Franky diamankan polisi usai menabrak separator busway di Mangga Besar, Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id

3 Fakta Sosok Franky, Penabrak Separator Busway yang Viral

Estimasi Baca:
Sabtu, 1 Sep 2018 07:00:54 WIB

Kriminologi.id - Franky, pengemudi Grand Livina yang menjadi sasaran amuk warga karena berusaha kabur usai menabrak pengendara motor dan menerobos separator busway kini ditahan di Mapolsek Tamansari, Jakarta Barat. 

Sosok Franky menjadi viral karena aksi nekatnya menerobos separator busway di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat itu terekam dalam sebuah video yang tersebar secara viral di media sosial.

Tak cuma soal tabrak lari dan perusakan separator busway, Franky pun kini harus berurusan dengan polisi terkait penyalahgunaan narkoba. Sebab, hasil tes urine pria berusia 39 tahun itu positif menggunakan narkoba jenis sabu.

Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Kriminologi.id tentang sosok Franky:
 
1. Pecandu narkoba pernah jalani rehabilitiasi

Ayah kandung Franky, yaitu Agus secara terus terang mengakui kalau anaknya adalah pecandu narkoba. 

Pria berusia 73 tahun itu menyebut anak sulungnya itu bahkan telah menjadi pecandu narkoba sejak masih usia belasan tahun.

"Dia itu pecandu. Pecandu dari umur 15 tahun," kata Agus ditemui Kriminologi di rumahnya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat, 31 Agustus 2018.

Menurut Agus, perkenalan Franky dengan barang haram itu karena terpengaruh oleh lingkungan pergaulan di rumahnya.

Bahkan Franky telah beberapa kali menjalani rehabilitasi karena kecanduan narkoba itu.

Diakui Agus, proses rehabilitasi dari kecanduan narkoba pernah dijalani Franky beberapa kali dan salah satunya pernah berlangsung selama dua tahun.

"Ya, dia sudah keluar-masuk keluar-masuk direhab lah. Paling lama dua tahun," katanya.

2. Duda pengusaha karet

Menurut Agus, Franky pernah membangun bahtera rumah tangga. Namun rumah tangga Franky kandas begitu saja di tengah jalan.

Agus enggan menjelaskan lebih lanjut ketika ditanya penyebab kandasnya rumah tangga anak sulungnya itu.

"Pokonya sudah pernah menikah tapi pisah sudah lama," jelas Agus.

Agus mengaku jarang bertemu dengan Franky karena anaknya sibuk mengurusi bisnisnya yang berada di Bekasi. 

"Dia (Franky) itu kerja di Bekasi. Dia punya usaha karet, dia urus sendiri," kata Agus.

3. Simpan obat kuat dan penenang

Saat Franky ditangkap usai menjadi bulan-bulanan warga karena aksinya menerobos separator busway, polisi menemukan benda-benda mencurigakan di dalam mobilnya.

Pada mobil Nissan Grand Livina warna hitam dengan nopol B 1965 UIQ yang dikendarai Franky, ditemukan 3 butir obat kuat merk Lian Zhan Qi Tian, dan 4 butir obat penenang merk Esilgan Estazolam. 

Selain itu juga ditemukan 2 tutup botol alat pakai narkoba jenis sabu, 2 plastik klip kosong bekas sabu, 1 buah pipet, alumiunium foil bekas pakai, korek api, dan sedotan.

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500