Komisaris Sriyanto saat melaksanakan tugas, Foto: Istimewa

Kisah Sriyanto Dkk, Pengungkap Kasus Satu Pikap Ganja di Senayan

Estimasi Baca:
Selasa, 10 Okt 2017 19:16:24 WIB

Kriminologi.id - Misteri pemilik ganja 252 kilogram yang tertangkap di Senayan, Jakarta, terungkap sudah. Pemilik ganja yang disamarkan dalam keranjang jeruk itu narapidana narkoba di dua lembaga pemasyarakatan. Petugas Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya membekuk tiga napi dari Lapas Kelas 2A Banceuy dan Lapas Narkotika Jelekong.

Tiga narapidana yang ditangkap petugas, yakni Dadan Sunardi alias Dados, Ahmad Suryadi alias Amad, dan Dede Supriyatna alias Kebo. Terbongkarnya kasus tersebut bermula ketika Dados dan Amad dibekuk petugas di Lapas Banceuy, Bandung. Kedua napi pun buka suara. Dede kemudian terciduk menyusul kedua rekannya di Lapas Jelekong, Bandung.

Baca: Dalang Kasus Ganja Satu Pikap di Senayan Masih Teka-teki

Pengungkapan kasus ganja di Senayan, sejatinya tak lepas dari peran empat petugas Patroli Jalan Raya dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Keempatnya ketika itu mencurigai kendaraan pikap bermuatan ganja yang diselundupkan dalam keranjang jeruk di Jalan Gatot Subroto arah Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 25 September 2017.

 

Komisaris Sriyanto tengah mengatur arus lalu lintas yang memadat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin sore, 25 September 2017. Kendaraan merayap perlahan. Sepertinya tak ada yang janggal hari itu. Sriyanto, Kepala Unit II Patroli Pengawal Ditlantas Polda Metro Jaya dan ketiga anak buahnya bakal melewati rutinitas seperti hari lainnya.

 

Semuanya kemudian berubah selepas Isya sekitar 19.40. Mata Sriyanto tertumbuk pada mobil pikap bernomor polisi B 9450 ZAD. Dia menghentikan laju pikap di sekitar Senayan lantaran melanggar aturan ganjil-genap yang berlaku hari itu. Saat diberhentikan, ada mobil Daihatsu Xenia bewarna hitam yang juga ikut berhenti di belakang mobil pikap.

 

Baca: Ganja Satu Pikap di Senayan Disamarkan Keranjang Jeruk

 

“Namun, mata dan konsentrasi Saya berfokus pada pikap yang diselubungi terpal biru tersebut. Saat diberhentikan kami langsung cek surat-surat kendaraan dan pengecekan muatannya. Kami melihat beberapa keranjang isi jeruk tapi tercium bau busuk," ucap Sriyanto saat ditemui Kriminologi di Polda Metro Jaya, Rabu siang, 4 Oktober 2017.

 

Dugaan Sriyanto benar, jeruk yang dibawa oleh sopir pikap bernama Agus busuk semuanya. Kecurigaan Sriyano semakin kuat, ia bersama anggotanya mencoba mencari tahu mengapa sopir ini membawa jeruk yang sudah busuk. Apalagi, Sriyanto menjelaskan, 90 persen jeruk yang dibawa sopir mobil pikap tersebut ialah jeruk busuk.

 

Baca: Polisi Tangkap Satu Pikap Penuh Ganja di Senayan

 

Sriyanto kembali mengobok-obok keranjang isi jeruk tersebut. Saat dibongkar, Sriyanto melihat kantong plastik bening yang berisi kotak-kotak berawarna cokelat. Saat dibuka dia pun terperanjat. Isi kotak tersebut ternyata berisi ganja kering siap edar. Ganja tersebut, Sriyanto mengenang, diletakkan persis di tengah tumpukan jeruk dalam keranjang.

 

 

Sopir mobil pikap membawa 12 keranjang jeruk. Sriyanto memeriksa semua keranjang jeruk tersebut. Setiap keranjang jeruk itu ternyata diselipkan ganja. Menurut Sriyanto, satu keranjang isinya ada yang enam bal, ada yang tujug bal, ada yang delapan bal, semuanya 125 bal. Total berat ganjanya mencapai sekitar 252 kilogram.

 

Menemukan paket ganja dalam keranjang jeruk busuk, Sriyanto sempat menoleh ke belakang. Jangan-jangan tiga orang yang berada di Xenia adalah pemilik ganja tersebut. Begitu Sriyanto membatin. Namun, alih-alih bertanya, ketiga penumpang Xenia sudah kabur. Tinggallah mobil itu yang kosong melompong.

 

Baca: Napi Pemilik 252 Kg Ganja Keranjang Jeruk Diciduk dari Lapas Bandung

 

Insting kepolisiannya pun bergerak. Sriyanto menggali informasi awal dengan menginterogasi Agus, sang sopir. Kepada Sriyanto, sopir tersebut mengaku tidak tahu jika barang yang dia bawa adalah ganja. Dengan muka datar, sopir itu  menyebut dirinya hanya disuruh mengantarkan jeruk dari Pasar Tanah Tinggi, Tangerang ke Karawang, Jawa Barat.

 

"Saat kami temukan ganja, kami laporan ke Traffic Management Center Polda Metro Jaya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, dan melaporkan juga kepada Kepala Satuan. Setelah itu kami bongkar, benar isi pikap adalah ganja, terpalnya kami tutup kembali dan mobilnya lantas kami bawa ke Direktorat Narkoba," ujar Sriyanto.

 

Baca: Kurir: Rp 1 Juta Untuk 1 Bal Ganja

 

Selama 18 tahun berdinas menjadi polisi lalu lintas, baru kali ini ia  mengagalkan pengiriman ganja sebegitu banyak. Berkat Sriyanto dan tiga anggotanya, ganja 252 kilogram gagal diedarkan. Tanpa menyebutkan jenisnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra memberikan Sriyanto dan tiga anggotanya piagam penghargaan.

 

 

 

Namun, di sisi lain Sriyanto sedikit merasa khawatir teror yang dilakukan oleh bandar atau pelaku yang berhasil melarikan diri saat penangkapan ganja tersebut. Meski begitu, sebagai polisi, Sriyanto tidak gentar.

 

Baca: Angkut 80 Kg Ganja dari Aceh, Sopir Truk Disergap di Medan

 

"Kami perlu waspada dalam artian kami polisi semua itu yang dinas termasuk saya anggotanya termasuk waspada, senapan saja selalu siap, siap waspada terus," kata Sriyanto sembari menutup obrolan Kriminologi.

 

Belakangan diketahui Agus dilepaskan lantaran dianggap tidak bersalah. Namun tiga tersangka lainnya kini meringkuk di jeruji besi.

KOMENTAR
500/500