Geby Tewas Bunuh Diri, Sosok Anak Yatim Berani Merantau Usia 16 Tahun

Estimasi Baca :

Dok. Gaby Putri korban wanita yang melompat di Apartemen Kalibata City. Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Dok. Gaby Putri korban wanita yang melompat di Apartemen Kalibata City. Foto: Ist/Kriminologi.id
Ana Yulisanti memutuskan merantau ke Jakarta menjadi pemandu karaoke. Mengganti nama menjadi Geby Putri.

Kriminologi.id - Rumah di Kampung Cibitung RT 02/RW 01, Telagaasih, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi hanya ditinggali Lilis seorang diri. Suaminya telah lama wafat. Ana Yulisanti, anak perempuan Lilis satu-satunya tak lagi tinggal di rumah tersebut. 

Selepas menamatkan pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP),  Yuli memutuskan untuk mengadu nasib di Jakarta. Saat itu usianya baru 16 tahun. Ia menjadi pemandu lagu di rumah karaoke dan mengganti namanya menjadi Geby Putri.

Selama berkerja di Jakarta, Geby jarang pulang ke rumah kontrakan ibunya. Hanya satu kali dalam sebulan perempuan berambut panjang yang tubuhnya dipenuhi tato itu datang mengunjungi ibunya yang bekerja sebagai tukang kredit barang-barang rumah tangga dan barang elektronik.

"Pulang cuma 1 bulan sekali, misal sabtu datang kesini, minggu paginya udah balik lagi ke Jakarta," kata Herman saat berbincang dengan Kriminologi.id, Selasa, 24 April 2018 sore.

Geby Putri

Herman adalah tetangga Lilis. Ia mengetahui masa kecil Geby saat masih tinggal bersama ibunya di rumah kontrakan milik Haji Anwar itu.

"Kalau (Geby) kecil cukup kenal lah. Anaknya kurus tinggi, sering main kalau lagi sekolah," tutur Herman. 

Namun Herman tak lagi mengetahui sosok Geby setelah dewasa. Apalagi setelah merantau ke Jakarta, Geby jarang pulang ke rumah masa kecilnya.

Menurut Herman, warga sekitar juga tidak mengetahui betul sosok Geby. Namun Herman beberapa kali mengetahui Geby pulang ke rumah bersama pacarnya.

Hardi, warga Telagaasih lainnya ingat betul sosok pacar Geby yang pernah diajak bertandang ke rumah ibunya. "Pacarnya serem. Tato sampe ke muka-muka. Datang nginep di rumah besoknya juga balik," kata Herdi.

Sama seperti Herman, Herdi juga tidak begitu mengenal sosok Geby yang ia kenal dengan panggilan Yuli saat dewasa. Ia hanya mengingat sosok Yuli saat masih mengenakan seragam sekolah.

Herdi menuturkan, Yuli yang ia tahu terkenal dengan anak yang susah diatur. Menurut Herdi, Yuli pernah dikurung oleh ibunya di rumah karena saking sulitnya diatur. 

Yuli dikenal sering pulang malam. Kalau pulang sekolah, kerap membawa teman pria ke rumah. "Pulang sekolah bawa cowo kadang ngeliat pulang malem sampe ibunya kesel banget. Itu anak dikurung di kamar," katanya.

Menurut Herdi, Yuli sempat mengenyam bangku pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selepas lulus SMP. Namun bangku SMK tak diselesaikannya. Herdi menduga, Yuli salah pergaulan sehingga memilih tak meneruskan sekolah dan memutuskan merantau ke Jakarta.

"Gak tau itu anak kenapa. Apa karena dia salah bergaul. Kalau di lingkungan ini sama keluarga juga baik-baik aja,"katanya.

Apartemen Kalibata City

Geby nekat bunuh diri dengan cara melompat dari unit apartemennya yang berada di lantai 8 Tower Damar Apartemen Kalibata City pada Senin, 23 April 2018. 

Diduga aksi nekat itu dilatari rasa cemburu Geby kepada pacarnya Ramdhani yang memiliki wanita idaman lain.

Usai terjun bebas, Geby masih bernafas. Setelah dibawa ke RS Tria Dipa, nyawanya tak tertolong. Jasadnya telah dimakamkan di kampung halaman ibunya di Malang, Jawa Timur. Polisi masih mendalami kasus kematian Geby. 

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Geby Tewas Bunuh Diri, Sosok Anak Yatim Berani Merantau Usia 16 Tahun

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu