Petir di laut. Foto: Pixabay.com

Dua Nelayan Hilang Misterius Usai Disambar Petir di Selat Malaka

Estimasi Baca:
Senin, 27 Nov 2017 06:35:05 WIB

Kriminologi.id - Dua nelayan dari Desa Simandulang Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, bernama Ruslan Nasution dan Yusni Tanjung hilang setelah sampan yang mereka tumpangi tersambar petir lalu karam saat mencari ikan di perairan Selat Melaka. 

Kepala Desa Simandulang, Sangkot Batubara, mengatakan sampan tradisional tersebut mengangkut tiga nelayan. Mereka melaut sejak Jumat, 24 November 2017 pukul 14.00 WIB bersama puluhan nelayan lainnya. Beruntung, satu korban di antaranya bernama Rusli Nasution selamat.

"Pada hari itu, ketiga nelayan memancing jauh dari lokasi seperti biasanya dan tersambar petir," kata Sangkot Batubara yang masih punya hubungan kekerabatan dengan korban Yusni Tanjung, di Labuhanbatu, Sumatera Utara, Minggu, 26 November 2017.

Baca: Hilang Seminggu, Buruh Tani Tewas Membusuk di Tengah Kebun

Sangkot menjelaskan, pada hari nahas itu cuaca di laut memang dalam kondis hujan gerimis. Saat itu, tiba-tiba petir menyambar sampan mereka, sehingga mengakibatkan para nelayan itu lemas karena terluka dalam.

Setelah terombang-ambing selama lebih kurang satu jam, kata Sangkot, Rusli Nasution yang masih berada di atas fiber akhirnya tersadar. Dia menggerak-gerakan tubuh dua rekannya di dekat sampan yang rusak parah untuk mengajak pulang. Alih-alih merespon, Ruslan dan Yusni justru tidak bergerak.

Saat para korban dalam keadaan lemas, Sangkot menambahkan, datang nelayan dari Kabupaten Asahan yang melintas. Nelayan tersebut kemudian membantu mengantarkan Rusli ke sampan nelayan di desanya. Sementara tubuh kedua rekannya ditinggal sementara, saat akan dievakuasi kedua korban tidak ditemukan lagi.

"Kami berharap, dua orang korban lainnya ditemukan selamat," ujarnya.

Menurut Sangkot, saat pasang surut air laut atau pasang mati warga di desanya yang mayoritas berprofesi nelayan berlayar untuk kerap mencari ikan hingga ke perairan Selat Malaka. Sebab, pada bulan-bulan tertentu banyak ditemukan ikan yang bernilai ekonomis tinggi di Pulau Jemur, Provinsi Riau yang jarak tempuhnya sekira delapan jam dari Desa Simandulang, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Baca: Mayat Misterius Mengambang di Sungai Mariana

“Banyak warga desa dan daerah lain berbondong-bondong ke perairan itu memancing mencari ikan selama tiga hari untuk menambah penghasilan,” kata Sangkot.

Kapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Ajun Komisaris Besar Frido Situmorang, saat dikonfirmasi, mengatakan korban Ruslan Nasution dan Yusni Tanjung masih dalam pencarian. Tim gabungan dari Polair Polres Labuhanbatu bersama Tim Basarnas Provinsi Riau, TNI AL dan masyarakat masih mencari dua korban di perairan Selat Malaka sebelah Timur Pulau Jemur, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Lebih lanjut, Frido mengatakan, pihaknya masih menyelidiki hilangnya dua nelayan tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab karamnya sampan yang mereka tumpangi. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Nuruddin Lazuardi
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500