Bunuh Sekeluarga di Tangerang, Pendi Dikenal Tertutup oleh Warga

Estimasi Baca :

Satu saksi kunci pembunuhan di Tangerang bernama Muktae Effendi masih menjalani perawatan di RS Polri (13/02/2018). Rahmat Krunia/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Satu saksi kunci pembunuhan di Tangerang bernama Muktae Effendi masih menjalani perawatan di RS Polri (13/02/2018). Rahmat Krunia/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Mucthar Effendi alias Pendi, pelaku pembunuhan sekeluarga di Tangerang dikenal sebagai sosok yang tertutup di mata warga. Tak ada yang menyangka, pria paruh baya itu tega menghabisi nyawa istrinya Titin Suhemah alias Emma (40) dan kedua anak tirinya, Nova (19) dan Tiara (11).

Pembunuhan yang menggemparkan warga sekitar itu terjadi di rumah sederhana mereka yang berada di Perumahan Taman Kota Permai II, Blok B nomor 5, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten. Rumah itu milik Emma, janda dua anak yang dinikahi Pendi secara siri sekitar setahun lalu.

Baca: Pembunuhan Tangerang, Pendi Kerap Marahi Istri karena Cemburu

Saat pertama kali Pendi pindah di rumah bercat putih dan berpagar hitam itu usai menikahi Emma, hari-hari pria bertubuh kurus itu kerap dihabiskan bersama keluarga barunya itu.

Berdagang pakaian bersama Emma dilakoni Pendi untuk menafkahi keluarganya. Selama beberapa bulan tinggal di rumah sederhana itu, Pendi merupakan sosok pria yang dikenal baik oleh para tetangganya. 

"Waktu awal pindah dia (Pendi) baik orangnya. Suka ngobrol sama tetangga," ujar warga Perumahan Taman Kota Permai II bernama Rosiah saat ditemu Kriminologi, Selasa 13 Februari 2018.

Baca: Cicilan Mobil Jadi Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang

Namun, sifat baik hati, ramah dan murah senyum Pendi tiba-tiba berubah menjadi sosok yang pendiam saat ia diketahui kerap bertengkar dengan Emma sekitar enam bulan lalu.

Rosiah menyebut pertengkaran antara pasangan suami istri itu terjadi lantaran rasa cemburu Pendi terhadap Emma yang kerap kali ketahuan berkomunikasi dengan orang lain pada malam hari.

Bahkan, rasa cemburu yang membakar hati Pendi menyebakan ia nekat membuat skenario perampokan hanya untuk mengambil dan membuang dua ponsel milik Emma yang diketahui sering digunakan untuk menerima telepon orang lain pada malam hari.

"Dulu itu pernah dia (Pendi) menitipkan HP punya Emah ke warung. Terus dia alasan ke istrinya kalau rumahnya dirampok. Akhirnya ketahuan kalau dia bohong waktu ada warga yang belanja di warung terus pemilik warungnya cerita," tutur Rosiah.

Baca: Kejanggalan Peristiwa Pembunuhan Sekeluarga di Tangerang

Warga lain bernama Alwantoro mengatakan, sejak bertengkar dengan istri dan menyembunyikan ponsel milik istrinya ke warung, sosok Pendi berubah menjadi pria yang tertutup dengan warga sekitar. Selain itu, dengan adanya kasus itu membuat Pendi seolah-olah menghindar dari para tetangganya.

Pendi yang sebelumnya selalu pulang ke rumah, diketahui mulai jarang atau hanya sesekali berada di rumah bersama anggota keluarganya.

"Akhir-akhir ini jadi jarang pulang ke rumah. Pokoknya juga enggak pernah kelihatan sama tetangga," cerita Alwantoro.

Baca: Teka-teki Pelaku Pembunuhan Tangerang Simpan 4 Ponsel Korban di Loteng

Hingga akhirnya keganjilan itu terjawab pada Senin sore, 12 Februari 2018, ketika warga sekitar menemukan Emma dan dua anaknya Nova dan Tiara tewas bersimbah darah di dalam salah satu kamar. Sedangkan Pendi ditemukan di kamar lainnya di bagian belakang dengan kondisi mengalami luka sayat di bagian leher dan perut.

Polisi mengungkap, setelah menghabisi nyawa Emma dan kedua anaknya itu, Pendi mencoba bunuh diri. Beruntung nyawanya terselamatkan setelah warga membawanya ke rumah sakit terdekat. RZ

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Bunuh Sekeluarga di Tangerang, Pendi Dikenal Tertutup oleh Warga

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu