Lokasi ditemukannya jasad Feri Firman Hadi, arsitek yang menjadi korban pembunuhan di Depok, (08/01/2018). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Feri, Arsitek Korban Pembunuhan di Depok Dikenal Penganut Klenik

Estimasi Baca:
Senin, 8 Jan 2018 16:00:16 WIB

Kriminologi.id - Sosok Feri Firman Adhie, arsitek di Depok, Jawa Barat, yang tewas dibunuh seorang tukang pijat dikenal sebagai sosok yang kurang bergaul dengan warga sekitar. Feri juga dikenal sebagai penganut aliran klenik dan memiliki keanehan bagi warga.

Kriminologi menelusuri rumah korban di Perumahan Poin Mas Blok A2, Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Senin, 8 Januari 2018.

Rumah Feri terletak tidak jauh dari gapura pintu masuk perumahan Poin Mas. Di kawasan rumah Feri terletak di gang kecil yang menghubungkan kompleks perumahan dengan kampung sekitar.

Baca: Cari Ustadz ke Gunung, Pembunuh Arsitek Takut Dihantui Korbannya

Kawasan itu terbilang cukup sepi dan jarang orang-orang melintas di kawasan itu. Kriminologi kemudian bertemu dengan ketua RW 11 yang juga seorang anggota kepolisian, Wahyudi.

Berdasarkan keterangan Wahyudi, Feri merupakan laki-laki asal Semarang dan mulai tinggal di perumahan Poin Mas sejak tahun 2008.

“Ia menikah dengan seorang istri yang bernama Laely Rahmawati. Dari hasil pernikahannya tersebut mereka memiliki 2 orang anak, keduanya perempuan dan tinggal di Jakarta,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Senin, 8 Januari 2018.

Menurut Wahyudi, Feri dan Laely sudah bercerai sejak 2014. Sejak bercerai dan memiliki pasangan baru, Laely berpisah rumah namun masih tinggal di kawasan perumahan itu. 

Semenjak itu pula kedua anaknya jarang berkunjung ke rumahnya. Tidak lama setelah bercerai, Laely kemudian meninggal dunia mendahului Feri.

Baca: Buron Sebulan, Pembunuh Arsitek Tertangkap di Bogor

Feri dikenal sebagai sosok yang cukup mudah bergaul dengan orang-orang sekitar. Namun semenjak bercerai dengan Laely, Feri berubah menjadi orang yang menutup diri, jarang bertegur sapa dengan orang-orang sekitar hingga terlihat menjaga jarak.

"Semenjak pisah sama istrinya ini beliau agak nutup diri, jarang keluar rumah kalau keluar paling seperlunya saja, yang tadinya sering ke masjid bareng jadi jarang ketemu lagi," kata Wahyudi.

Wahyu menambahkan bahwa Feri bekerja sebagai arsitek dan memiliki kantor di rumahnya sendiri. jika sedang menangani klien maka Feri terlihat sibuk, jika tidak Feri lebih sering menghabiskan waktu di rumah kediamannya.

Lebih jauh Wahyudi menambahkan, sosok Feri dikenal cukup misterius karena masih mempercayai semacam ritual klenik. 

"Dia percaya klenik semacam penyembahan Soekarno. Jadi seolah-olah percaya bahwa Soekarno itu titisan apa dan bisa memberikan ilmu apa, saya tidak tahu pasti," katanya.

Baca: Ayah Tega Campurkan Racun di Susu Bayinya

"Di bagian ruang tamu dan atasnya itu ada gambar-gambar Soekarno, ada banyak bendera merah putih ditempel dimana-mana, semenjak percaya klenik itu rumahnya juga direnovasi dan dicat ulang dengan warna serba hitam," katanya menambahkan. 

Setiap satu  bulan sekali beberapa orang perempuan dan laki-laki yang mengenakan pakaian serba hitam juga datang ke rumah Feri untuk berkumpul. Wahyudi menduga mereka merupakan anggota penganut kepercayaan klenik yang sama dengan Feri.

Warga menduga, kepercayaan Feri terhadap klenik itu sebelum bercerai dengan isitrinya. Persoalan itu juga diduga yang menjadi pemicu perpecahan rumah tangga keduanya. Bahkan, hampir setiap hari Feri mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan peci dan kacamata.

Sebelumnya diberitakan, Acep Mulyadi pria berusia 20 tahun tega menghabisi nyawa Feri Firman Hadi (54), hanya karena tersinggung saat hendak meminjam uang.

Saat itu korban mengejek tersangka yang hanya bisa meminta uang saja. Tak terima dengan ucapan korban, tersangka keluar kamar tempat dimana ia memijat korban.

Saat kembali ke kamar itu dan pelaku langsung menusukkan gunting ke leher korban. pelaku bahkan memukulkan kursi ke kepala korban

Kejadian pembunuhan itu berlangsung pada Senin, 11 Desember 2017. Jasad Feri baru diketahui pada 3 Januari 2018 dengan keadaan membusuk di rumahnya, sekitar pukul 13.40 WIB.

Saat itu warga mencium bau busuk yang menyengat dari dalam rumahnya. Saat ditemukan, jasad korban ditemukan tergeletak di atas tempat tidur dan mengenakan celana pendek berwarna cokelat dalam keadaan membusuk. AS

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500