Rumah Nenek Maskiem korban kebakaran Jalan Setia Kawan, Jakarta Pusat, Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Cobaan Terberat Martin Jalani Puasa, Rumah Terbakar Usai Ditinggal Ibu

Estimasi Baca:
Sabtu, 26 Mei 2018 06:05:16 WIB

Kriminologi.id - Ramadan 2018 menjadi bulan puasa paling berat dilalui bagi Martin (45) dan keluarganya. Bulan puasa tahun ini bukan saja menahan rasa lapar dan haus dari terbit fajar hingga datangnya waktu berbuka.

Akan tetapi, dirinya pun harus mampu membendung kesedihan akibat dua musibah terberat yang datang nyaris berbarengan. 

Rumah tinggal Martin yang merupakan warisan orang tuanya di Jalan Setia Kawan Raya, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat hangus terbakar dalam musibah kebakaran yang terjadi, Rabu, 23 Mei 2018 malam.

Tempat tinggal Martin dan istrinya hangus terbakar, dan barang-barang pun tak ada yang bisa diselamatkan. 

kebakaran di kawasan Jalan Setia Kawan, Gambir, Jakarta Pusat
Kebakaran di kawasan Jalan Setia Kawan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat

Musibah kebakaran rumah ini terjadi sepekan setelah dirinya dirundung duka dengan ditinggal ibunda tercinta untuk selama-lamanya. 

"Ibu saya baru nujuh hari, kemarin,"  ujar Martin kepada Kriminologi.id, Kamis 24 Mei 2018.

Martin pun menjelaskan riwayat rumah yang habis dijilat kobaran api itu. Ia menjelaskan kalau dirinya sudah tiga tahun tinggal di kawasan padat penghuni di Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. 

Rumah itu merupakan warisan berharga dari orang tuanya. Rumah sederhana milik orang tua itu pun bukan hasil pembelian keluarga, melainkan pemberian dari pengurus gereja Pantekosta kepada orang tuanya. 

kebakaran di kawasan Jalan Setia Kawan, Gambir, Jakarta Pusat
Kebakaran di kawasan Jalan Setia Kawan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Martin mengutarakan kalau orang tuanya beragama Kristen, sedangkan dirinya adalah mualaf yang menikahi istri muslim. Namun, orang tua mewarisi rumah tersebut kepada dirinya. 

Meski cobaan berat yang menimpa di bulan suci Ramadan, Martin tak patah semangat. Dirinya tetap bersyukur karena istri dan ketiga anaknya selamat dari kobaran api. Semuanya dalam kondisi baik. 

Martin sempat terlihat menahan kesedihan dan sedikit berat saat ditanya bagaimana menjalani aktivitas selama rumah belum dibangun, bapak tiga anak ini mengatakan untuk sementara menumpang di saudaranya. 

Kebakaran
Kobaran api dari rumah di Kawasan Setia Kawan Raya, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

"Ya sementara ngungsi dulu kerumah saudara," ucapnya sendu.

Kebakaran hebat di Setia Kawan membuat 26 kepala keluarga harus kehilangan rumahnya. Kebakaran itu diduga akibat konsleting listrik dari salah satu rumah di kawasan padat penghuni tersebut. 

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja dua orang warga mengalami luka, yakni patah tulang dan luka bakar di bagian wajah akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Selain itu, seorang petugas Pemadam Kebakaran sempat terperosok saat melakukan pemadaman.

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500