Aiptu Munir, Anggota Polsek Gamping yang Melumpuhkan pelaku penyerangan di Gereja St. Lidwina Yogyakarta. Foto: Tribratanews

Jelang Pensiun, Aiptu Munir Raih Penghargaan Usai Bekuk Peneror Gereja

Estimasi Baca:
Rabu, 14 Feb 2018 12:43:02 WIB

Kriminologi.id - Aiptu Munir sosok anggota patroli Polsek Gamping, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta mendapat penghargaan atas keberhasilannya melumpuhkan pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, Jambon, Gamping, Sleman. Munir pernah mendapatkan perhargaan serupa pada tahun 2008 saat bertugas di Polres Sukabumi, Jawa Barat dan akan pensiun pada tahun depan.

Munir menembak kaki kanan dan kiri pelaku karena tidak mengindahkan peringatan dan justru berbalik menyerangnya dengan parang. Munir yang merupakan anggota Polsek Gamping, Sleman dibenarkan apabila mengeluarkan tembakan yang mematikan kepada pelaku.

Kapolda DIY Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dhofiri memberikan penghargaan kepada Aiptu Munir. Penghargaan berupa piagam dan pin itu diberikan kepada Munir saat acara apel pagi di Polda DIY, Rabu, 14 Februari 2018, bersama sejumlah anggota kepolisian berprestasi lainnya.

Baca: Serang Gereja Seorang Diri, Suliyono Disebut Lone Wolf

"Ini prestasi yang baik karena dia bisa melumpuhkan korban meski dalam kondisi yang terdesak," kata Dhofiri.

Tiga anggota polisi lainnya yakni Iptu Pujiono, Aiptu Prastyanto Julnaidi, Brigadir Erwin Riza juga mendapatkan penghargaan serupa. Ketiganya dinilai ikut membantu melumpuhkan pelaku.

"Sementara ini berupa pin dan piagam penghargaan dulu, yang lain nanti akan kami upayakan," kata dia.

Menurut Dhofiri, tindakan Munir menjadi contoh anggota lainnya karena melakukan tindakan yang cepat dan terukur dalam kondisi darurat.

Baca: Polisi: Suliyono Nginap 3 Hari di Mushola Sebelum Serang Gereja

"Bisa saja dia mengeluarkan tembakan di bagian yang mematikan karena dalam kondisi terdesak, tetapi Munir berusaha hanya melumpuhkan agar pelaku tetap bisa dimintai keterangan," kata dia.

Munir mengaku sudah terbiasa menangani peristiwa kriminal dengan pelaku bersenjata tajam. Pasalnya, ia telah bertugas di reserse kriminal selama 34 tahun.

"Penangkapan pelaku kejahatan sudah sering, Alhamdulillah sudah tidak grogi lagi," kata dia yang mengaku pernah mendapatkan penghargaan serupa saat bertugas di Polres Sukabumi pada 2008.

Saat peristiwa itu terjadi, Munir mendapat informasi bahwa terjadi penyerangan di gereja tersebut. Munir mendapat informasi itu dari Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian atau SPK Polsek Gamping, sekitar 07.30 WIB, 11 Februari 2018.

Baca: MUI: Penyerang Gereja di Sleman Terprovokasi Isu Viral Media Sosial

Mendapat informasi itu Munir bersama dengan dua rekannya Aiptu Prastyanto dan Brigadir Erwin Riza langsung meluncur ke Gereja St. Lidwina. Gereja yang berjarak 10 kilometer dari Polsek Gamping, ketiga anggota polisi itu hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke lokasi kejadian.

Sesampai di Gereja, Munir bergegas turun dari kendaraan lalu berlari masuk ke dalam Gereja.

“Sesampai di sana, jalanan sudah penuh banyak orang,” katanya.

Sesampai di dalam Gereja, Aiptu Munir melihat ada orang mengayun-ayunkan pedang. Tanpa ragu, Munir mengeluarkan senjata dan melakukan tembakan peringatan.

Baca: Penyerangan Gereja, Pemeriksaan Suliyono Tunggu Kesehatannya Pulih

Dalam keadaan tangan kiri yang terluka, Munir kemudian melepaskan tembakan ke arah kaki kiri pelaku. Tembakan pertama yang diberikan ternyata membuat pelaku kembali mengayunkan senjatanya dan mengenai ujung kaki kiri Aiptu Munir.

Situasi ini direspon Aiptu Munir dengan tembakan kedua yang menyasar kaki kanan pelaku. Meskipun sudah tertembak, pelaku masih mengayunkan senjatanya dan menyerang. Kemudian pelaku ditendang oleh Aiptu Munir lalu diringkus oleh dua rekannya dan dibantu warga yang ada di lokasi.

KOMENTAR
500/500