Kapolri Jenderal Tito Karnavian melantik Kapolda Sulsel Irjen Umar Septanto (27/03/2018). Foto: Ist/Tribratanews

Cerita Mengharukan Kapolda Sulsel Menyelamatkan Balita di Masjid

Estimasi Baca:
Selasa, 27 Mar 2018 10:18:05 WIB

Kriminologi.id - Kisah Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan atau Kapolda Sulsel, Irjen Umar Septono dalam pelaksanaan Dzikir dan Tabligh Akbar di Masjid Al Markaz Al Islami, Senin, 26 Maret 2018 membuat jamaah terharu. 

Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985 ini menyelamatkan anak usia tiga tahun yang lepas pengawasan orang tuanya saat pelaksanaan Dzikir dan Tabligh Akbar di Masjid yang terletak di Jalan Sunu, Makaassar, seperti dilansir Tribratanews

Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono
Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono menyerahkan balita kepada orang tuanya. Balita itu diselamatkan Kapolda Sulsel saat acara Tabligh Akbar (26/03/2018). Foto: Ist/Tribratanews. 

Tabligh Akbar yang mengangkat tema "Menjaga Keutuhan NKRI dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah" itu dihadiri ribuan jamaah. Penceramah kondang, yakni Ustaz Abdul Somad sebagai pengisi acara utama. Selain dipadati jamaah, di sekitar halaman masjid pun ramai pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya seperti baju koko, kopiah, peci haji, peralatan salat, buku-buku agama, hingga dagangan lainnya.   

Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono
Kapolda Sulsel Irjen Heru Septanto menunjukkan balita yang diselamatkannya kepada jamaah masjid (26/03/2018). Foto: Ist/Tribratanews

Kisah mengharukan Umar menyelamatkan bocah tiga tahun itu terjadi usai mantan Kakorsabhara Baharkam Polri itu memberikan sambutan di acara yang dihadiri ribuan jamaah. Seperti biasanya, Irjen Heru duduk di tengah barisan pertama dari ribuan jamaah masjid yang hadir di acara tersebut. 

Usai memberikan sambutan, perwira tinggi dengan pangkat bintang dua emas itu kembali duduk di posisinya di dampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani. Tak lama berselang, bocah tiga tahun berjalan agak terhuyung-huyung di depan tamu para petinggi dan unsur muspida setempat. 

Balita itu berjalan ke arah Kapolda Sulsel dan duduk persis di sampingnya tanpa sedikit pun rasa sungkan. Mendapati bocah tiga tahun ini lepas dari pengawasan orang tuanya, mantan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat atau Kapolda NTB ini langsung menyelematkan bocah tersebut. 

Dengan cekatan, Umar menggendong bocah dan bangkit dari duduknya. Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Barat tahun 2016 itu berbalik badan menghadap jamaah sambil menggendong sang bayi seraya mengucapkan,"Ayo yang merasa kehilangan anak, silakan ke depan ambil dari saya." 

Tidak butuh waktu lama, seseorang pria mengenakan peci putih langsung berdiri dan menghampiri Kapolda Sulsel. Salah seorang jamaah yang berada di saf belakang kemudian berjalan sedikit cepat membelah barisan jamaah yang duduk di depannya untuk menjemput anaknya dari gendongan orang nomor satu di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan itu. 

"Terimakasih pak Kapolda," ucapan si bapak ke Kapolda yang membuat sebagian jamaah terharu. 
  
Aksi mengharukan Kapolda Sulsel yang resmi memegang tongkat komando sesuai Surat Telegram Kapolri bernomor ST/2750/XI/2017 tertanggal Kamis, 16 November 2017 itu bukan yang pertama. Pria kelahiran Purbalingga, 13 September 1962 itu sering membuat masyarakat dan anggotanya takjub.

Seperti aksi mencium tangan seorang ibu-ibu pengemis dan memberikan uang saat melakukan kunjungan di sebuah pasar. Bukan hanya itu, aksi memungut sampah di jalan pun kerap dilakukannya. Saat menjabat sebagai Kapolda NTB, Heru menjadi polisi idola masyarakat yang diayominya.

Ruang gerak pelaku pungutan liar atau pungli dalam penerimaan calon Bintara dan Perwira Polri ditutup rapat, memberi apresiasi kepada anggota berprestasi dan memecat yang bersalah. Gaya kerja Heru terbilang unik dan memasyarakat.

Semoga langkah Irjen Heru ini menjadi contoh polisi lainnya dimanapun bertugas.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500