Jejak LSM KPK, Geruduk Rumah Sakit hingga Goyang Itik

Estimasi Baca :

Warga geruduk rumah sakit di Tangerang usai tolak pasien sekarat hingga tewas, Foto: Facebook/Kaleng  - Kriminologi.id
Warga geruduk rumah sakit di Tangerang usai tolak pasien sekarat hingga tewas, Foto: Facebook/Kaleng

Kriminologi.id - Selasa pekan lalu, 10 Oktober 2017, belasan lelaki berpakaian serba hitam menuju ruang informasi Rumah Sakit Arya Medika, Jatake, Tangerang. Wajah mereka tak bersahabat, juga mengumbar kemarahan. Beberapa terlihat menggebrak meja pendaftaran.

Tak lama, mereka merengsek ke dalam ruang Instalasi Gawat Darurat yang berada di sisi kanan gedung rumah sakit. Dokter yang sedang berjaga di IGD menjadi sasaran amukan mereka.

Dari video yang beredar, sekelompok orang ini mengaku geram dengan penolakan RS Arya Medika terhadap seorang pasien wanita bernama Murni.

Belakangan, manajemen RS Arya Medika membantah jika pihaknya tak pernah menolak Murni. Bantahan itu diperkuat oleh kolom kementar video yang diunggah akun YouTube Maryuni Style. Sebuah akun bernama Hiroki Minami88 mengaku mengetahui kronologi asli kejadian.

Menurut dia, Murni merupakan pasien rujukan dari RS Hermina Bitung, dengan alasan kamar penuh. Sesaat sampai di Arya Medika, Murni sempat ditolong dokter di IGD. Namun karena peralatan kurang lengkap, Murni yang saat itu sudah tak sadarkan diri pun dirujuk kembali ke RS lain yang peralatannya lebih lengkap.

Baca: Penggerudukan RS Ariya Medika, IDI Bela Tenaga Medis

Keluarga menolak Murni dirujuk dan memutuskan membawa ia dengan mobil pribadi. Tak lama, sekitar pukul 19.10 WIB, pasien beserta keluarga datang kembali ke IGD RS Ariya Medika dengan diantar lembaga swadaya masyarakat yang menyebut dirinya Komunitas Pengawas Korupsi alias KPK.

Tak lama, dokter di IGD menyebut Murni sudah meninggal beberapa saat lalu. Mendengar itu, beberapa dari antara mereka mengeluarkan kata-kata dengan nada keras kepada dokter yang menangani Murni. Bahkan seorang lelaki menyuruh dokter untuk menulis sebuah surat dengan materai.

"Sekarang Anda tulis di kertas pakai materai! Masa menolak pasien yang sudah sekarat. Anda mau saya laporkan ke profesor IDI? Tulis sekarang pakai materai!" kata pria berbaju 'KPK' itu kepada dokter," ujarnya.

Yapan Effendy, anggota LSM KPK mengakui sebagai pihak yang menggeruduk Rumah Sakit Ariya Medika. Yapan menjelaskan, aksi penggerudukan itu bermula dari informasi yang diterima di internal mereka tentang meninggalnya seorang wanita yang ditolak oleh sebuah rumah sakit.

Baca: RS Ariya Medika Digeruduk LSM, IDI akan Mengadu ke KPK

Anehnya, Raesin, kakak almarhumah Murni mengaku tidak mengenal LSM KPK tersebut. Saat ditanya lebih rinci, Raesin menolak untuk menjelaskan.

"Saya tidak tahu, Mas. Yang sudah-sudah, tidak usah dibahas lagi," kata Raesin saat ditemui Kriminologi di kediamannya di Kampung Sempur, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 13 Oktober 2017.

Kasus penggerudukan ke RS Arya Medika ini cukup menyita publik, termasuk Ikatan Dokter Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi. IDI menyoroti bentuk intimidasi LSM KPK kepada tenaga medis RS Arya Medika, sementara,  KPK menyoroti penggunaan nama lembaganya.

"KPK tidak pernah mengangkat maupun menunjuk secara resmi sebuah LSM sebagai perpanjangan tangan KPK," tulis akun twitter resmi KPK @KPK_RI, Jumat, 13 Oktober 2017.

Bahkan dengan nada tegas KPK mengimbau agar warga melaporkan setiap oknum yang mengatasnamakan lembaganya. Juru bicara  KPK, Febri Diyansah menyebut, nama lembaganya dipakai sebagai modus penipuan.

"Modus penipuannya antara lain dengan cara pemalsuan dokumen dan identitas, iming-iming membantu dalam penanganan perkara. Modus lainnya adalah penjualan buku-buku sosialisasi antikorupsi dan mengaku-ngaku sebagai pihak yang ditunjuk sebagai perpanjangan tangan KPK," kata Febri.

Baca: Soal LSM Geruduk Ariya Medika, KPK Tak Pernah Tunjuk LSM Bertugas

Nama LSM KPK sebenarnya tak asing dengan kasus pelaporan di kepolisian. Awal tahun 2016, LSM ini pernah mencuat ke publik ketika melaporkan artis Zaskia Gotik ke Polda Metro Jaya. Meski bervisi-misi mengentaskan korupsi--layaknya KPK yang asli--LSM KPK justru mengangkat masalah dugaan penghinaan Pancasila penyanyi yang terkenal dengan Goyang Itik tersebut.

Mereka melaporkan Zaskia ke polisi karena dianggap telah melanggar Pasal 57 juncto Pasal 68 Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Namun, pada 24 Maret 2016, LSM ini tiba-tiba mencabut laporannya. Mereka juga membantah adanya deal dengan pihak Zaskia yang menjadikan mereka mencabut laporan tersebut. LSM KPK menyebut pihaknya menerima permintaan maaf Zaskia.

Tak lama setelah melaporkan Zazkia, nama LSM KPK kembali menjadi obrolan publik. Pada Selasa, 19 April 2016, LSM KPK mengintimidasi seorang pemuda yang menggunakan pin dengan gambar palu dan arit di dada kanan.

Baca: Geruduk RS Ariya Medika, LSM KPK: Ini Peringatan!

Aksi tersebut terekam dalam video berdurasi 6 menit 6 detik dalam akun Facebook Ketua Umum LSM KPK, Mochammad Firdaus Oiwob  sendiri. Dari video tersebut, para anggota LSM ini langsung turun dari kendaraannya dan menemui pemuda yang mengendarai motor. Mereka meminta pin tersebut dicabut lalu menginterogasinya di jalan umum.

Puncaknya, Firdaus keluar dari mobil dan memarai pemuda itu. Tidak puas, Oiwob menempeleng kepalanya berkali-kali, lalu menjambak rambutnya. Kasus ini mendapat reaksi dan kecaman dari beberapa pihak. MG

 

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Jejak LSM KPK, Geruduk Rumah Sakit hingga Goyang Itik

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu