Dok. Shanda Puti. Foto: Ist/Kriminologi.id

Ini Keinginan Shanda Puti Mahasiswi Korban Begal yang Belum Kesampaian

Estimasi Baca:
Minggu, 2 Sep 2018 07:05:42 WIB

Kriminologi.id - Shanda Puti Denata, pergi meninggalkan segudang kesan bagi teman-temannya. Shanda menjadi korban begal di Jalan Pasupati, Bandung, Jawa Barat. Mahasiswi semester akhir ini sempat kritis dan meninggal di RS Borromeus Bandung. 

Ilham, salah seorang partner Shanda dalam siaran di radio swasta lokal di Banjar, Jawa Barat mengatakan ada satu niat mulia Shanda yang belum terlaksana akibat perilaku begal yang merenggut nyawanya. 

Rencana Shanda untuk mengumpulkan teman-teman sesama penyiar radio Gaya FM, di Banjar yang belum kesampaian. Padahal, persiapan menggelar rencana itu sudah dibahas saat pertemuan lebaran Idul Fitri 2017 lalu di Banjar. 

"NIat untuk ngumpul bareng sesama mantan penyiar dan pegawai radio Gaya FM tak kesampaian karena musibah ini," ujar Ilham kepada Kriminologi.id, Sabtu, 1 September 2018.   

Ilham melanjutkan niat Shanda untuk mengumpulkan teman-teman sesama penyiar di radio Banjar itu sudah lama, hanya saja baru bisa dibahas pada tahun lalu saat lebaran kemarin. Sebagian teman-teman sependapat dan berkeinginan untuk kumpul bersama.

Hanya saja, kata Ilham, Tuhan memiliki rencana berbeda terhadap Shanda. "Saat kam merencanakan kumpul bersama, dapat kabar duka ini," ujarnya. 

Terkait keberadaan Shanda yang berstatus mahasiswi STTT Bandung ini Ilham mengaku tidak tahu. Karena Ilham sudah pindah kerja ke Jakarta. Hanya saja, kata Ilham, Shanda pernah tinggal di Bandung saat masih sekolah SMA.   

Bahkan sebenarnya Shanda menamatkan sekolah SMA-nya di Bandung. Saat itu, orang tua memindahkan sekolah Shanda dari Banjar ke Bandung lantaran pergaulan remaja.

Di kota berjuluk Paris Van Java itu, Shanda dititipkan di rumah saudaranya. 

Ilham tidak menyebutkan detail alasan orang tua memindahkan sekolah putrinya itu ke Bandung, Jawa Barat. Hanya saja, ia menyebut kalau orang tua khawatir dengan pergaulan remaja seusia Shanda waktu itu. 

"Orang tuanya khawatir karena pergaulan remaja seusia Shanda saat itu. Bukan tidak mendukung menjadi penyiar di radio," ujar Ilham. 

Ilham buru-buru menjelaskan sepengetahuan dirinya pergaulan remaja yang dilakukan Shanda masih dalam batas wajar. Hanya saja, Ilham mengatakan saat itu orang tua Shanda sempat datang ke studio ternyata sang anak tak masuk kerja. 

"Dia pernah bilangnya mau siaran begitu disusul orang tuanya nggak ada. Ternyata main sama teman-temannya," ujar Ilham. 

Ilham menambahkan dirinya bertemu terakhir dengan Shanda, setahun lalu saat Hari Raya Idul Fitri 2017. Saat itu, dirinya bertemu Shanda yang terlihat sedikit lebih kurus di banding saat masih siaran di Radio.

Dalam pertemuan itu, Ilham mengaku sempat pangling melihat perubahan drastis dalam tubuh teman siarannya itu. Tubuh Shanda waktu itu sedikit berisi tapi tidak gemuk.

"Memang kelihatan lebih kurus sekarang," ujarnya. 

Begitu juga saat ditanya soal pernikahan Shanda, Ilham mengaku gelap soal itu. Apalagi, sejak awal bertemu dirinya selalu berprinsip profesional dalam menjalankan tugas. Kerja sama yang diterapkan sebatas hubungan kerja, yakni partner siaran. 

Di luar itu, kata Ilham, dirinya tak pernah mengusik urusan pribadi yang dianggap sangat sensitif, meskipun ia mengaku hubungannya dekat dengan sang penyiar yang disebut sebagai selebriti lokal itu. 

"Saya malah tahunya dari berita kalau anaknya berusia 3 bulan," ujarnya. 

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500