Dok. Stanford University, California, AS, Foto: Pixabay

Misteri Pembunuhan Gadis di Gereja 44 Tahun Lalu Terungkap Berkat DNA

Estimasi Baca:
Sabtu, 30 Jun 2018 06:05:37 WIB

Kriminologi.id - Kapel Stanford University menyisakan aura mencekam setelah seorang gadis tewas mengenaskan. Spekulasi terkait tewasnya gadis itu mencuat dan berhubungan dengan sebuah ritual. Kasus tewasnya Arlis Perry (19) terjadi pada 1974. 

Tubuh Arlis Perry (19) ditemukan di dalam kapel Stanford University dengan lapisan es di bagian belakang kepalanya. Gadis itu tewas dengan keadaan telanjang, sementara lilin altar ada di beberapa bagian tubuhnya.

44 tahun kasus ini baru terungkap. Sayangnya, orang yang diduga kuat sebagai tersangka tewas bunuh diri. Pada Kamis, 28 Juni 2018, pihak berwenang di Kalifornia Utara, AS mengatakan bahwa tersangka dalam pembunuhan ritual di Kapel Stanford University bunuh diri setelah para detektif berencana melakukan penggeledahan.

Surat Kabar harian Stanford tahun 1974 menulis kematian Arlis Perry (19), Foto: sfgate.com
Surat Kabar harian Stanford tahun 1974 menulis kematian Arlis Perry (19), Foto: sfgate.com

Sfgate.com melaporkan, seorang pria berusia 72 tahun bernama Steve Crawford terdaftar sebagai penghuni di alamat di mana tersangka ditemukan tewas bunuh diri Rabu, 27 Juni 2018. Selidik punya selidik, Crawford ternyata merupakan penjaga keamanan kampus yang mengaku menemukan mayat Perry di kapel, 44 tahun yang lalu.

Deputi Kantor Sheriff Santa Clara County mendengar suara tembakan setelah mereka mengetuk pintu apartemen tersangka di Camden Avenue, San Jose. Dia ditemukan tewas.

Misteri pembunuhan Perry menemukan petunjuk baru berkat pengujian DNA. Bukti DNA baru-baru ini diuji ulang, menghubungkan Crawford ke tempat kejadian perkara (TKP).

Pada malam 12 Oktober 1974, Perry bertengkar dengan suaminya yang berusia 19 tahun, Bruce. Dia meninggalkan rumah untuk berdoa di Gereja Memorial Stanford (Stanford Memorial Church). Gereja di areal kampus ini biasanya sering buka lewat tengah malam bagi para siswa.

Para penyelidik awalnya percaya jika Perry tidak menyadari jika dirinya terkunci oleh pelaku malam itu. Ketika Crawford tiba keesokan paginya untuk membuka gereja, dia memberi tahu polisi bahwa dirinya menemukan tubuh Perry di bawah salib besar.

Korban tewas telah diserang dengan lilin altar, dicekik dan akhirnya tewas dengan sebuah luka tusuk yang menembus kepalanya.

Menurut artikel harian Stanford tahun 1974, Crawford pertama kali dipanggil ke TKP pada pukul 3 pagi, ketika, Bruce, suami Perry melaporkan istrinya hilang ke polisi. Bruce menduga istrinya mungkin masih di gereja, dan menurut laporan polisi, Crawford dikirim untuk memeriksa. 

Crawford memberi tahu polisi bahwa semua pintu terkunci. Ketika Crawford kembali membuka gereja pada pukul 05.45 pagi, dia mengaku menemukan satu pintu dalam keadaan terbuka dan jasad Perry ada di dalamnya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500