Ilustrasi nenek tua yang hilang. Foto: Pixabay

Nenek 75 Tahun Hilang Usai Maraton, Topi Jadi Petunjuk

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Nov 2017 18:45:00 WIB

Kriminologi.id - Seorang nenek berusia 75 tahun bernama Titin hilang di Kawasan Bumi Perkemahan Jayagiri, Desa Jayagiri, Kecamatan Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat sejak hari Selasa, 31 Oktober 2017. Titin diketahui hilang seusai mengikuti kegiatan maraton.

Kepala Badan SAR Nasional Basarnas Kantor SAR Bandung, Riyadi mengatakan tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI dan Polri dan masyarakat setempat menemukan titik terang terkait hilangnya Titin di hutan Jayagiri.

"Ada titik terang oleh tim SAR dengan penemuan topi dan bekal milik nenek Titin kawasan hutan Jayagiri, topi beserta perbekalan makanan tersebut sudah dikonfirmasi ke pihak keluarga dan dibenarkan," kata Riyadi, Jumat, 3 November 2017.

Baca: Hilang Seminggu, Buruh Tani Tewas Membusuk di Tengah Kebun

Menurut dia, saat ini tim tengah menyisir lereng di sekitar lokasi penemuan topi. Guna memaksimalkan pencarian, tim dibagi dua regu.

"Pencarian hari ini difokuskan dua regu, yakni satu regu menyisir ke lereng-lereng di sekitar penemuan topi menggunakan peralatan HART, satu regu lagi menyisir dari wilayah Cibeusi hingga penemuan ceceran topi dan bekal," ujar Riyadi.

Riyadi menambahkan, melalui pencarian dengan HART (High Angle Rescue Technique) ini, tim SAR dibekali alat-alat mountenering dan dipadu dengan peralatan penyelamatan di ketinggian.

"Dengan teknik ini, kami mencari korban dengan menyusuri lereng atau jurang yang dicurigai termasuk lokasi dekat dengan penemuan topi. Tim SAR juga diharapkan menjaga keselamatan, karena lokasi pencarian yang cukup ekstrem," ucap Riyadi.

Baca: Lutviah Tinggalkan Surat, Takut Pulang karena Hilangkan Uang 

Entin Kartini, salah satu anggota kelompok Titin menjelaskan, saat acara maraton, dirinya bersama peserta lain sudah mencegah nenek Titin untuk pulang sebelum selesai acara.

"Acara belum selesai sudah minta pulang, dengan alasan harus pulang ke rumah segera sebelum azan zuhur. Karena memaksa kami tidak bisa mencegahnya," kata Entin saat dihubungi, Jumat, 3 November 2017.

Pihak keluarga sendiri saat terus berdoa dan ikut mencari bersama tim SAR, mencari keberadaan Titin.

"Mudah-mudahan ada kejelasan dan harapan bisa ditemukan kembali dalam keadaan sehat walafiat," kata Entin. AN

KOMENTAR
500/500