Firman Wijaya, Pengacara yang Dipolisikan SBY Lihai Pangkas Tuntutan

Estimasi Baca :

Dok. kuasa hukum Firman Wijaya. Foto: Antarafoto - Kriminologi.id
Dok. kuasa hukum Firman Wijaya. Foto: Antarafoto

Kriminologi.id - Firman Wijaya, kuasa hukum Setya Novanto dilaporkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 6 Februari 2018. SBY melaporkan Firman atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Firman memang sempat mengungkapkan keterangan saksi dalam persidangan kasus Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Menurut Firman, saksi tersebut menyatakan ada aktor besar dibalik proyek pengadaan e-KTP yaitu Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Inilah yang dianggap SBY sebagai pernyataan yang mengandung fitnah dan mengarahkan bahwa SBY mengintervensi dalam proyek pengadaan e-KTP. Namun menanggapi hal tersebut Firman tidak gentar, menurutnya profesi yang digelutinya saat ini sebagai advokat memiliki hak imunitas demi membela kliennya saat itu.

Baca: Pelaporan Fitnah dan Catatan Setnov, Firman: Tunggu Tanggal Mainnya

Firman Wijaya memang bukan advokat kemarin sore. Keahliannya sebagai advokat menjadi incaran politisi papan atas untuk menggunakan jasanya. Firman sangat piawai dalam memangkas tuntutan jaksa terhadap kliennya. Sehingga hukuman yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutannya. 

Berdasarkan penelusuran Kriminologi setidaknya ada 5 nama elite yang pernah menggunakan jasanya di  meja hijau. Inilah kelima nama beken yang pernah didampingi Firman Wijaya di persidangan; 

1. Anas Urbaningrum

Dok. Anas Urbaningrum.

Dok. Anas Urbaningrum. 

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kala itu diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek Hambalang. Anas disebut-sebut menerima gratifikasi berupa aliran dana Rp 100 miliar dari rekanan proyek Hambalang untuk memenangkan dirinya sebagai Ketua Partai Demokrat pada tahun 2010.

Selain itu, Anas disebut juga menerima satu unit mobil Toyota Harier yang diduga berasal dari PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya yang telah memenangkan tender proyek Hambalang.

Atas dasara tersebut, Jaksa Penuntut Umum menuntut Anas untuk dihukum penjara selama 15 tahun, membayar uang pengganti sebesar Rp 94,18 miliar, dan dicabut hak politiknya. Akan tetapi berkat pengawalan Firman Wijaya, hakim menjatuhi hukuman penjara selama 8 tahun, dan membayar denda sebesar Rp 300 juta. Anas juga diputuskan membayar uang pengganti atas kerugian negara sebesar Rp 57,5 miliar

2. Ratu Atut Chosiyah

Dok. Ratu Atut Chosiyah

Dok. Ratu Atut Chosiyah

Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah juga menjadi salah satu klien Firman Wijaya. Ratu Atut juga berhadapan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus korupsi dana alat kesehatan. Dana yang diterima Ratu Atut diperkirakan sebesar Rp 3,8 miliar dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 79 miliar.

Berdasarkan hal tersebut, jaksa menuntut hukuman penjara selama 8 tahun, denda sebesar Rp 250 juta, dan membayar uang pengganti korupsi sebesar Rp 3,8 miliar. Kepiawaian Firman Wijaya di persidangan membuat hukuman yang dijatuhkan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yaitu hukuman penjara selama 5,5 tahun dan denda sebesar Rp 250 juta subsider 3 bulan. Selama proses persidangan Ratu Atut mengakui bahwa dia telah terlibat korupsi dan telah mengembalikan uang korupsinya sebesar Rp 3,8 miliar.

Baca: Firman Wijaya Tunjuk Boyamin Saiman Hadapi Laporan SBY

3. Tubagus Chaeri Wardana

Dok. Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Antara

Dok. Tubagus Chaeri Wardana

Adik Ratu Atut ini juga terjerat masalah korupsi alat kesehatan seperti kakaknya dan juga menggunakan jasa Firman Wijaya sebagai pengacaranya. Jaksa menyebut Tubagus Chaeri Wardana menerima dana sebesar Rp 50 miliar atas keterlibatannya dalam kasus korupsi alat kesehatan tersebut. Selain itu, Wawan, panggilan akrab Chaeri Wardana juga dianggap terbukti menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sebesar Rp 7,5 miliar atas penanganan sengketa Pilkada Lebak dan Pilgub Banten.

Jaksa menuntut Tubagus Chaeri hukuman penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 250 juta. Hakim akhirnya menjatuhkan putusan Tubagus Chaeri untuk menjalani hukuman penjara selama 5 tahun dan membayar denda sebesar Rp 250 juta subsider 3 bulan. Sekali lagi, Firman Wijaya menunjukkan kelasnya.

4. Susno Duaji

Dok. Susno Duadji.

Dok. Susno Duaji. 

Susno Duaji tersangkut 2 kasus korupsi yaitu dugaan menerima suap sebesar Rp 500 juta untuk segera menyelesaikan laporan terhadap pemilik PT Salma Arowana Lestari dan kasus korupsi dana pengamanan pemilu.

Pada kasus korupsi dana pengamanan pemilu, Susno diduga menerima dana sebesar Rp 4,28 miliar dalam bentuk cek perjalanan sebanyak 40 lembar senilai Rp 25 juta per lembarnya. Jaksa penuntut umum akhirnya menuntut Susno dengan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta.

Dengan pengawalan Firmanlah, hakim menjatuhkan vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa. Hakim menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara

Baca: Laporkan Firman Wijaya ke Bareskrim, SBY: Saya Ingin Mencari Keadilan

5. Eggi Sudjana

Dok. Anas Urbaningrum.

Dok. Eggi Sudjana. 

Eggi Sudjana sempat tersandung kasus penghinaan terhadap presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Eggi pada tanggal 3 Januari 2006 di kantor KPK menyebutkan bahwa Hary Tanoeseodibjo memberikan mobil Jaguar kepada SBY yang saat itu menjabat sebagai presiden, Andi Malarangeng, dan Dino Pati Djalal. Sayangnya dalam proses peradilan hal ini tidak terbukti benar.

Jaksa menuntut Eggi untuk menjalani hukuman penjara 4 bulan dan masa percobaan 8 bulan. Akhirnya hukuman yang dijatuhkan hakim kepada Eggi adalah 3 bulan hukuman penjara dan percobaan selama 6 bulan.

Hampir seluruh kilen Firman Wijaya mendapatkan vonis hukuman lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum. Tentu saja ini membuktikan bahwa Firman Wijaya adalah pengacara yang handal sehingga tidak heran banyak nama tersohor di negeri ini menggunakan jasanya. SM

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Firman Wijaya, Pengacara yang Dipolisikan SBY Lihai Pangkas Tuntutan

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu