Teka-teki Sweater Hitam Geng Jepang di Dekat Jasad Sopir Grab Terbuka

Estimasi Baca :

Mulud sopir Grab Car yang tewas di Sukabumi. Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Mulud sopir Grab Car yang tewas di Sukabumi. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Teka-teki temuan sweater hitam bertuliskan 'Jepang Gangster 1205' yang berjarak 500 meter dari lokasi penemuan jasad Mulud, sopir taksi online (Grab) yang dibunuh di Cisolok, Jawa Barat, mulai terbuka. Dugaan keterlibatan Geng Jepang atau kepanjangan dari Gengster Jembatan Mampang dalam kasus pembunuhan sopir taksi online (Grab) ini sama sekali belum terkait.  

Geng Jepang merupakan Gengster di kawasan Depok yang mencuat kala menjarah sebuah toko pakaian di Depok, pada 24 Desember 2017.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana, menjelaskan bahwa penemuan sweater warna hitam tersebut tak ada kaitannya dengan korban Mulud.

"Tak ada kaitannya, memang saat olah TKP ditemukan sweater itu. Kami pastikan tak ada kaitan sama sekali," ujar Kombes Umar Suryana Fana di Mapolda Jawa Barat, Kamis, 4 Januari 2018. 

Sweater hitam ini ditemukan bersamaan dengan dompet dan tas yang didalamnya berisi identitas korban di Cisolok, 17 Desember 2017. Delapan hari berselang, jasad sopir taksi online ditemukan tersangkut batang pohon. 

Baca: Sopir Grab Tewas Dibunuh, Begini Cara Keluarga Temukan Jasad Mulud

Jaket Geng Jepang. Foto: Ist/Kriminologi.id

Hal yang sama diutarakan Mujiono, anak sulung sopir taksi Online. Dirinya langsung bergegas ke Cisolok, Sukabumi pada pukul 23.00 WIB setelah barang milik sang ayah ditemukan. Anak laki-laki tertua itu membantah jika sweater hitam yang ditemukan petugas itu milik orangtuanya. Dia mengatakan, barang milik ayahnya hanya dompet dan tas selempang yang sehari-hari dikenakan saat menjadi pengemudi taksi online.

"Setelah saya sampai di Polsek Cisolok, kita pastikan itu (tas dan dompet) milik bapak. Tapi ada tiga barang bukti yang bukan milik bapak saya, seperti sweater tulisan Geng Jepang dan satu lagi sweater juga motifnya beda. Bersamaan dengan temuan itu ada badik," kata Mujiono saat ditemui Kriminologi, di rumahnya di Desa Ragajaya, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Rabu, 3 Januari 2018.

Baca: Tewas Dibunuh, Mulud Pensiunan PNS yang Memilih Jadi Sopir Grab

Hingga saat ini, tim gabungan dari Polri telah meringkus empat pelaku yakni YAS (21) warga Desa Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, yang merupakan otak pembunuhan. Kemudian RR (25) dan UH (44), keduanya warga Kampung Pangkalan, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi yang bertugas sebagai perantara pembelian mobil korban merek Datsun GO.

Baca: Permintaan Terakhir Mulud Sopir Grab pada Anaknya Sebelum Dibunuh

Terakhir adalah IS (32) warga Kampung Warungdatar, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang merupakan penadah mobil Datsun GO hasil kejahatan. Polisi masih memburu dua pelaku lain berinisial D dan NJ yang merupakan eksekutor yang menewaskan Mulud. Keduanya kini sudah ditetapkan sebagai buron dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Terus kita buru, tim Subdit III Direskrimum Polda Jabar sudah menyebar di Depok, Bogor dan Sukabumi mencari keberadaan dua pelaku ini," kata Umar. AN

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Misteri Teka-teki Sweater Hitam Geng Jepang di Dekat Jasad Sopir Grab Terbuka

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu