Alwaleed bin Talal: Terkaya di Arab Saudi, Ditahan karena Korupsi

Estimasi Baca :

Pangeran Alwaleed bin Talal (Forbes.com) - Kriminologi.id
Pangeran Alwaleed bin Talal (Forbes.com)

Kriminologi.id - Nama Alwaleed bin Talal jadi sorotan utama diantara sebelas pangeran yang ditahan Badan Antikorupsi. Badan itu dibentuk oleh raja Arab Saudi, Raja Salman bin Aziz dan dipimpin putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman terkait upaya bersih-bersih di negaranya. 

Namun siapakah Pangeran Alwaleed bin Talal? Biografi di situs miliknya Alwaleed.com.sa menulis satu kalimat pendek tentang latar belakangnya: lahir tahun 1955, cucu raja pertama Arab Saudi. Halaman-halaman berikutnya pembaca akan disuguhi rincian harta kekayaan dan kekuasaan yang dimilikinya.

Baca: Basmi Korupsi Ala Raja Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal Ditahan

Pangeran Alwaleed lahir di Riyadh, 7 Maret 1955 dari pasangan Pangeran Talal bin Abdulaziz Al Saud dan Mona Al-Solh. Ia mewarisi garis keturunan dari dua orang terkemuka di Timur Tengah. Ayahnya adalah anak keduapuluh Raja Abdulaziz Al Saud, raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Arab Saudi. Sementara ibunya adalah putri Perdana Menteri Lebanon pertama, Riad Al-Solh.

Setelah orang tuanya berpisah, Alwaleed lebih banyak tinggal bersama ibunya di Lebanon hingga ia memutuskan ke Amerika Serikat untuk memulai studinya di Menlo College, California sampai meraih gelar sarjana di bidang administrasi bisnis pada 1979, dan mendapat gelar master di bidang ilmu sosial dari Syracuse University pada 1985.

Al Waleed mulai membangun imperium bisnisnya tak lama setelah menyelesaikan studi di Amerika Serikat pada 1979 dengan mendirikan Kingdom Holding Company (KHC), sebuah perusahaan perdagangan yang tercatat di Tadawul, bursa saham Arab Saudi.

Dalam perkembangannya, KHC menjadi salah satu organisasi bisnis paling sukses dan diakui sebagai pemain elit di timur tengah dan dunia. Kepemilikan KHC terhadap saham-saham blue chips baru-baru ini membuat KHC diakui sebagai salah satu investor asing terbesar di Amerika Serikat.

Portofolio bisni KHC menyebar di berbagai negara dan bermacam-macam sektor bisnis mulai dari manajemen hotel mewah yang meliputi Four Seasons Hotel and Resorts, Fairmont Raffles Hotels (Fairmont, Raffles, dan Swissotel), dan  Movenpick Hotels and Resorts

Infografik Rekam Jejak Si Cucu Raja Arab. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Perusahaan Alwaleed itu juga  menggarap sektor real estat yang meliputi pengerjaan mega proyek Kingdom Tower di Jeddah dan Kingdom Tower beserta proyek di Riyadh dan Kingdom City, sampai investasi real estat hotel seperti The Plaza di New York, Savoy Hotel di London, dan Hotel Four Season dan Hotel George V di Paris. 

KHC juga menyebar uangnya di bidang media dan hiburan dengan memiliki sebagian saham News Corp milik taipan media Rupert Murdoch, perusahaan hiburan 21st Century Fox, termasuk penyedia hiburan Euro Disney S.C.A. KHC juga pemilik mayoritas saham Rotana, penyedia hiburan Arab terbesar di dunia dan Alarab News Channel 

KHC juga berinvestasi di sektor petrokimia melalui Tasnee. Di sektor perbankan dan investasi, KHC mengakuisisi saham Citicorp, sementara di sektor teknologi, KHC memiliki porsi saham di Twitter. Ia juga merambah sektor transportasi dengan Lyft.

Baca: Indeks Persepsi Korupsi, Arab Saudi Peringkat Ke-62

Dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes yang dirilis November 2016, harta pria berusia 62 tahun ini tercatat sebanyak US$ 18,7 miliar atau setara dengan Rp 252 triliun yang menempatkannya sebagai orang terkaya di Arab Saudi, dan orang terkaya ke-45 di dunia. 

Namun jumlah itu kini menurun. Dikutip dari sumber yang sama, per-tanggal 5 November 2017, kekayaan Alwaleed berkurang menjadi US$ 17 miliar atau setara dengan Rp 229 triliun yang membuat posisinya sebagai orang terkaya di dunia melorot ke peringkat ke-71. RZ

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Alwaleed bin Talal: Terkaya di Arab Saudi, Ditahan karena Korupsi

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu