Warga Palembang menjelaskan perihal keenam orang pria yang hilang sejak 14 september di Jabar/. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Enam Warga Palembang Hilang di Garut Usai Ziarah

Estimasi Baca:
Senin, 11 Des 2017 19:05:00 WIB

Kriminologi.id - Enam warga Palembang dilaporkan hilang sejak empat bulan lalu di wilayah Provinsi Jawa Barat tanggal 14 September 2017 lalu. Mereka diduga hilang di kawasan Garut, Jawa Barat, usai berziarah.

Keenam warga tersebut adalah Aditya Wiratama (20), Muhamad Ihsan (29), Kevin Kenzona Pratama alias Agam (19), M Ali Topan alias Topan (33), Dian Wahyudi alias Cekok (27), dan Aat Hadi Yatna (24). Mereka merupakan warga Jalan Harapan Jaya l Nomor 25 RT 38/08, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang.

Musdi Karyanto, ayah dari dari Aditya Wiratama menuturkan anaknya dan lima temannya awalnya hendak menuju Bandung untuk liburan. Dari Palembang pada 6 September 2017, mereka berangkat menggunakan pesawat.

Ketika tiba di Tanggerang mereka mampir ke rumah salah seorang saudara untuk meminjam sepeda motor merek Jupiter MX bernomor polisi A 6124 GG dan Honda Vario.

Baca: Nenek 75 Tahun Hilang Usai Maraton, Topi Jadi Petunjuk

Musdi mengatakan, empat orang di antaranya berangkat ke Bandung dengan dua sepeda motor itu. Sementara dua lainnya berangkat menggunakan bus. Selain ke Bandung, mereka juga melakukan perjalanan ke Cirebon, Jawa Barat dan Pemalang, Jawa Tengah.

"Selanjutnya pada 13 September 2017, mereka berangkat ke Lampegan, Sukaregang, Kabupaten Garut dengan maksud berziarah. Mereka berboncengan tiga motor dari Cirebon ke Garut. Di Garut, mereka menginap satu malam di rumah Aji, pengusaha pengolahan kulit, asal Palembang," kata Musdi kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Senin, 11 Desember 2017.

Musdi mengatakan, salah satu dari mereka, Ali Topan masih sempat mengabarkan keluarganya ke Palembang saat mereka berada di Garut. Kebetulan waktu itu, istri Ali baru melahirkan anak mereka yang pertama. Musdi mengatakan, tiga dari enam orang yang hilang itu yakni Ihsan, M Ali Topan, dan M Wahyudi memang telah berkeluarga.

"Setelah menelpon istrinya, keesokan harinya, 14 September 2017, Adit dan kawan-kawannya pamit pulang. Sejak saat itu jejak enam orang ini seperti hilang ditelan bumi. Keluarga telah berusaha menghubungi nomor telepon semua korban, tapi tidak ada yang aktif," katanya.

Baca: Lutviah Sari Mahasiswi UI Hilang Misterius Sejak 2 Oktober

Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, pada Oktober 2017 keluarga mencoba menelusuri pesan terakhir tanggal 13 september 2017 yang menyatakan posisi mereka ada di Garut.

Selanjutnya, Syarifudin (62), kakek dari Kevin Kenzona Pratama alias Agam berangkat ke Garut untuk mencari informasi namun nihil. Kemudian Syarifudin melaporkan kehilangan cucunya ke Polda Jabar tertangga 28 Oktober 2017.

Hingga masuk bulan keempat, keluarga belum juga mendapat kabar dari enam warga tersebut, termasuk perkembangan laporan di kepolisian. Musdi mengatakan seluruh keluarga semakin khwatir dengan hilangnya enam warga tersebut.

Baca: Tewas Dicelurit, Ponsel Mashita Hilang di Lokasi Kejadian

Istri Ihsan yang baru melahirkan sering datang ke rumahnya untuk menanyakan kabar sang suami. Begitu juga Ermawati (52), ibu kandung Adit, selalu menangis jika ingat putra ketiganya itu.

"Hingga hari ini kami mulai khawatir terjadi apa-apa, bahkan tiga motor yang digunakan enam korban, Jupiter MX A 6124 GG,  Honda Vario, dan N-Max E 6695 YAF pun tak diketahui keberadaannya. Karena mereka menyatakan liburan, tidak mungkin sampai selama ini," terangnya.

Musdi mengatakan pada November 2017 lalu, ia mendatangi Polda Jabar untuk menanyakan perkembangan kasus ini. Saat itu, bersama tim Cyber Polda Jabar mereka menuju Garut untuk menelusuri jejak-jejak terakhir anaknya Aditya dan lima warga yang hilang itu. Namun hasilnya sama, nihil..

Kedatangan Musdi ke Polda Jabar, hari ini adalah yang kedua. Ia ditemani Feriansyah (23), sepupu Adit. Rencananya, setelah dari Polda Jabar, keduanya akan berangkat ke Garut.

Dirinya mengakui, pihak keluarga sudah menempuh berbagai cara untuk mencari dan kenemukan Adit dan kawan-kawannya.

"Orang pintar sudah kami minta bantuannya. Namun jejak Adit dan lima kawannya belum berhasil ditemukan juga," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah menyebarkan laporan kehilangan tersebut ke Polsek dan Polres se-Jabar terutama di Kabupaten Garut, lokasi terakhir enam korban.

"Kepolisian masih berusaha menelusuri dan berupaya menemukan korban," kata Yusri saat dikonfirmasi melalui telepon.

Baca: Kapal Tenggelam di Kepulauan Seribu, Satu ABK Hilang

Musdi mengatakan tak mungkin Aditya bersama lima temannya terlibat kelompok radikal. Sebab, sebelum berangkat ke Jakarta, tak ada perilaku yang mencurigakan di antara enam warga tersebut.

"Kami tak mau berandai-andai. Semua kemungkinan kami terima, namun tetap kami menyimpulkan dengan akal sehat. Sebelum berangkat ke Bandung 6 september lalu, tak ada tingkah laku aneh dari Aditya dan temannya," kata Musdi. MG

KOMENTAR
500/500