Aktif di Medsos, Eka Fitra Retweet Felix Siauw Hingga Kritik Vicky

Estimasi Baca :

Eka Fitra Akbar pembakar Polda Dharmasraya. Foto: Ist/Kriminologi - Kriminologi.id
Eka Fitra Akbar, terduga pelaku pembakaran kantor Polres Dharmasraya, Sumatera Barat. Foto: Ist/Kriminologi

Kriminologi.id - Eka Fitra Akbar, salah satu terduga pelaku pembakaran dan penyerangan di kantor Polres Dharmasraya, Sumatera Barat, diketahui kerap memposting unggahan dari sejumlah ustaz hingga instistusi. Salah satunya adalah postingan akun @Felixsiauw yang kerap diunggah melaui akun Twitter @EkaFitraAkbar.

Sikap Eka Fitra Akbar yang sebelumnya jenaka dan aktif khas pemuda tanggung penggemar musik cadas, mulai berubah pada tahun 2013 hingga awal 2015.

Eka Fitra Akbar diketahui sebagai warga Muaro Bungo, Jambi. Ayahnya, Inspektur Satu Muhammad Nur, seorang perwira polisi yang bertugas sebagai reserse di Polres Muaro Bungo.

Berdasarkan penelusuran Kriminologi pada Senin, 13 November 2017, Eka ternyata cukup aktif memposting aktivitasnya sehari-hari yang gemar bermain gitar di sejumlah media sosialnya.

Dalam biodata akun Twitter miliknya, Eka mencantumkan profil bahwa dirinya bukan pegawai, bukan sarjana dan bukan pula orang kaya. Aktifitas Eka memposting status berkisar antara 10 hingga 28 kali dalam sehari.

eka fitra akbar

Berdasarkan runutan postingannya, Eka Fitra Akbar ternyata cukup aktif memposting istilah-istilah Islami meskipun dia aktif sebagai seorang personel band metal. Eka bahkan bertekad mengubah diri menjadi seorang yang baik.

Baca: Pengamat: Anak Polisi, Metode Perekrutan Baru ISIS di Indonesia

Eka pertama kali mengunggah postingan terkait aktifitasnya dalam beragama pada 10 September 2013. Dalam postingannya, Eka mengaku bertemu dengan seseorang yang merasa bisa mencerahkan dirinya secara batin.

Bersyukur ketemu orang ini, lebih 'sakti' dari klinik Tong Fang, gratis, salat enggak kayak dulu, Alquran jadi sering dibaca,” tulisnya.

Kecenderungan Eka tertarik dengan sikap keagamaan semakin terlihat saat dirinya memposting kritikan terhadap sebuah kelompok. Namun belum diketahui kelompok apa yang dikritik Eka.

Baca: Eka Fitra Akbar Jago Gitar, Ini Rekaman Videonya

Jual semua jual, sampai ayat-ayat pun mereka jual!! okelah, see you in hell and don't be late,” tulisnya pada 3 Oktober 2013, sambil membubuhi beberapa ikon.

eka fitra akbar

Kritikan-kritikan yang diutarakan Eka Fitra Akbar terhadap kelompok tertentu semakin tajam. Bahkan pada 9 Oktober 2013 Eka mengkritik mereka yang menyebut Tuhan. 

Banyak orang ragu menyebut Allah dengan menggantinya dengan sebutan Tuhan, termasuk saya (dulu),” tulis Eka.

eka fitra akbar

Ada pula kritikan Eka terhadap postingan pengguna Twitter lain yang mengunggah informasi kontes waria yang rencananya dilaksanakan di Kabupaten tempat dia tinggal.

Sangat tidak setuju saya menentang keras, karena enggak sesuai Syariat Islam. RT@infoBUNGO: Kontroversi Kontes Waria di Ultah kab. Bungo,” tulisnya pada 24 Oktober 2013.

Dalam beberapa postingan lainnya, Eka juga kerap mengunggah ulang atau retweet unggahan dari akun sejumlah ustaz. Akun yang kerap Eka retweet adalah Syeikh Fikri Thoriq dengan nama akun @Syeikhfiki.

Baca: Polres Dharmasraya Dibakar, Ini Sosok Eka Fitra Akbar

Tak hanya itu, Eka juga kerap memposting sejumlah tuntunan yang diberikan Syeikh Fikri Thoriq melalui akun tersebut. Ada pula ustaz yang sering masuk dalam timeline akun Twitter miliknya adalah Ustadz Yuke Sumeru‏ dengan nama akun @YukeSumeru. Ada pula akun @Felixsiauw yang juga kerap diretweet.

