Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar dan Mantan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Antara

Hakim Artidjo dan Jenderal Gatot, Dua Pemberani Pensiun Jadi Peternak

Estimasi Baca:
Minggu, 27 Mei 2018 13:10:01 WIB

Kriminologi.id - Hakim Agung Artidjo Alkostar dan Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan dua sosok pemberani dan jujur dalam menjalankan profesinya. Keduanya ternyata memiliki kesamaan pilihan saat memasuki masa akhir tugasnya alias pensiun, yakni memilih menjadi peternak. 

Hakim Agung Artidjo mengutarakan dirinya akan kembali ke kampung untuk menjadi peternak. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini akan memelihara kambing, ayam bekisar, ikan hias dolar di akuarium. 

"Jadi saya akan pulang kampung mengangon kambing, enggak muluk-muluk lah saya," kata Artidjo sambil tertawa kecil, kepada awak media di ruang media center MA, Jumat, 25 Mei 2018.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengikuti pengambilan brevet kehormatan dari Kopassus.

Hal yang sama diutarakan Jenderal Gatot Nurmantyo yang mengaku dirinya memilih menjadi peternak usai memasuki purnawirawan TNI. Gatot menjelaskan dirinya mempunyai bisnis ayam jenis petelur di daerah Purwakarta, Jawa Barat. 

Pilihan sebagai peternak ini digeluti Jenderal Gatot dengan alasan memiliki pasar yang sangat potensial. Harga telur di pasar, kata Gatot pun relatif stabil dan nyaris tak pernah turun. 

Jenderal Gatot Nurmantyo
Jenderal Gatot Nurmantyo

Hakim Artidjo dan Jenderal Gatot merupakan dua sosok bernyali besar. Hakim Artidjo mendapatkan julukan dari Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Febri Diansyah, sebagai manusia langka di ranah pidana. Keberanian Artidjo menghadapi para penjahat kerah putih atau koruptor kelas kakap sudah tak diragukan lagi. 

Artidjo menjadi pemegang palu sakti dalam menangani kasus Presiden Soeharto hingga Presiden Partai, Luthfi Hasan Ishaaq. Beragam ancaman pembunuhan dan santet pun kerap dihadapi selama 18 tahun menjalani profesi sebagai wakil Tuhan alias pengadil itu. 

Hal yang sama juga tertanam dalam jiwa Jenderal Gatot Nurmantyo. Gatot Nurmantyo terkenal memiliki keberanian luar biasa dalam memegang tugas yang diembannya.

Saking beraninya, Gatot tak ingin menerima penghargaan brevet Kopassus pada tahun 2014, pasukan elite TNI Angkatan Darat secara begitu saja tanpa bertarung. 

Padahal, secara aturan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Gatot berhak menerima brevet kehormatan dari kesatuan Baret Merah dengan mudah.

Akan tetapi, jenderal yang semasa prajuritnya dari kesatuan Baret Hijau alias Infanteri itu memilih berjuang sendiri untuk meraih brevet kehormatan, meski usianya saat itu terbilang tidak muda lagi karena sudah 55 tahun.

Artidjo Alkostar
Hakim Agung Artidjo Alkostar.

Entah kebetulan atau memang ada faktor lainnya, kedua manusia bernyali besar yang disegani lawannya di masing-masing profesinya itu memilih beternak sebagai kegiatan usai memasuki masa pensiunnya.

Hanya hati paling dalam sang Hakim Artidjo dan Jenderal Gatot yang mengetahui alasan kenapa memilih jadi peternak usai menyelesaikan tugas mulia yang diamanahkan oleh negara.

Semoga langkah suci dua pemberani ini bisa memberikan pengaruh positif termasuk mendongkrak pendapatan para peternak, amin.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500