ilustrasi anak hilang di hutan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Misteri Temuan Tengkorak Anak Perempuan di Taman yang Tak Terungkap

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 12:05:39 WIB

Kriminologi.id - Penemuan tengkorak anak perempuan yang diperkirakan berusia 4-7 tahun di sebuah taman yang terletak di Opelika, Alabama, Amerika Serikat pada 28 Januari 2012 itu mengejutkan seluruh warganya. Tengkorak tersebut ditemukan di dalam sebuah karavan yang terparkir di dekat anak sungai di taman yang terletak di Jalan Hurst Opelika, Alabama.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tengkorak anak perempuan tersebut adalah anak perempuan kulit hitam yang diperkirakan telah meninggal sejak delapan bulan hingga dua tahun sebelum tengkorak tersebut ditemukan. Kondisi tengkorak yang tidak begitu baik akhirnya mendorong pihak kepolisian untuk melakukan rekonstruksi wajah anak tersebut.

Polisi sempat kemudian menyebarkan foto rekonstruksi wajah tersebut, namun masyarakat tidak juga mengenalinya. Bahkan ketika dilakukan pengecekan laporan terhadap orang hilang juga tidak ditemukan kecocokan. Polisi meyakini anak tersebut tidak berasal dari daerah Opelika.

Opelika Jane Doe
Foto Hasil Rekonstruksi Wajah. Foto: National Center for Missing and Exploited Children.

Hasil pemeriksaan tim forensik menunjukkan adanya tanda-tanda penyiksaan dan keadaan malnutrisi yang dialami anak tersebut. Tidak hanya itu, kondisi gigi anak tersebut juga tidak tumbuh dengan baik dan diperkirakan mata kirinya mengalami kebutaan. Oleh karena itu, polisi memiliki dugaan yang sangat kuat bahwa anak tersebut adalah korban pembunuhan.

Kasus yang dikenal dengan nama Opelika Jane Doe ini juga tidak menemukan titik terang hingga pada 2017 polisi menemukan sebuah foto anak perempuan yang diambil pada 2011 memiliki kemiripan dengan foto wajah hasil rekonstruksi. Seperti yang dilansir dari oanow.com, foto seorang anak perempuan yang sedang mengikuti acara Vacation Bible School di Gereja Greater Peace memang sangat mirip dengan foto wajah hasil rekonstruksi.

Akan tetapi, foto tersebut rupanya tidak memberikan informasi yang lebih banyak lagi tentang identitas anak perempuan tersebut. Hingga saat ini masih belum diketahui nama anak tersebut, darimana asalnya, dan bagaimana bisa dia ditemukan di daerah Opelika. Polisi terus melakukan penyelidikan dengan memfokuskan pencarian terhadap kegiatan Vacation Bible School yang sempat menunjukkan keberadaan anak tersebut.

Siapa pun yang memiliki informasi terkait dengan identitas anak tersebut dapat menghubungi kepolisian Opelika khususnya bagian investigasi ataupun menghubungi National Center for Missing and Exploited Children Amerika Serikat.

Amerika sendiri memang menjadi negara dengan penculikan dan pembunuhan anak dengan rasio yang cukup tinggi yaitu rata-rata empat anak per 100 ribu menjadi korban penculikan dan pembunuhan pada 2012. Sementara itu, Federal Bureau of Investifgation atau FBI juga pernah mempublikasikan Supplementary Homicide Reports yang di dalamnya menyebutkan ada 1800 kasus pembunuhan terhadap anak selama setahun.

KOMENTAR
500/500