Yohanes Andigala Siswa SMP penyelamat upacara bendera di Atambua. Foto: Ist/Kriminologi.id

Aksi Panjat Tiang Bendera Antarkan Siswa SMPN 1 Silawan ke Istana

Estimasi Baca:
Sabtu, 18 Ags 2018 11:00:42 WIB

Kriminologi.id - Aksi heroik Yohanes Andigala (14), memanjat tiang bendera setinggi tujuh meter mengantarkan siswa SMPN 1 Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur ke Istana Negara, Jakarta bertemu dengan Presiden Joko Widodo. 

Selain bertemu Presiden, rencananya, Andi Kalla bakal turut serta dalam acara pembukaan Asian Games 2018 pada Sabtu, 18 Agustus 2018 malam. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari media lokal NTT, Joni, panggilan akrab Johanes bakal terbang ke Jakarta bersama orang tuanya, Sabtu, 18 Agustus 2018. Mereka didampingi Dandim 1605 Belu Letkol CZI Gusti Putu Dwika dan Kapolres Belu AKBP Christian Tobing, SIK.,MH.

Yohanes Andigala, siswa SMP yang panjat tiang bendera
Yohanes Andigala, siswa SMP yang diundang ke Istana Negara setelah memanjat tiang bendera setinggi 7 meter saat upacara Hari Kemerdekaan RI di Atambua, NTT. 

Sesuai rencana Joni akan diterima Presiden Jokowi di Istana Negara pada Minggu, 19 Agustus 2018. Beberapa kementerian seperti Kementerian Pendidikan Nasional, Komunikasi dan Informatika dan Pemuda dan Olahraga dikabarkan sudah mengagendakan menemui bocah yang orangtuanya adalah warga eks Timor Timur tersebut.

Bantuan deras mengalir pada bocah SMP ini usai aksi nekatnya memanjat tiang bendera saat digelar pengibaran bendera memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73 itu. 

Joni juga mendapat bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti baju seragam dan sepatu serta uang dari Dandim dan Kapolres setempat.

Ny. Julie Laiskodat, istri dari Gubernur NTT terpilih Viktor Laiskodat juga ingin membiayai pendidikan Joni sampai akhir.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500