rawa Denok mengatakan, sekitar tahun 2000-an, warga Kampung Rawa Denok selalu merawat dan membesarkan hewan ternak. Selain mudah dipelihara, keuntungan yang besar pasti bisa dikantongi jika menjual hewan tersebut.

"Dulu mah bayak yang melihara, setiap rumah pasti ada yang pelihara kambing," kata Kosasih saat ditemui Kriminologi, Rabu, 18 Oktober 2017.

Namun, sebutan tersebut kian lama terkikis lantaran sejumlah warga memilih berhenti mengurus hewan ternak dan beralih ke profesi lain.

BACA: Sembelih 12 Kambing di Kandang, Pencuri Tinggalkan 2 Janin

Kosasih menuturkan, berbagai alasan menjadi dasar warga Rawa Denok tak mau lagi memelihara hewan ternak. Mulai dari lahan yang tak ada, hingga kasus hewan ternak milik warga yang sering hilang.

"Alasan utamanya sih, sudah enggak ada tempat, tapi takut juga kalau kambingnya hilang," kata Kosasih.

Di kampung yang berada di pinggiran Kota Depok, Jawa Barat ini, kata Sanusi, tradisi memilihara kambing sangat kuat. Bahkan kampung tersebut memiliki sebutan Paruhan dalam memelihara kambing.

Sebutan Paruhan berarti pemilik kambing menitipkan kambing kepada seseorang dan ketika dijual atau melahirkan hasil dari penjualn atau anak kambing akan dibagi dua.

Selain itu, kata Kosasih, keuntungan yang besar menjadi daya tarik utama untuk warga Kampung Rawa Denok memelihara kambing. Menurutnya, hanya dengan merawat kambing si perawat kambing dapat mengantongi uang jutaan rupiah.

"Kalau dijual, kan harganya bisa Rp 1 juta lebih, nah makanannya gratis, kan banyak rumput di sini," kata Kosasih.

BACA: Bokek Mau Pulang Kampung, Dua Pria Curi Kambing

Kegemaran warga untuk memelihara kambing di kampung itu kini bukan lagi menjadi daya tarik. Sejumlah kasus pencurian kambing kerap membuat warga takut. Bukan hal aneh jika peternak kehilangan kambing.

Sanusi yang juga warga Kampung Rawa Denok mengaku telah berulang kali mendengar kasus hilangnya hewan ternak terjadi dikawasan perkampungan ini. Namun, anehnya hanya hewan ternak kambing yang selalu menjadi sasaran.

"Di sini sudah sering, dalam setahun terakhir sudah ada lima kali terjadi," ucap Sanusi.

Sanusi menuturkan, kelima titik yang yang menjadi sasaran para pelaku pencuri berada di RT 8, 9, dan 11. Namun, para pemilik kambing yang telah menjadi korban selalu tak ingin melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

"Kalau yang saya tahu sih, di sini yang pada kehilangan ngomongnya pada ikhlas saja," kata Sanusi.

BACA: Rusak Jendela, Pencuri Gasak Barang Elektronik dan Hewan Ternak

Dengan kejadian hilangnya hewan ternak secara misterius itu, kata Sanusi, warga sekitar saat ini sudah tak mau lagi berternak hewan.

"Orang sini sudah pada males, karena sudah sering kejadian gini jadi pada takut," kata Sanusi.

Warga di Kampung Rawa Denok, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok, gempar setelah kambing milik Kakek Aming hanya tinggal jeroan yang ada di kandang miliknya. Belasan kambing yang telah dipeliharanya lenyap.

Peristiwa itu berawal saat korban, akan memberi makan ternak. Sebanyak 12 ekor kambing yang peliharaanya telah raib dicuri.

Kakek Aming yang sehari-hari memelihara ternak kambing itu, kebingungan. Karena tak ada tanda-tanda gelagat pencuri di kandang kambing tersebut. Padahal lokasi kandang dengan rumah hanya berjarak beberapa meter. Yang lebih mencengangkan Aming, pelaku pencurian meninggalkan janin kambing di kandang tersebut.

Aming, menceritakan kejadian hilangnya binatang peliharaannya itu. Menurutnya, belasan kambing yang ditempatkan di kadang bambu berukuran panjang 4 meter dan lebar 2,5 meter itu tak ditemukan keberadaan setelah dirinya memberi makan peliharaan pada Senin 16 Oktober 2017, sore hari.

"Biasa kaya seperti biasanya, kalo sore tuh pasti dikasih makan sekitar jam 5-an," ucap Aming

Namun, kata Aming, keesokan paginya sekitar pukul 06.00 WIB, saat hendak memberikan makan pada pagi hari, ia mengaku terkejut saat melihat kandang peliharaannya sudah kosong.

Di dalam kandang bambu itu hanya menyisakan tumpukan isi perut di sudut kandang. Herannya, lanjut Aming, tak ada banyak bekas darah di kandang kambing miliknya.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Agus Wowor mengatakan ada dua kambing yang sedang mengandung namnun pelaku tidak membawa janin. Roni mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut, meskipun pihak korban belum mau melaporkan peristiwa pecurian itu kepada polisi.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500