Febian Siswanto Pelaku perampokan minimarket di Bandung yang ditembak mati. Foto: Facebook/Febian Siswanto

7 Fakta Sosok Febian Siswanto Sang Perampok Minimarket di Bandung

Estimasi Baca:
Minggu, 25 Mar 2018 11:45:48 WIB

Kriminologi.id - Perjalanan Febian Siswanto sebagai perampok minimarket berakhir sudah. Selasa, 20 Maret 2018 adalah yang terakhir bagi pria berusia 35 tahun itu melakukan aksi perampokan bersenjata yang telah puluhan kali ia lakukan. Sebutir peluru yang meluncur dari pistol seorang anggota kepolisian menembus dada bagian kirinya. Ia tewas seketika.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo menuturkan Febian terpaksa diberikan tindakan tegas terukur karena berusaha melawan petugas saat ditangkap di rumahnya di Jalan Ciroyom, Kota Bandung untuk menunjukkan barang hasil kejahatannya selama ini.

Hendro menuturkan, malam sebelum akhirnya Febian tewas ditembak anggota kepolisian, pria berkulit bersih dan memiliki tato di sekujur tubuhnya itu melakukan perampokan di 6 minimarket berbeda di seputar kota Bandung yaitu di Jalan Pasundan, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Rajawali, Jalan Peta, Jalan Pungkur, dan Pasirkoja.

Senjata airsoft gun menemani Febian dalam melakukan perampokan di minimarket yang buka 24 jam itu. Hingga akhirnya petugas Satreskirm Polrestabes Bandung yang mendapat laporan adanya aksi perampokan beruntun pada Senin malam 19 Maret 2018 hingga Selasa dinihari, 20 Maret 2018 itu datang ke lokasi kejadian dan mempelajari rekaman kamera pengawas CCTV.

Polisi menyimpulkan pelaku perampokan adalah Febian yang memang dikenal sebagai residivis perampokan sejumlah minimarket di Kota Bandung. Febian pun ditangkap. Namun nasib berkata lain. Ia tewas diterjang peluru petugas.

Terungkapnya Febian sebagai pelaku perampokan mengagetkan warga Bandung. Tak sedikit yang heran dengan latar belakang Febian sebagai seorang pengusaha namun terlibat aksi perampokan.

Berikut fakta-fakta sosok Febian yang dirangkum Kriminologi.id, Minggu, 25 Maret 2018:


1. Pengusaha konveksi

Febian adalah seorang pengusaha konveksi. Ia berjualan pakaian dan celana yang diproduksi oleh clothing-nya sendiri. Pada akun media sosial miliknya ia menulis bekerja untuk Fajargemilang Clothes. Produk pakaian dan celana yang diproduksi tersebut dipasarkan di distro pakaian FLO yang berlokasi di Trunojoyo, Bandung, FLO di Bengkulu, dan di Square Inc, Tebet, Jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana membenarkan profesi Febian sebagai pengusaha konveksi. Menurut Yoris, selain memiliki usaha konveksi, Febian dikenal berpenampilan rapih layaknya seorang pengusaha.

"Agak perlente orangnya," tutur Yoris.

Seorang warga Ciroyom juga membenarkan sosok Febian yang merupakan pengusaha konveksi. Bahkan ia tak menyangka jika Febian melakukan perampokan.

"Enggak nyangka kalau benar jadi perampok, karena kan dia pengusaha juga," kata Reza yang ditemui Kriminologi.

 

2. Residivis kasus pencurian

Beraksi sebagai perampok minimarket bukan sekali-dua kali dilakukan oleh Febian. Polisi telah mengetahui rekam jejak Febian sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas). Febian adalah seorang residivis.

Berdasarkan catatan Satreskrim Polrestabes Bandung, Febian pada tahun 2016 di wilayah Regol melakukan curas terhadap Alfamart sebanyak tiga kali. Setidaknya telah 20 kali Febian dan komplotannya beraksi di Bandung. 
  
"Dia residivis di Bali terakhir 2016," kata Yoris.

 

3. Baru keluar penjara

Hukuman penjara yang dijalani Febian rupanya tak membuat dirinya kapok melakukan kejahatan. Pada Januari 2018, Febian menghirup udara segar alias keluar penjara. Namun, seperti tak kenal rasa kapok ia mengulangi perbuatannya merampok minimarket bersama komplotannya. 

Selama dua hari berturut-turut, Febian dan komplotannya menjarah beberapa minimarket di wilayah Kota Bandung. Namun kali ini Febian bernasib tragis. Nyawanya melayang diterjang peluru petugas karena berusaha melawan saat ditangkap di rumahnya.

 

4. Puluhan kali merampok minimarket

Febian tercatat melakukan perampokan di minimarket tak kurang dari 20 kali. Kebanyakan sasarannya adalah minimarket yang buka 24 jam. Tak hanya di wilayah Bandung dan sekitarnya, Febian pun dilaporkan pernah beraksi di Bali.

"Tahun 2016 di wilayah Andir melakukan curas 1 kali. Pada tanggal 18 dan 19 Maret 2018 tersangka melakukan curas di Alfamart Jalan Pasundan, Cirkle-K Jalan Jendral Sudirman, Indomaret Jl. Rajawali,  Alfamart Jl. Peta, Alfamart Jl. Pungkur, Alfamart Jl. Pasirkoja Sukahaji," kata Yoris mengurai jejak kejahatan Febian dan komplotannya di Bandung.

 

5. Bawa senjata 

Febian dan kelompoknya selalu membekali diri dengan senjata saat melakukan perampokan minimarket. Seperti yang terungkap dalam kamera CCTV sebuah minimarket yang menjadi sasaran perampokan Febian dan komplotannya. Febian menodongkan senjata ke arah kasir minimarket. Sementara itu komplotannya juga membekali diri dengan senjata tajam 

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo mengatakan kepolisian menyita senjata airsoft gun dan senjata tajam jenis golok yang diduga dibawa Febian untuk menjalankan aksinya menjarah minimarket.

 

6. Berpura-pura sebagai pembeli

Febian dikenal rapi dan licin dalam menjalankan aksi merampok minimarket sehingga tidak menimbulkan kecurigaan pada awalnya.  

Dalam menjalankan aksinya, Febian berperan sebagai pembeli. Peran itu kerap dilakukan bergantian dengan tiga orang komplotannya yang masih buron. 

"Modusnya sebagai pembeli, menggunakan mobil Livina warna putih untuk melakukan aksi perampokannya," kata Hendro saat memberikan keterangan pengungkapan kasus yang menjerat Febian.

 

7.  Tidak beraksi sendiri

Febian ditangkap oleh anggota kepolisian di kediamannya yang berada di Jalan Ciroyom, Kota Bandung seorang diri. Namun menurut kepolisian, Febian tidak melakukan aksi seorang diri.

Febian disertai oleh tiga orang anggota komplotannya yang kini masih diburu petugas. Komplotan ini juga selalu menggunakan mobil yang dipakai dalam melakukan aksi jahatnya itu. 

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500