Ipda dr. Ria, polwan dokter pertama untuk misi perdamaian PBB. Foto: Ist/Kriminologi.id

Ipda Ria, Dokter Polwan Cantik Pertama di Pasukan Perdamaian PBB

Estimasi Baca:
Selasa, 24 Apr 2018 23:05:08 WIB
Dari 23 polwan, terdapat seorang dokter polwan bernama Ipda dokter Ria. Dokter cantik berusia 31 tahun ini sebelumnya berdinas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Barat (Sulbar).

Kriminologi.id - Dari 200 pasukan yang disipakan untuk penugasan misi perdamaian dunia Formed Police Unit (FPU), 23 di antaranya merupakan polisi wanita (polwan).

FPU merupakan unit polisi PBB yang bertugas di daerah misi untuk menjaga perdamaian di negara-negara yang dilanda konflik. FPU beranggotakan personel polisi yang berkemampuan taktis, untuk menghadapi situasi yang tidak bisa ditangani UN Civillian Police 

FPU Indonesia lahir setelah adanya permintaan dari PBB kepada Polri untuk mempersiapkan 140 personel kepolisian untuk ditugaskan di Darfur, Sudan. Permintaan tersebut ditindaklanjuti dengan mengadakan seleksi bagi anggota Polri, terutama personel Brimob dengan difokuskan kepada kemampuan berbahasa asing, dengan tidak mengabaikan kesehatan dan fisik, serta kejiwaan. 

Polwan
Formed Police Unit (FPU), Foto: Tribratanews.polri.go.id

Seleksi tersebut diadakan sejak Februari 2006 di Mako Korps Brimob Kelapa Dua, Depok-Jawa Barat. Akhirnya terbentuklah satu kompi taktis yang berasal dari Brimob, dan 1 tim pendukung yang berasal dari Polisi Umum (kewilayahan) yang keseluruhannya berjumlah 138 personel.

“Ini kontingen FPU pertama dari Indonesia yang menghadirkan polwan bukan sebagai tim pendukung, tapi tim taktis ada, SWAT ada, dokter polwan ada,” kata Karo Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Pol Krishna Murti, seperti dilansir Tribratanews.polri.go.id, Selasa, 24 April 2018.

Dari 23 polwan, terdapat seorang dokter polwan bernama Ipda dokter Ria. Dokter cantik berusia 31 tahun ini sebelumnya berdinas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Barat (Sulbar).

"Motivasi gabung di FPU (Formed Police Unit) karena ingin menjadi pionir. Sebelumnya belum pernah ada dokter perempuan dalam formasi FPU dan ini misi pertama di daerah baru. Senior saya di Biddokes yang mengikuti misi Sudan FPU Unamid semuanya laki-laki,” ujar Ipda Ria.

Ketertarikannya terlibat pasukan FPU sejak tahun 2017, namun saat itu Polri belum melibatkan polwan. Saat mendapatkan kesempatan berangkat untuk misi perdamaian ini, Ipda dr. Ria benar-benar menyiapkan dirinya sebaik mungkin melalui pelatihan mental, spiritual, dan fisik.

"Tactical trainning seperti menembak jelas bukan basic saya, tapi karena kita harus siap dengan segala kemungkinan terburuk, yang awalnya bukan basic kemampuan, sekarang menjadi kebutuhan yang harus dipelajari untuk bisa menjalani misi,” ujar polwan asal Sumatera Selatan ini.

Perempuan kelahiran Palembang yang mahir berbahasa Jerman dan Inggris ini berharap kehadirannya sebagai dokter polwan pertama FPU Polri dapat menginspirasi dokter-dokter polwan lainnya.

"Melalui ini, saya berharap bisa menjadi pembuka jalan bagi polwan-polwan lain, terutama dokter polwan untuk mengasah kemampuan dalam misi-misi FPU selanjutnya," katanya.

KOMENTAR
500/500