Ilustrasi Teroris. ilustrasi: Freepik

Curhatan Sedih Istri Terduga Teroris di Depok Soal Perilaku Suaminya

Estimasi Baca:
Selasa, 26 Jun 2018 08:05:51 WIB

Kriminologi.id - Istri terduga teroris yang ditangkap di Depok, Jawa Barat berinisial MM mencurahkan isi hatinya soal perilaku sang suami yang berujung pertengkaran. 

Curhatan sedih itu ditumpahkan istri MM kepada Edang, ketua RT setempat saat mengunjungi kontrakannya pada Sabtu, 23 Juni 2018 sore usai sang suami ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.  

Sebelum ditangkap, ternyata MM sempat bertengkar hebat dan memarahi istrinya tanpa jelas kesalahannya. MM sempat tak berbicara dengan istrinya beberapa waktu sebelum penangkapan.

Bahkan sang istri menuturkan saat dirinya menyapa malah disemprot MM tanpa alasan jelas. Aksi saling diam pasangan suami-istri ini diceritakan Endang, ketua RT 06 Kelurahan Mekar Jaya, tempat MM dan istrinya mengontrak.

Endang menuturkan saat berada di depan pintu kontrakan, tuan rumah sempat enggan membukakan pintunya. Alasannya, ia khwatir kalau yang datang itu adalah wartawan untuk menanyakan seputar penangkapan suaminya itu. 

Akan tetapi, setelah mengetahui tamunya itu adalah ketua RT, istri yang menggunakan kerudung tanpa cadar itu pun menerima kedatangan pengurus warga itu. 

Kepada Endang, istri MM sempat meneteskan air mata begitu menceritakan sebagian kecil permasalahan yang menimpa rumah tangganya.

Di antaranya adalah cerita tentang dirinya tak bertegur sama dengan suami beberapa hari sebelum penangkapan. 

"Pas duduk, ngobrol, cerita semua, dia nangis, saya lihatin anak-anaknya kan masih kecil cuma bisa ngelihatin aja, mungkin dalem hati mereka pada nanya-nanya juga," ujar Endang kepada Kriminologi.id pada Senin (25/06/2018).

Endang menjelaskan apa yang menjadi penyebab keduanya berselisih paham ini tidak diceritakan. Hanya saja, sang istri menjelaskan saat dirinya berusaha membuka pembicaraan justru disemprot oleh suaminya.

"Saya engga tahu persis gara-gara apa, yang jelas pas nyerita gitu dia nangis. Saya tanyain aja ke dia 'berantem gara-gara apa?, kenapa suaminya marah?", dia engga mau jawab banyak. Saya belum bisa mastiin apa berantemnya gara-gara beda pehamahaman agama atau gimana," tukas Endang.

Sang istri, kata Endang sangat terkejut melihat suaminya ditangkap dengan tuduhan terduga teroris. Betapa tidak, ia merasa yakin bahwa tidak ada yang salah dengan suaminya.

Pun begitu, dengan barang bukti yang dibawa, tidak ada satupun yang dianggap berbahaya.

"Ya istrinya sendiri sih bilang enggak nyangka, ya. Tiba-tiba suaminya ditangkap, di depan anaknya, ya mungkin masih kaget, wajar juga sih kalau sampai sedih ditinggal karena diduga jadi teroris," ujarnya.  

Endang mengatakan barang bukti yang dibawa Densus 88 Antiteror itu tidak ada barang berbahaya, seperti bahan peledak, senjata api atau barang yang identik dengan terduga teroris.

Hanya saja dokumen yang dibawa Densus dari rumahnya itu. 

"Kalau dokumen-dokumen sih engga tahu isinya apa, setahu saya sih yang dibawa cuma akta kelahiran sama berkas-berkas lain. Ya menurut Densus sih mungkin emang itu yang bahaya menurut mereka," imbuh Endang.

Senada dengan Endang, Hasyim, tetangga dekat rumah kontrak keluarga MM pun mengutarakan hal serupa. Menjelang Tim Densus 88 datang menjemput, ia melihat gelagat MM dan istrinya seperti ada masalah.

"Kalau berantem hebat sih engga juga, yang saya lihat mereka itu kayak cuek-cuekan, engga saling nanya. Ya, diem-dieman lah. Saya juga engga tahu kenapa. Cuma nebak-nebak aja sih," ujar Hasyim menerka. 

Hasyim kembali menduga kalau pemicu perselisihan antara MM dan istrinya itu karena ketidak setujuan dengan sikap MM.

"Jangan-jangan istrinya emang engga setuju suaminya kayak gitu (teroris). Maaf-maaf aja nih ya, setahu saya kalau paham agamanya kayak gitu (radikal), biasanya kan yang perempuannya pake cadar, nah ini istrinya engga. Ya biasa aja, kerudung panjang tapi masih kelihatan muka, kok," ujar Hasyim.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500