Kisah Sofyan Tsauri Kehilangan Job Ceramah Usai Video Habib Rizieq

Estimasi Baca :

Dok. Sofyan Tsauri, mantan narapidana teroris. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Dok. Sofyan Tsauri, mantan narapidana teroris. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Mantan narapidana kasus terorisme Sofyan Tsauri mengaku kehilangan pekerjaan menjadi penceramah. Hal itu dialaminya setelah namanya menjadi bahan perbincangan akibat tuduhan yang dilontarkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang menuduhnya menyebarkan terorisme melalui sebuah video yang viral di dunia maya.

"Akibat ceramah Rizieq saya merasa dirugikan. Banyak masjid yang sudah kontrak dengan saya mendadak dibatalkan. Bahkan di grup-grup whatsapp saya dikeluarkan," ujar Saofyan dalam diskusi yang digelar di Cikini, Jakarta, Senin 21 Mei 2018.

Rizieq sebelumnya mengatakan jika Sofyan saat menjadi anggota kepolisian pernah tergabung dalam satuan Brigadir Mobil (Brimob).  Sofyan juga disebut menyebarkan faham teroris saat masih aktif sebagai anggota kepolisian.

Pernyataan tersebut diucapkan pria yang kini sedang berada di Arab Saudi itu dalam sebuah video berdurasi 5 menit 35 detik yang tengah viral di dunia maya.

"Saya bukan anggota Brimob tapi Sabara. Saya dituduh lahirkan memproduksi terorisme memang saya terpapar juga," kata Sofyan meluruskan tudingan Rizieq. 

Sofyan berharap jika pentolan FPI itu mau melayangkan permintaan maaf kepadanya. Jika Rizieq tak mau meminta maaf dalam waktu sepekan, pria yang pernah ditahan selama 6 tahun karena kasus terorisme itu akan melaporkan Rizieq ke pihak kepolisian.

Mabes Polri pun angkat bicara soal kabar miring terhadap sosok Sofyan. Kadiv Humas Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan Sofyan tidak pernah bertugas sebagai anggota Brimob selama menjadi anggota kepolisian. 

"Dia tidak pernah bertugas di Brimob. Ia hanya bertugas di satuan Sabara dan Binmas di Polres Depok," kata Setyo.

Menurut Setyo, nama asli Sofyan Tsauri adalah Muhammad Sofyan Tsauri. Ia masuk di anggota Polri Bintara lulus SPM di Lido Jawa Barat tahun 1998.

Perjalanan Sofyan Tsauri di jaringan radikal bermula saat dirinya dikirim oleh Polresta Depok  ke Aceh dalam rangka Operasi Perintis pada 2002. Pada saat di Aceh itulah, ia bertemu dengan tersangka kasus terorisme Aman Abudrahman.

"Saudara Sofyan Tsauri tergabung dalam jaringan Alqaida Asia Tenggara yang berperan sebagai pemasok senjata teroris di Aceh. Pada rentang waktu 2006 ke 2007 dia kerap membaca buku Aman Abdurrahman," lanjut Setyo.

Sofyan pun diberhentikan dari kepolisian pada tahun 2009 dengan status Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Sofyan sempat menjadi buronan polisi dan berhasil lolos dari pengejaran di Aceh. Namun pelariannya sebagai buronan berakhir setelah ditangkap oleh tim Densus 88 di Bekasi pada 6 Maret 2010.

Sofyan divonis bersalah oleh pengadilan dan harus menjalami masa hukuman penjara selama 10 tahun di LP Cipinang. Namun dia hanya menjalani 6 tahun karena mendapat remisi.

"Keluar dari LP Cipinang tanggal 21 Oktober 2015,"  jelas Setyo.

Setyo juga menegaskan jika Sofyan tidak pernah melatih dan menyebarkan bibit radikal saat masi aktif menjadi anggota kepolisian.

"Justru dia desersi dipecat dari kepolisian karena terpengaruhi pemikiran radikal terorisme," tutupnya. RZ DM

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Kisah Sofyan Tsauri Kehilangan Job Ceramah Usai Video Habib Rizieq

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu