ilustrasi anak hilang di hutan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Bocah 9 Tahun Hilang di Hutan, Basarnas Cium Aroma dan Jejak Kaki

Estimasi Baca:
Jumat, 20 Jul 2018 22:11:20 WIB

Kriminologi.id - Seorang anak bernama Bayu usia sembilan tahun yang dilaporkan hilang di hutan Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) usai menemani sang kakek berburu, belum ditemukan. 

Pada pencarian hari ketiga ini, tim SAR berhasil menemukan jejak kaki yang diduga milik korban.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kaltim-Kaltara, Octavianto mengatakan, jejak kaki itu ditemukan pada posisi koordinat 03 50' 33" N / 116 54' 35" E* atau kurang lebih tiga kilo dari Desa Pagar, Kecamatan Sembakung.

Selain itu, tim pencarian yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, TNI AD, Tagana, relawan Indonesia Mengajar, BPBD Nunukan, keluarga dan masyarakat ini juga mencium aroma di sekitar jejak kaki tersebut sekitar pukul 12.29 WITA.

Namun setelah mengikuti jejak kaki tersebut untuk menemukan keberadaan aroma belum ditemukan hingga sore hari.

"Tim SAR menemukan jejak kaki diduga bekas kaki korban. Tim juga mencium aroma di sekitar jejak kaki itu tapi belum ditemukan keberadaannya," kata Octavianto dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 20 Juli 2018.

Tim SAR kemudian memutuskan pencarian dihentikan pada pukul 17.05 WITA. Pencarian hari ketiga ini dimulai dari lokasi penemuan kakek sang bocah hingga 1,5 kilometer ke arah barat daya.

"Pencarian akan dilanjutkan Sabtu (21/7), ujar Octavianto.

Sebelumnya, Octavianto di Nunukan, Rabu, 18 Juli 2018 menyatakan hingga pencarian hari kedua belum ada tanda-tanda keberadaan bocah yang dilaporkan hilang sejak 16 Juli 2018.

Anak yang masih duduk di kelas 3 SD Sembakung ini masuk hutan bersama kakeknya bernama Putilik (60) untuk memasang jerat binatang namun belum kembali hingga sore harinya.

Setelah keluarganya khawatir, maka warga setempat melakukan pencarian pada malam harinya dan ditemukan Putilik dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan bocah (cucu korban) menghilang hingga saat ini.

Jasad Putilik langsung dievakuasi warga yang menemukannya dan tiba di rumah korban pada Senin, 17 Juli 2018 pagi.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500