Cerita Haru Briptu Nova, Rela Tak Hadiri Ijab Kabul Demi Tugas Negara

Estimasi Baca :

Briptu Nova mengikuti seleksi Polisi PBB atau United Nations Police di Puslat Multi Fungsi Polri Cikeas, foto: Tribratanews.polri.go.id - Kriminologi.id
Briptu Nova menangis haru. (foto: Tribratanews.polri.go.id)

Kriminologi.id - Menjadi abdi negara memiliki resiko tertentu, termasuk bagi Briptu Nova. Polwan cantik yang berdinas di Pontianak ini tidak bisa hadir dalam ijab kabulnya.untuk mengikuti serangkaian seleksi Polisi PBB atau United Nations Police di Puslat Multi Fungsi Polri Cikeas, Bogor.

Ia hanya bisa menyaksikan dari jauh Briptu Andik Rianto, calon suaminya mengucapkan ijab kabul di Pontianak, Kalimantan Barat sambil menangis haru di depan layar.

Briptu Nova mengikuti seleksi sejak September 2017, dan ujian yang dijadwalkan selesai pada hari Jumat, 27 April 2018, ternyata molor dan mengharuskan ia tetap berada di lokasi saat hari pernikahannya.

"Selama beberapa minggu saya belajar dan latihan. Sampailah pemanggilan, tesnya itu molor sampai Sabtu, karena masih ada tes yang harus saya jalani,” ujar Polwan memakai hijab itu.

Meskipun begitu, Briptu Nova masih bisa mengikuti acara resepsi pernikahannya yang digelar Sabtu, 28 April 2018 sekitar pukul 15.00 WIB di Pontianak. Namun keesokan harinya, Briptu Nova harus kembali menuju ke Jakarta untuk menyelesaikan ujian menembak di Sepolwan Ciputat, Banten.

Dari 200 personel yang disipakan untuk penugasan misi perdamaian dunia Formed Police Unit (FPU), 23 diantaranya merupakan polisi wanita (polwan).

FPU merupakan unit polisi PBB yang bertugas di daerah misi untuk menjaga perdamaian di negara-negara yang dilanda konflik. FPU beranggotakan personel polisi yang berkemampuan taktis, untuk menghadapi situasi yang tidak bisa ditangani UN Civillian Police 

FPU Indonesia lahir setelah adanya permintaan dari PBB kepada Polri untuk mempersiapkan 140 personel kepolisian untuk ditugaskan di Darfur, Sudan. Permintaan tersebut ditindaklanjuti dengan mengadakan seleksi bagi anggota Polri, terutama personel Brimob dengan difokuskan kepada kemampuan berbahasa asing, dengan tidak mengabaikan kesehatan dan fisik, serta kejiwaan. 

Seleksi tersebut diadakan sejak Februari 2006 di Mako Korps Brimob Kelapa Dua, Depok-Jawa Barat. Akhirnya terbentuklah satu kompi taktis yang berasal dari Brimob, dan 1 tim pendukung yang berasal dari Polisi Umum (kewilayahan) yang keseluruhannya berjumlah 138 personel.

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Cerita Haru Briptu Nova, Rela Tak Hadiri Ijab Kabul Demi Tugas Negara

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu