Arbab Paproeka Bin Daud. Facebook: Arbab Paproeka Bin Daud

Arbab Paproeka Terjerat Narkoba Pernah Terseret Kasus Akil Mochtar

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 16:15:14 WIB

Kriminologi.id - Petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap Arbab Paproeka yang positif menggunakan narkotika jenis sabu di Apartemen D Mantion Tower Capilano, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Barang bukti sabu seberat 0,8 gram ditemukan petugas saat melakukan penggeledahan di unit apartemen Arbab pada Jumat, 13 April 2018 itu. 

Nama Arbab tak asing di dunia politik. Sebagai politikus, Arbab berhasil menembus Senayan. Ia terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 melalui Partai Amanat Nasional (PAN).

Meski kelahiran Ambon, Maluku dan lama berkiprah di Jayapura, Papua, namun Arbab berhasil meraih kursi anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara.

Selama menjadi waklil rakyat, Arbab duduk di Komisi III yang membidangi masalah hukum dengan mitra kerja para penegak hukum sepert Polri, Kejaksaan Agung dan KPK. Sayangnya, justru ia malah pernah terjerat masalah hukum.

Sebelum kasus penyalahgunaan narkotika yang menjeratnya ini, pria kelahiran 24 Maret 1962 ini pernah tersandung kasus suap Pilkada Buton yang saat itu bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

Saat itu, Arbab berposisi sebagai pengacara. Ia menawarkan jasa kepada Samsu Umar Abdul Samiun yang kemenangannya di Pilkada Buton 2011 digugat oleh pesaingnya ke MK. 

Arbab menjadi perantara Samsu Umar dengan Akil Mochtar yang saat itu menjadi Ketua MK dengan dalih sudah sama-sama saling kenal ketika menjadi anggota Komisi III DPR RI. 

Saat itu, Arbab menyampaikan bahwa nasib Samsu Umar sebagai pemenang Pilkada Buton belum aman karena digugat pesaingnya di MK. Arbab menawarkan bantuan kepada Samsu Umar untuk mengamankan kemenangannya di MK dengan menyiapkan sejumlah uang untuk diberikan kepada Akil. 

Saat itu Arbab mengakui ada pengiriman uang hingga Rp 1 miliar ke CV Ratu Semangat yang merupakan nama perusahaan yang dipakai Akil untuk menerima uang suap.

Namun Arbab yang saat itu diperiksa menjadi saksi di pengadilan mengatakan transfer uang Rp 1 miliar ke rekening CV Ratu Semangat itu bukan atas permintaan Akil, namun atas permintaan Samsu Umar yang meminta dirinya membantu mengamankan kemenangan Pilkada Buton di MK.

Samsu Umar telah divonis 3 tahun 9 bulan penjara serta denda Rp 150 juta subsidair kurungan penjara 3 bulan dalam kasus suap tersebut. Sementara Arbab terbebas dari jeratan hukum meski mengaku telah mengirim uang untuk Akil.

Arbab masih mencoba peruntungannya di dunia politik pada pemilu 2014 lalu. Namun ia pindah partai dengan bergabung bersama Partai Nasional Demokrat (NasDem). Arbab mencoba menembus Senayan dari daerah pemilihan Maluku. Sayang, usahanya kali ini tak berhasil. Ia gagal meraih kursi di DPR.

Reporter: Reza Yunanto
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500