ilustrasi tulang belulang. Foto: Pixabay.com

Mayat Tinggal Tulang Diduga Sopir Taksi Online Yang Hilang

Estimasi Baca:
Senin, 27 Nov 2017 14:45:59 WIB

Kriminologi.id - Polisi menduga temuan tulang belulang manusia di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri adalah Ardhie Nur Aswan, sopir taksi online yang hilang sejak 22 Oktober 2017 lalu. Namun untuk memastikan identitas mayat, polisi masih akan melakukan tes DNA.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, telah menemukan mobil taksi berbasis aplikasi Go Car yang hilang bersama pemiliknya. Ardhie Nur Aswan, Pemuda 23 tahun yang membawa mobil merek Suzuki Ertiga dengan nomor polisi BM 1654 NV hilang sejak 22 Oktober 2017, di Provinsi Sumatera Utara.

"Terkait mobil yang dibawa Ardhie, sudah diketemukan di Tanah Karo, Sumatera Utara,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Komisaris Bimo Ariyanto di Pekanbaru, Riau, Senin, 27 November 2017.

Saat mobil ditemukan, kata Bimo, pengemudi tak ada di tempat. Polisi saat ini masih mencocokkan DNA Ardhie dengan pihak keluarga. Sambil menunggu hasi tes DNA, polisi meminta keterangan saksi dari pihak keluarga terkait pakaian terakhir yang dikenakan Ardhie sebelum dinyatakan hilang.  

Baca: Balita Hilang Tercebur di Sungai Barito

Bimo mengatakan, pihaknya menduga Ardhie menjadi korban pembunuhan. Sebab, sebelumnya ada penemuan mayat yang sudah tersisa tulang dan tengkorak di Jalan lintas Pekanbaru-Duri KM 57, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak pada 7 November 2017. Namun demikian, itu baru sebatas dugaan sementara.

“Dugaan bahwa itu Ardhie masih sementara. Untuk memastikan itu kami masih menunggu hasil tes DNA,” katanya.

Ihwal penemuan mayat tinggal tulang, kata Bimo, ditemukan oleh dua orang warga Minas Barat, Kecamatan Minas bernama Carles Situmorang  dan Erik Sinaga. Saat itu, keduanya yang berniat memanen sawit di kebun miliknya yang berada di jalan lintas, Kandis, menemukan tengkorak dan tulang yang menyerupai manusia dalam keadaan berserakan di bawah pohon kelapa sawitnya.

Baca: Dua Nelayan Hilang Misterius Usai Disambar Petir di Selat Malaka

Mereka lalu bergegas melaporkan penemuan tersebut kepada warga lainnya. Oleh warga, penemuan itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kandis. Pada tulang dan tengkorak itu, ditemukan juga seutas tali nilon berwarna kuning dengan panjang kurang lebih satu meter, celana panjang jeans warna biru, kaos oblong, dan pakaian dalam.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelumnya pengemudi Go Car bernama Ardhie Nur Aswan dilaporkan hilang. Keberadaannya diketahui terakhir pada Minggu malam, 22 Oktober 2017 sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, Ardhie menerima order untuk mengangkut penumpang dari Jalan Delima menuju Jalan Riau. Ardhie berangkat dari rumahnya di Perumahan Delima Puri, Jalan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Yuni Eko Sulistiono
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500