Wanita yang diamankan pasca terjadi ledakan diduga bom di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kapolda: Terduga Teroris Pasuruan Berkaitan dengan Teror Bom Surabaya

Estimasi Baca:
Jumat, 6 Jul 2018 13:15:27 WIB

Kriminologi.id - Terduga pelaku bom di Pasuruan yakni Ahmad Abdul Robbani alias Abu Ali alias Anwardi masih berkaitan dengan pelaku serangkaian aksi teror bom di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Anwardi merupakan mantan napi kasus teroris yang pernah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.

"Ya masih muter muter di situ saja. Masih berkaitan dengan aksi di seputaran Depok," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin usai menjenguk anak terduga pelaku di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Jumat, 6 Juli 2018.

Machfud mengungkapkan, terduga pelaku merupakan mantan narapidana teroris (napiter). Anwardi dulu sempat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang lantaran menjadi pelaku bom sepeda Kali Malang pada tahun 2010 dan menyelesaikan hukuman pada tahun 2015.

Tiga tahun setelah keluar dari penjara, Anwardi diketahui menikah dengan istrinya kini yaitu seorang janda di Bangil, Pasuruan. Saat ini istrinya telah ditangkap oleh petugas sebelum sempat kabur seperti Anwardi.

"Yang jelas dia bekas napiter, sudah keluar kurang lebih 3 tahun dan menikahi janda Bangil ini. Dari pernikahannya, dia punya satu anak yang jadi korban," tutur jenderal bintang dua ini.

Pelaku menggunakan KTP dengan tiga identitas yang semua palsu. Machfud juga bersyukur, bom tersebut meledak sendiri sebelum diledakkan walaupun berdaya ledak rendah.

"Kita tidak tau yang jelas dia bawa tas hitam ransel ngelemparin masa sudah berkerumun, semacam bondet aja bom ikan. Karena tidak ada isinya apa apa seperti petasan, hanya nakutin saja. Ada empat kali ledakan," ujarnya.

Sejauh ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap Anwardi, juga telah menyebar ciri-ciri alias identitasnya.

Polisi menyebut terduga pemilik bom menggunakan tas ransel dan sepeda motor bebek Astrea. Selain itu, terduga pelaku juga memakai kaos dan ada celana cingkrang.

Berdasarkan penyelidikan polisi, gerak-gerik Anwardi ternyata sudah terpantau warga sejak ia mengontrak rumah di lingkungan tersebut. 

Untuk mengelabui polisi dan warga, ia menggunakan tiga kartu identitas palsu. Kepolisian kemudian menemukan tiga KTP pelaku yakni bernama Ahmad Muslim (38), kelahiran Malang, beralamatkan Desa Telogomas RT 10 RW 07, Kecamatan Lowok Waru, Kabupaten Malang.

Identitas kedua, yang bersangkutan bernama Anwardi (50), kelahiran Jakarta, beralamatkan Desa Karang Tanjung RT 06 RW 07, Kecamatan Serang Banten, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dan identitas ketiga, pelaku mempunyai nama Abdullah (43), kelahiran Lambideng, Desa Dayah Lampoh Awe, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Propinsi Aceh. RZ

KOMENTAR
500/500