Peta miras oplosan yang terjadi di Bekasi, Jakarta Timur, dan Depok. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Penyebaran Miras Oplosan Maut seperti Tapal Kuda, Bogor Tak Tersentuh

Estimasi Baca:
Jumat, 6 Apr 2018 16:10:16 WIB

Kriminologi.id - Miras oplosan maut yang telah merenggut nyawa belasan pecinta alkohol tersebar di beberapa wilayah. Kriminologi.id menemukan titik penyebaran miras oplosan maut itu polanya membentuk tapal kuda. Pola ini ditemukan berdasarkan penelusuran menggunakan peta Jabodetabek.   

Korban tewas usai pesta miras oplosan di tiga titik yang jika ditarik garis lurus akan membentuk tapal kuda seperti terjadi bersamaan dan dalam waktu yang relatif sama, yakni di minggu pertama Bulan April 2018.

Ketiga titik miras oplosan maut itu (dari kiri-kanan) yakni Depok, naik ke atas ke wilayah Jakarta Timur dan masuk ke Depok. Kemudian, penyebaran miras oplosan itu berakhir di Jatiasih, Bekasi setelah melalui Pondok Gede dan Bekasi Selatan. Penyebaran miras oplosan maut ini hanya sampai di Bekasi, dan tidak menyentuh ke wilayah Bogor. 

Peristiwa terhangat adalah peristiwa miras oplosan maut yang terjadi antara tanggl 30 Maret 2018 hingga 1 April 2018. Dalam kurun waktu yang berdekatan tersebut, pesta miras oplosan digelar di beberapa wilayah Jakarta, Depok, Bekasi dan Tangerang, dan mengakibatkan puluhan orang tewas. 

1. Wilayah Depok

Titik pertama adalah di Depok. Sebanyak 18 pemuda di daerah Beji, Depok, menggelar pesta miras oplosan pada Minggu malam, 1 April 2018. Pada Senin pagi, belasan pemuda itu mengeluhkan mual-mual dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Perkembangan terkini, total sebanyak 9 orang harus meregang nyawa akibat keracunan miras oplosan, sisanya masih dalam proses perawatan.

2. Wilayah Kota Bekasi 

Selanjutnya adalah pesta miras oplosan di Bekasi. Berdasarkan perkembangan terkini, jumlah korban tewas usai pesta miras di wilayah Kota Bekasi ini bertambah menjadi 7 orang.

Data dari Polres Metro Bekasi Kota menyebutkan korban tewas akibat miras oplosan itu menyebar di tiga wilayah Kota Bekasi, yakni Pondok Gede, Jatiasih, dan Bekasi Selatan.

3. Wilayah Duren sawit

Di Duren Sawit, pesta miras oplosan juga digelar di sebuah rumah di Jalan Raden Inten I Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Minggu, 1 April 2018.

Dari pesta miras tersebut, sebanyak 10 pria harus meregang nyawa lantaran keracunan.

4. Wilayah Jatinegara

Titik lainnya ada di Jatinegara. Pesta miras oplosan digelar oleh Elang, Hafis dan Rini saat menghadiri pesta pernikahan sanak saudaranya di dareah Cipinang.

Namun sayang, ternyata keputusan itu membawa petaka pada ketiganya. Mereka tumbang setelah menenggak minuman maut tersebut dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Hingga saat ini kondisi ketiganya masih dalam keadaan kritis.

5. Berbeda dengan Tangerang

Titik terakhir adalah di Tangerang. Hanya saja, miras oplosan di Tangerang ini berbeda dengan wilayah tapal kuda. Di Tangerang, pesta miras oplosan digelar selama dua hari berturut-turut sejak hari Jumat, 30 Maret 2018 hingga Sabtu, 31 Maret 2018 di sebuah TPU di Kampung CIkuya, Kabupaten Tangerang. Pesta miras itu dioplos sendiri dengan obat warung sakit kepala. 

Kasus kematian yang terjadi akibat miras oplosan jelas kian memprihatinkan. Melihat dari peristiwa-peristiwa di atas, pesta miras oplosan yang digelar dalam kurun waktu tiga hari saja telah mengakibatkan sedikitnya 29 orang tewas. Jumlah korban pun bisa saja bertambah.

Pola penyebaran di area yang diistilahkan dengan tapal kuda itu yang memakan korban tewas akibat miras oplosan maut. Timbul pertanyaan, kenapa penyebaran miras maut itu tidak menyentuh ke area bawah seperti wilayah Bogor yang  berbatasan langsung dengan Depok?

Silakan pembaca bebas mengeluarkan jawaban tegasnya dalam hati masing-masing. 

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500