Ipda H. Auzar polisi yang tewas saat penyerangan teroris di Mapolda Riau. Foto: Ist/Kriminologi.id

Iptu Auzar Gugur Ditabrak Teroris, Sering Ngantor Naik Sepeda Ontel

Estimasi Baca:
Kamis, 17 Mei 2018 05:05:18 WIB

Kriminologi.id - Ipda Auzar, polisi yang gugur akibat teror bom di Markas Polda Riau mendapat kenaikan pangkat Inspektur Satu Luar Biasa Anumerta. jenazahnya dimakamkan dengan upacara militer di Tempat Pemakaman Umum Mayang Sari, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Rabu, 16 Mei 2018.

Auzar lahir di Tanjung Alam 9 November 1962. Ia meninggalkan seorang istri bernama Erlina, tiga anak dan satu orang cucu. Auzar menjabat Pegawai Administrasi 2 SIM di Subditregident Ditlantas Polda Riau.

Ratusan pelayat nampak hadir di rumah duka, termasuk di antaranya Pelaksana Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim dan Wakapolda Riau Brigjen Pol Permadi. 

Jenazah disalatkan terlebih dulu di Masjid Alhamdulillah sekitar pukul 16.00 WIB sebelum dimakamkan. Upacara pelepasan jenazah dan dilanjutkan dengan upacara secara militer di TPU Mayang Sari. Tembakan salvo dilepaskan sebelum jenazah dikebumikan.

Auzar selama lima tahun terakhir aktif dalam komunitas Laskar Sepeda Tua Pekanbaru. Almarhum adalah sosok yang selalu mendukung moral dan meteri untuk komunitas itu.

"Dia selalu dukung segala sesuatu matetial dan moril dan cinta sama sepeda ontel. Dia tidak malu pake baju dinas polisinya setiap kegiatan, terutama saat Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus dan Hari Pahlawan 10 November. Jadi kami merasa kehilangan," kata Ketua Laskar Sepeda Tua Pekanbaru, Fajar Daulay ketika melayat di rumah duka, Rabu, 16 Mei 2018.

Menurut Fajar, almarhum pada minggu pekan lalu masih sempat naik ontel bersama anggota komunitas itu keliling Kota Pekanbaru.

"Yang saya salut dari beliau adalah, dia sering ke kantor dan kegiatan lainnya pake sepeda ontelnya tua itu," kata Fajar mengenang sosok almarhum.

"Semoga dharma bakti yang ditempuh almarhum bisa jadi suri teladan bagi kita, dan arwahnya diterima di sisi Allah SWT," kata Wakapolda Riau Brigjen Pol Permadi saat memimpin upacara pemakaman.

Sementara itu para tetangga mengenal Auzar yang tewas akibat serangan teror di Mapolda Riau sebagai sosok yang berjiwa sosial tinggi.

"Almarhum adalah tetangga yang luar biasa, jiwa sosialnya tinggi untuk kegiatan masyarakat. Terutama kegiatan di tiga masjid yang ada di sekitar tempat tinggalnya ini," kata Erwin (42), tetangga yang tinggal di depan rumah almarhum.

Sosok korban juga diceritakan Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Rudi Syarifudin. Bahkan, sebelum meninggal ditabrak mobil yang dikendarai terduga teroris, korban baru saja melaksanakan Salat Duha.

"Sebelum kejadian, beliau juga sempat memberikan pengarahan jadwal tausiah dan kegiatan Ramadhan di lingkungan masjid Polda Riau," kata Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Rudi Syarifudin di Pekanbaru.

Rudi mengatakan Auzar yang bergelar Haji itu aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Dia diketahui kerap memberikan tausiah hingga disebut sebagai salah satu ustadz yang disegani di internal polisi maupun masyarakat setempat. 

"Kita semua merasa kehilangan sosok beliau. Bukan hanya polisi tapi juga ulama dan ustadz di sini," kata Rudi.

Rudi juga menyebut almarhum memiliki sebuah pesantren dan yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak kurang beruntung.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500