Screenshoot video aksi Aiptu Sundoro menyelamatkan pencuri yang hendak di bakar, Video: Istimewa

Kenalkan Aiptu Sundoro, Penyelamat Begal yang Nyaris Dibakar

Estimasi Baca:
Selasa, 12 Sep 2017 07:40:14 WIB

Kriminologi.id - Video saat seorang anggota kepolisian yang memanggul begal sepeda motor di Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 10 September 2017, sempat menjadi viral. Warga jagat maya dan dunia nyata sempat bertanya-tanya, siapa gerangan polisi tersebut?

Dia adalah Sundoro, anggota Provos Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu). Kepada Kriminologi, Sundoro menceritakan keputusannya untuk memanggul tersangka pencuri motor itu.

Baca: Video: Aksi Aiptu Sundoro Selamatkan Begal dari Amuk Massa

Bagi sebagian orang, aksi Sundoro dianggap heroik lantaran waktu itu massa yang berkelimun di lokasi kejadian diliputi geram bercampur marah. Bahkan, demikian menurut Sundoro, sebagian pentonton ingin membakar pelaku.

"Warga sudah berkumpul semua, bahkan sudah ada yang membawa bensin dalam botol, langsung saya bilang sama warga, ‘Tolong jangan bertindak semaunya’," kata Sundoro saat ditemui di kebun miliknya di Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin, 11 September 2017.

Baca Juga: Persekusi dan Menurunnya Tingkat Kepercayaan Pada Polisi

Sundoro tak berpikir panjang. Dia harus mengambil keputusan cepat, membawa sang begal ke kantornya, yang bisa ditempuh sepuluh menitan dari lokasi. Sialnya tak ada satu pun dari penonton kejadian yang telanjur kesal itu mau membantu Sundoro.

Dan, demikianlah aksi heroik itu bermula. "Saya angkat-angkat dulu, beratnya sekitar 60 kilogram. Saya angkat ke bahu, saya pikul untuk saya amankan. Alasan saya memanggul dia, untuk mengamankan dia dari amukan warga," kata bapak dari dua anak itu.

***

Nama Sundoro bukan kali ini dikenal masyarakat. Sepanjang akhir 2016, sejumlah media nasional sempat membahas tentang kegemaran berkebunnya yang tak biasa. Pria 43 tahun itu memanfaatkan bahan peledak sebagai pupuk.

Kasus teror bom yang marak selama 2016, menurut Sundoro, menjadi inspirasi baginya untuk berinovasi. Pengetahuan soal bahan peledak muncul saat pria yang sudah 25 tahun bertugas sebagai polisi itu menjadi anggota Anti Teror Bom Kepolisian Daerah Metro Jaya pada 2000.

Baca Juga: Polisi Ungkap Temuan Mayat Sejoli Terbungkus Selimut

Dia membuat ratusan ton pupuk organik dengan bahan baku dasar yang digunakan lazim untuk merakit bom. Sebut saja di antaranya belerang atau sulfur, asam nitrat, asam nitrat (HNO3), asam fosfat, besin (zinc), dan urea.

Sundoro mengklaim harga pupuk berbahan baku peledak hasil temuannya itu jauh lebih murah. Hasilnya tak kalah ciamik dengan pupuk yang dijual bebas di pasaran. Bahkan dia menyebut lima botol pupuk milik dapat memberikan nutrisi untuk 200 hektar lahan pertanian.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Usut Kematian Bayi Debora

Harga pupuk dari bahan bom ini, kata di, lebih murah Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per hektare. Sementara untuk membeli pupuk kimia murni yang di jual di pasaran, petani dan pekebun bisa merogoh biaya hingga Rp 3 juta per hektare.

Di sela kesibukan sebagai polisi, Sundoro mencoba bertanam sayur-mayur level rumah tangga dengan memanfaatkan lahan terbatas di teras rumahnya. ‘Side job’ itu pun berbuah manis. Sundoro bisa menambah pundi perekonomian keluarganya. BC

Reporter: Rahmat Kurnia
KOMENTAR
500/500