Hakim Cepi Iskandar, Foto: Iskandar

Jejak Cepi Iskandar, Pernah Diadukan Hingga Belum Lapor Kekayaan

Estimasi Baca:
Sabtu, 30 Sep 2017 16:05:00 WIB

Kriminologi.id - Cepi Iskandar mengabulkan permohonan praperadilan Setya Novanto melawan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dengan putusan itu, gugur sudah status tersangka yang disandang Setya Novanto dalam kasus korupsi Karta Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). 

Keputusan Cepi itu menuai pro dan kontra. Sebagai hakim senior yang telah bertugas selama lebih dari 20 tahun, Cepi meninggalkan jejak yang tak sedikit.

Berikut penelusuran Kriminologi terhadap sosok Cepi.

Baca: Cepi Iskandar, Sang Pengadil Setnov Lawan KPK

1. Pernah Dilaporkan

Cepi telah bertugas sebagai pengadil lebih dari 20 tahun. Selama itu ia pernah beberapa kali dilaporkan ke Komsisi Yudisial. Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari mengatakan, Cepi pernah dilaporkan saat menjadi hakim di Pengadilan Negeri Purwakarta pada 2014.

Kemudian pada tahun 2015 saat menjadi hakim di Pengadilan Negeri Depok, Cepi juga pernah dilaporkan. Pada tahun 2016, ia juga dilaporkan ke Komisi Yudisial setelah menolak permohonan praperadilan pengusaha Hary Tanoesodibjo.

Namun Aidul menegaskan, dari semua pelaporan itu tak ada satupun yang membuktikan Cepi melakukan pelanggaran kode etik.

2. Bebaskan Tersangka Korupsi

Cepi pernah mengadili perkara korupsi yang merugikan negara hingga Rp 5,1 miliar saat menjadi hakim di Pengadilan Negeri Bandung pada tahun 2007. 

Saat itu Cepi membebaskan terdakwa Joko Sulistyo yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Jawa Barat. Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penggelembungan anggaran seperti dalam dakwaan jaksa.

Baca: Setya Novanto Menang Praperadilan, Status Tersangka Gugur

3. Belum Lapor Kekayaan

Sebagai bagian dari integritas penyelenggara negara, wajib hukumnya bagi Cepi untuk melaporkan harta kekayaan yang dimilikinya. Dari penelusuran Kriminologi di laman Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN), Cepi sudah pernah melaporkan harta kekayaannya sebanyak dua kali, 

Namun terakhir kali ia melaporkan kekayaannya pada tahun 2008 saat masih berdinas di Pengadilan Negeri Bandung.

Total harta kekayaan yang dimiliki Cepi sebanyak Rp 40,1 juta. Setelah hampir 10 tahun, Cepi belum pernah lagi melaporkan harta kekayaannya. RZ

Reporter: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500