Dok. Jack Boyd Lapian dan Anies Baswedan. Foto: Kriminologi.id

Jack Lapian Tantang Anies Baswedan, dari Pribumi hingga Tutup Jalan

Estimasi Baca:
Rabu, 7 Mar 2018 06:00:07 WIB

Kriminologi.id - Hubungan baik dengan Anies Baswedan rupanya tak membuat Jack Boyd Lapian menyurutkan langkahnya berperkara dengan Gubernur DKI Jakarta Itu. "Hukum harus ditegakkan," kata Jack.

Ia melaporkan Anies terkait dugaan tindak pidana penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang. Alasan Jack, banyak warga dirugikan oleh kebijakan Anies yang menutup jalan tersebut.

Jack sendiri mengaku dekat dengan Anies sejak menjadi Relawan Jokowi-Jusuf Kalla di Pilpres 2014. Saat perhitungan cepat hasil Pilpres 2014 berlangsung, ia dan Anies berada bersama-sama di kediaman Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarno Putri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca: Alasan Tegas Jack Lapian Tak Mau Mediasi dengan Anies Baswedan

Hubungan Jack dan Anies mulai renggang saat Pilkada DKI Jakarta 2017. Jack mengambil posisi bertentangan dengan Anies karena memutuskan bergabung dalam tim pemenangan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Di tim Ahok-Djarot (Badja) itu, Jack didapuk sebagai Ketua Relawan BTP Network. 

Jack juga terlihat mulai tak sejalan dengan Anies gara-gara pidato Anies saat dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Ahok. Dalam pidatonya itu, Anies menyinggung kata 'Pribumi' yang menyulut reaksi keras warga kebanyakan, termasuk Jack.

Dalam akun Twitternya @JackBoydLapian, ia melampirkan foto bahwa Presiden Joko Widodo telah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada BW Lapian, pada 5 November 2015 silam. Unggahan tersebut bermaksud mengkritik pidato Anies.

Baca: Jack Lapian Pilih Jalur Hukum Ketimbang Mediasi dengan Anies Baswedan

Dengan mengaku sebagai cucu dari Bernard Wilhelm Lapian, seorang Pahlawan Nasional, Jack mengatakan sangat tersinggung dengan pidato Anies tersebut. Lebih-lebih karena ia merupakan keturunan Belanda dari kakeknya, BW Lapian.

"Kebetulan saya keturunan Belanda, jadi kalo dibilang non pribumi, saya pun non pribumi. Terkait dengan bahasa beliau bicara mengenai pribumi yang dulu kalah, sekarang pribumi harus menang. Ini pribumi yang mana, pribumi Arab, Cina atau pribumi yang betul asli Indonesia?," ucap Jack kala itu.

Ujung dari kritik soal pribumi itu, Jack mempolisikan Anies ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan melakukan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Huruf B ke-1 dan 2 dan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Polemik pidato 'Pribumi' Anies kemudian menyurut. Begitu pula laporan Jack di Polda Metro Jaya. Namun, tak lama kemudian Jack kembali membuka perseteruan dengan Anies.

Baca: Pemeriksaan Anies Baswedan Tunggu Sprindik Keluar

Ia muncul dengan melaporkan Anies ke Polda Metro Jaya terkait kebijakan menutup Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang.

Kepada Kriminologi, Jack mengatakan menolak membuka pintu mediasi dengan Anies terkait laporan tindak pidana penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang itu.

Alasan Jack, banyak warga dirugikan oleh kebijakan Anies dengan adanya kebijakan menutup Jalan Jatibaru. Jack mengaku laporannya itu sudah disertai dengan investigasi situasi lalu lintas di ruas Jalan Jatibaru yang ditutup untuk memberi peluang pedagang kaki lima. 

"Kalau didiamkan bisa-bisa gubernur atau walikota yang lain melakukan hal yang sama. Sekali lagi, kita berpatokan pada hukum," kata Jack saat hadir diperiksa penyidik di Polda Metro Jaya, Senin, 5 Maret 2018.

Baca: Soal Pidato Pribumi, Nasib Laporan Jack Boyd Ditentukan Tiga Hari

Jack menegaskan tidak akan membuka pintu mediasi meski mengenal Anies Baswedan secara pribadi. 

Namun, kata Jack, meski suatu saat terbuka diskusi terkait penutupan Jalan Jatibaru dengan Anies, itu bukan berarti laporannya di Polda Metro Jaya dicabut.

"Biar berproses karena kita negara hukum. Kita berpegang pada hukum saja. Kita terbuka diskusi dengan beliau," ujarnya. RZ

KOMENTAR
500/500