Selain mencurahkan isi hatinya, Eka juga kerap memotret dan mengkritik fenomena yang terjadi di tengah masyarakat. Pada 2013, Eka mengkritik masyarakat yang saat itu tengah viral pernyataan Vicky Prasetyo yang dinilai masyarakat sangat aneh.

eka fitra akbar

Tak hanya pada Vicky, kritikan juga ditujukan pada wakil rakyat. Dengan nada menyindir, pada 5 september 2013 Eka bahkan mengeluarkan kritikan. “Wakil rakyat = mewakilkan rakyat = mewakilkan kemakmuran rakyat,” tulisnya.

Baca: Polres Dharmasraya Dibakar, Orang Tua Eka Fitra Akbar Minta Maaf

Unggahan Eka yang paling kentara dirinya telah terpengaruhi sikap kelompok keagamaan tertentu adalah postingan status pada 2 Januari 2015. Ia mengunggah sebuah ungkapan seorang jenderal militer.

The moment we stop fighting for each other, that’s the moment we lose our humanity. If you want peace, prepare for war ". (saat kita berhenti memerangi yang lain, saat itu pula kita kehilangan kemanusiaan. Jika ingin kedamaian, bersiaplah untuk perang)," tulisnya.

eka fitra akbar

Kalimat yang diunggah Eka itu merupakan ungkapan Jenderal Romawi Vegetius. Sebagian kalangan menafsir isi kalimat itu bermakna, waktu yang tepat untuk mempersiapkan perang bukanlah saat perang sudah dekat, namun justru pada saat-saat damai.

Bahkan pada 16 Februari 2014, Eka memposting tentang keadaan dirinya sendiri. Ia bercerita terkait panggilan dirinya yang sudah bermacam-macam.

BACA: Mabes Polri Akui Pembakar Polres Dharmasraya Anak Perwira Polisi

Tak terasa panggilanku sudah banyak sekarang. Ada yang memanggil teroris, sesat, dukun, pendekar, kambing, sok alim, orang gila. Hahahaha,” tulisnya.

eka fitra akbar

Dalam aktifitas Eka di media sosial, ia juga kerap melakukan retweet postingan akun lain hingga institusi. Salah satunya adalah unggahan dari akun resmi kepolisian yang menyebar foto buronan kasus penembakan terhadap anggota polisi. 

Eka adalah anak Muhammad Nur, kelahiran 13 Maret 1993. Berdasarkan data kependudukan, ia berdomisili di rumah orang tuanya di Jalan Imam Bonjol, Lorong Aisyah, Kelurahan Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Muaro Bungo, Jambi.

Mabes Polri telah memastikan Eka bersama temannya sebagai pelaku pembakaran Polres Dharmasraya, Sumatera Barat pada Minggu, 12 November 2017.

Baca: Pembakar Kantor Polres Dharmasraya Anak Perwira Reskrim Polda Jambi

Sejak tahun 2016, Eka tak boleh lagi kembali ke rumah orang tuanya setelah menunjukkan perubahan sikap semenjak bergabung dengan kelompok pengajian di Masjid Al Furqon di Kelurahan Cadika, Rimbo Tengah.

Eka dikabarkan pergi menuju Yogyakarta. Di sana ia menikah dengan seorang wanita bernama Endah Handayani dan memiliki anak laki-laki berusia 8 bulan yang diberi nama Abdul Azzam. 

Sekira 7 bulan yang lalu, Eka kembali ke Muaro Bungo, Jambi. Namun karena dilarang tinggal di rumah orang tuanya, Eka bersama anak dan istrinya tinggal di sebuah kontrakan rumah petak milik Samsul Hadi di Lorong Bulian, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah.

Baca: Ban Hitam Berbahasa Arab di Lengan Pembakar Polres Dharmasraya

Sehari-harinya, Eka berdagang es tebu di Jalan Diponegoro, Lorong Fahrudin. Selain berdagang minuman es tebu, diam-diam ia diketahui sering melakukan latihan memanah di belakang Masjid Al Furqon, simpang Drum, Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Bungo bersama beberapa anggota pengajiannya yang sering berkumpul di masjid itu. NL

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Aktif di Medsos, Eka Fitra Retweet Felix Siauw Hingga Kritik Vicky

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu