Ilustrasi Hakim Agung Artidjo Alkostar. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Artidjo Alkostar: Kasus Soeharto dan Pembubaran Golkar Amat Berkesan 

Estimasi Baca:
Jumat, 25 Mei 2018 14:30:46 WIB

Kriminologi.id - Selama rentang waktu lebih kurang 18 tahun menjadi seorang Hakim Agung di Mahkamah Agung, Artidjo Alkostar mengaku telah menangani sebanyak 19.708 berkas perkara. Dari belasan ribu perkara yang ditangani, kasus korupsi mantan Presiden Soeharto merupakan yang paling berkesan bagi dirinya selama berkarir. 

Hal tersebut diungkapkan Artidjo Alkostar di ruang media center Mahkamah Agung, Jakarta, pada Jumat, 25 Mei 2018. Artidjo menjelaskan, di awal tugas menjadi Hakim Agung pada tahun 2000/2001, dirinya mendapatkan tugas untuk menangani kasus korupsi mantan Presiden Soeharto dengan Ketua Majelis Syafiuddin Kartasasmita dan yang menjadi anggota adalah dirinya dan Sunu Wahadi.

"Waktu itu Presiden Soeharto sakit, lalu ketua majelisnya Pak Syafiuddin ditembak. Saya menjadi salah satu anggotanya. Waktu itu opini publik supaya berkas itu dikembalikan. Tapi keputusan di majelis karena Pak Soeharto itu harus tetap diadili sampai sembuh dengan biaya negara. Jadi ada alasan argumentasi yuridisnya itu, dan publik saya kira menyambut baik tentang argumentasi itu," tutur Ardjito.

Selain itu, kata Artidjo, ia juga pernah menangani kasus gugatan pembubaran Partai Golkar dengan Ketua Majelis Asma Samik Ibrahim dan yang menjadi anggota adalah Tjung Abdul Mutalib, Laica Marzuki, Abdur Rahman Saleh, dan dirinya. 

"Jadi itu kasusnya ya, kalau kasus yang lain-lain itu saya kira tidak ada masalah. Presiden Soeharto saja saya adili apalagi presiden partai, kan gak ada masalah bagi saya," ujarnya.

"Tidak ada kendala apapun bagi saya. Jadi tetap saya mengadili presiden Soeharto itu, pengadilan yang lain-lain itu perkara kecil aja saya kira itu.”

Namun, kini Mahkamah Agung telah kehilangan salah satu Hakim Agung terbaik yang pernah dimiliki oleh lembaga tersebut. Hakim Agung Artidjo Alkostar sudah memutuskan untuk gantung palu alias pensiun menjadi Ketua Muda Kamar Pidana pada lembaga tinggi negara tersebut sejak Selasa, 22 Mei 2018.

Artidjo Alkostar memasuki masa pensiun Selasa, 22 Mei 2018. Merujuk pada Undang-Undang (UU) Mahkamah Agung (MA), hakim agung pensiun ketika menginjak usia ke-70.

Pasal 11 huruf b UU Mahkamah Agung, menyebutkan, Ketua, Wakil Ketua, Ketua Muda Mahkamah Agung, dan hakim agung diberhentikan dengan hormat dari jabatannya oleh Presiden atas usul Mahkamah Agung karena telah berusia 70 tahun. TD

KOMENTAR
500/500