Hakim Agung Artidjo Alkostar saat konferensi persi di Media Center Mahkamah Agung RI Jakarta. Foto: M. Adam Isnan/Kriminologi.id

Artidjo Alkostar, Angon Kambing dan Kontemplasi Madurama Cafe

Estimasi Baca:
Jumat, 25 Mei 2018 14:45:19 WIB

Kriminologi.id - Artidjo Alkostar telah pensiun dari hakim agung. Jabatan seabgai ketua muda kamar pidana Mahkamah Agung (MA) pun ia tanggalkan. 

Kini, ia menatap masa depan selepas menggantung palu. Pria kelahiran Situbondo 69 tahun silam itu mengaku akan kembali ke kampung halamannya dan memelihara kambing.

"Jadi saya akan pulang kampung mengangon kambing, enggak muluk-muluk lah saya," kata Artidjo sambil tertawa kecil, kepada awak media di ruang media center MA, Jumat, 25 Mei 2018.

Selain kambing, ia mengaku juga akan memelihara beberapa hewan lainnya. Seperti, ayam bekisar, ikan hias dollar di akuarium, dan ikan alligator di kolam.

"Itu untuk menolak stress dan memulihkan ketajaman pikiran, kebugaran rohani dan harmoni jiwa," ujarnya. 

Tidak hanya berurusan dengan hewan, 'Artidjo juga akan meluangkan waktu untuk berkontemplasi. Setidaknya tiga tempat bakal dijadikan tempat permenungannya kelak.  

Ketiga tempat tersebut adalah Situbondo (Jawa Timur), Yogyakarta, dan Sumenep (Madura). Di tempat terakhir yang disebutkan itu, Artidjo mengaku telah memiliki sebuah kafe bernama "Madurama Cafe"

"Satu di Situbondo itu tempat di mana saya lahir, kedua ada di Jogja di mana saya mengajar S-2 saja di UII, dan ketiga saya sudah punya kafe, Madurama kafe di Sumenep. Karena orang tua saya di Sumenep, saya juga sering membela (orang) di situ, jadi saya akan tinggal di tiga tempat itu," tuturnya. 

"Di kafe itu ada masakan Madura termasuk biddheng pokak dan kopi jahe. Dengan dibantu keponakan-keponakan saya, saya harap kafe itu bisa go internasional," ujarnya. 

Infografik Deretan Koruptor Korban Palu Sakti Hakim Agung Artidjo Alkostar. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Hakim Agung Artidjo Alkostar memasuki masa pensiun Selasa, 22 Mei 2018. Merujuk pada Undang-Undang (UU) Mahkamah Agung (MA), hakim agung pensiun ketika menginjak usia ke-70.

Pasal 11 huruf b UU Mahkamah Agung, menyebutkan, Ketua, Wakil Ketua, Ketua Muda Mahkamah Agung, dan hakim agung diberhentikan dengan hormat dari jabatannya oleh Presiden atas usul Mahkamah Agung karena telah berusia 70 (tujuh puluh) tahun.

Artidjo yang lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) itu sudah menjadi hakim agung selama 18 tahun. Dalam rentang waktu 18 tahun itu Artidjo telah menangani perkara sebanyak 19.708 berkas perkara. 

KOMENTAR
500/500