Ilustrasi sosok tertutup. Foto: Unsplash.com

Baratu Thamrin Bunuh Diri, Sosok Tertutup yang Kerap Sibuk Main Ponsel

Estimasi Baca:
Rabu, 18 Jul 2018 17:15:21 WIB

Kriminologi.id - Baratu Thamrin, anggota Brimob yang tewas bunuh diri asal Palembang dikenal sebagai sosok pria yang tertutup dan kerap sibuk main ponsel. Hal tersebut diutarakan Rasidin dan istrinyaTuti Hidayati, pemilik rumah tempat korban tewas.

Kepada Kriminologi.id, Rabu, 18 Juli 2018, Rasidin berkisah tentang sosok Baratu Thamrin yang dikenalnya selama ini sebagai pelanggan di bengkelnya.

Menurutnya, Baratu Thamrin sulit diajak bicara terlalu lama. Jika bertemu di bengkel baik dengan Rasidin maupun Tuti istrinya, Baratu Thamrin kerap sibuk memainkan ponselnya sembari menunggu motor miliknya selesai dibetulkan.

“Abang itu orangnya tertutup. Memang kalau diajak ngobrol bisa, tapi bukan masalah keluarga. Awal kenal dulu di bengkel, lalu mengobrol masalah motor saja. Dia sering bawa motor Ninja merah. Terus sering gonta-ganti motor juga. Dia sering ngobrol sama istrinya,” kata Rasidin kepada Kriminologi.id di Depok, Jawa Barat pada Rabu, 18 Juli 2018.

Sementara Tuti Hidayati, menjelaskan Baratu Thamrin tak menampik bilang korban merupakan pribadi yang tertutup. Diketahuinya, Thamrin memang sangat jarang menceritakan masalah keluarga dan asmaranya.

“Abang itu orangnya tak bisa diajak mengobrol banyak hal, tertutup. Masalah keluarga juga, dia jarang cerita. Kalau masalah perempuan, waktu 2 tahun yang lalu yang saya tahu dia pernah punya pacar orang Lampung, sempat dibawa main ke sini. Tapi, semenjak awal tahun kemarin ngakunya udah putus,” tutur Tuti.

Tuti menambahkan, selama berkunjung ke bengkel dan rumahnya, Thamrin justru kerap terlihat sibuk dengan telepon genggamnya. Sementara itu, Rasidin menjelaskan, ketika Thamrin sibuk dengan ponselnya, ia kerap duduk di ruang tamu hingga tak terasa tertidur di rumah kediamannya.

"Kalau pas main kesini, abang seringnya main HP. Mungkin karena sama bapak segan ya karena udah dianggap bapak sendiri, jadinya engga berani ngobrol banyak. Kalau main kesini misalnya, awalnya ya ngobrol sama saya, abis itu ya dia sibuk main HP, nelepon-nelepon, seringnya nelepon, sih,” ujar Tuti. TD | AS

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500