Sukmawati Soekarnoputri bacakan puisi. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kasus Sukmawati, Puisi Kontroversi Ibu Indonesia dan Ijazah Palsu

Estimasi Baca:
Rabu, 4 Apr 2018 17:35:07 WIB

Kriminologi.id - Sosok Sukmawati Soekarnoputri saat ini sedang ramai menjadi pembicaraan publik. Puisi yang dibacakan oleh putri presiden pertama Indonesia, Soekarno, itu pada gelaran acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 menuai kontroversi karena menyinggung agama Islam, cadar dan Azan.

Sejumlah pihak kemudian melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke polisi terkait isi puisi berujudul Ibu Indonesia karyanya tersebut. Adik kandung Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri ini juga telah meminta maaf kepada masyarakat. 

Sejauh ini sudah ada dua pihak yang melaporkan Sukmawati terkait dugaan penistaan agama, yakni politisi Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura, Amron Asyhari, dan pengacara Denny Adrian Kushidayat.

Sebelum riuh dengan puisi yang dibacakannya itu, nama Sukmawati Soekarnoputri pernah dihebohkan dengan dugaan pemalsuan dokumen pada tahun 2018 silam.

Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, Sukmawati pernah dilaporkan KPU ke Mabes Polri terkait dugaan pemalsuan dokumen ijazah SMA yang digunakannya dalam berkas pendaftaran bakal calon legislatif (caleg) dari PNI Marhaenisme pada Pemilu 2009.

Di dalam berkas pendaftaran itu, Sukmawati menggunakan ijazah dari SMA 3 Jakarta. Sedangkan, arsip KPU tentang caleg tetap untuk pemilu 2004, ijazah yang dilampirkan Sukmaawati berasal dari sekolah berbeda yakni SMA 22 Jakarta.

Ia pun dijerat dengan UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD. Usai menjalani rangkaian pemeriksaan polisi terkait kasus pemalsuan dokumen ijazah palsu di Bareskrim Mabes Polri, Sukmawati pun ditetapkan sebagai tersangka.

Ancaman pidana penjara maksimal selama 72 bulan pun sudah menantinya sesuai pasal 266 UU Pemilu. Kendati demikian, kasusnya tersebut dihentikan karena dinilai kurang bukti. Komjen Susno Duaji, yang saat itu menjabat Kabareskrim, mengatakan ijazah yang dimiliki Sukmawati hanya berupa fotokopi dan tidak ada legalisir.

Pihak kepolisian berdalih salinan atau fotokopi ijazah yang tidak dilegalisir tidak bisa dijadikan dasar untuk menuduh pemalsuan.

Seperti diketahui Sukmawati Soekarnoputri merupakan anak ke-3 Soekarno dari pernikahannya dengan Fatmawati. Sukmawati lahir di Jakarta, 26 Oktober 1951, dengan nama lengkap Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri.

Adik dari Presiden Megawati Soekarnoputri itu ternyata juga dikenal aktif dalam dunia politik. Pada tahun 1998, ia mendirikan dan menghidupkan kembali Partai Nasional Indonesia dengan nama PNI Soepeni. Kemudian nama partai diubah menjadi PNI Marhaenisme pada tahun 2002, dan Sukmawati ditunjuk sebagai ketua umum.

 MSA
KOMENTAR
500/500