Ilustrasi minuman keras. Foto: unsplash.com

April Wanita Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Kejang dan Mata Melotot

Estimasi Baca:
Kamis, 5 Apr 2018 10:16:17 WIB

Kriminologi.id - Tubuh April, panggilan akrab Aprilani (24) wanita korban tewas usai pesta miras di Beji Depok, Senin, 3 April 2018 mengalami kejang dan mata melotot sebelum malaikat maut menjemputnya, pukul 21.00 WIB. Kepalanya dongak dengan kedua mata membelalak. 

Wajah April memerah dan kejang-kejang sebelum ambruk di kasur tengah dan meninggal.  April merupakan satu-satunya wanita korban tewas usai menenggak minuman keras oplosan yang dibeli dekat Gang Almaliyah, Jalan Komjen Pol M Jasin, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.      

Sulaeman dan Wiwin, kedua orang tua April menuturkan kepada Kriminologi.id kalau mereka tidak menyangka sulung dari empat bersaudara itu begitu cepat meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya.

Malam itu, selain keluarga di rumah Wiwin ramai orang yang menunggu April. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan perilaku aneh April sebelum meregang nyawa.

April yang semula terbaring di tempat tidur tiba-tiba bangun, kepalanya dongak ke atas dengan mata membelalak. Muka April berubah memerah dan tubuhnya kaku seperti kejang-kejang. 

"Jam 9 malam, pas dia melotot itu langsung ambruk lagi ke kasur yang di tengah, eh langsung meninggal, ya kaget semua, saya langsung nangis," ujar Wiwin sambil mengusap air mata yang keluar dari matanya.

Lebih lanjut, Wiwin mengatakan, kejanggalan pada April memang sudah terlihat dari hari sebelumnya. Senin, 2 April 2018 pagi itu, Wiwin mendapati wajah anak pertamanya itu sedikit pucat dibanding biasanya, terlihat lemas dan tidak begitu bersemangat.

Hanya saja, saat itu Wiwin berpikir kalau penyakit yang diderita anaknya itu kambuh. Sejak lama April mengidap penyakit gangguan pencernaan pada lambung atau mag. Begitu tiba di rumah sekitar pukul 05.30 WIB, April langsung tidur. 

Sore harinya, sekitar pukul 16.30, Wiwin kaget ketika melihat April hendak merangkak ke kamar mandi untuk buang air kecil. Di tengah kepanikannya, Wiwin segera menolong anak sulungnya bangun ke kamar mandi.

Wiwin mengaku terkesiap melihat putrinya seperti itu. Kemudian ia membantu April masuk ke dalam kamar mandi dan setelah itu tubuh lemasnya itu dibaringkan dipangkuan dirinya. 

"Pas kejadian itu saya bener-bener kaget. Selesai dari kamar mandi, saya rebahin dia di tengah sambil saya pangku. Saya elus-elus, badannya gemeteran, katanya mual-mual. Saya kira mag dia kambuh lagi," ujar Wiwin.

Sebelum ajal menjemput, Wiwin mengatakan April keluar rumah dua hari berturut-turut dan pulang ke rumah pagi hari. Pada hari Sabtu dan Minggu April pamit ke orang tuanya dengan alasan berbeda.

Di hari Sabtu, ia izin ke orang tuanya untuk mengembalikan helm milik temannya di tempat kumpul tempat makan Soerabi Bandung. April baru kembali ke rumah esok harinya (Minggu, 1 April 2018) pukul 09.00 WIB. 

Sore hari, wanita yang tinggal di RT 04/01 Kelurahan Pondok Cina, Beji, Depok itu pamit keluar rumah untuk menemui teman di lokasi yang sama, Soerabi Bandung, dan baru pulang Senin, 2 April 2018 pukul 05.30 WIB. 

Bukan hanya Wiwin, Sang ayah, Sulaeman, pun terkejut melihat kondisi putrinya itu. Sulaeman yang baru pulang kerja di kantor kelurahan tiba di rumah kaget melihat raut wajah dan kondisi tubuh April yang berbeda dari biasanya.

Sulaeman pulang ke rumah pukul 16.00 WIB. "Sampai rumah kaget lihat April kok mukanya pucet amat, badannya lemes tapi gemeteran. Saya sama ibunya (Wiwin) jagain dia sampai bisa tidur lagi pas habis Maghrib, jam setengah 7 kalau enggak salah," ujar Sulaeman.

Selain April, miras yang dioplos ginseng ini juga merenggut tiga nyawa lainnya. Ketiga korban lainnya itu semuanya laki-laki, yakni Muljafar, Andri dan Imron.

Ketiganya adalah warga Pondok Cina, Bejio, Depok. Pesta miras oplosan yang merenggut empat nyawa itu berlangsung di Jalan Kober, Pondok Cina, Beji Depok pada Minggu, 1 April 2018 malam.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500