Kisah Keluarga Ledixsion Nainggolan korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba. Foto: Ist/Kriminologi.id

Korban KM Sinar Bangun, Nainggolan Sosok Montir yang Aktif di Sosial

Estimasi Baca:
Kamis, 21 Jun 2018 13:27:12 WIB

Kriminologi.id - Ledixon Nainggolan (51) beserta istrinya Lilis Betty (49) dan ketiga anakanya menjadi korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. Di lingkungan tempat tinggalnya, Lexidon dikenal sebagai sosok montir khusus mobil metromini yang aktif di kegiatan sosial.

Keluarga Lexidon tinggal di sebuah rumah berukuran sedang berwarna orange di Jalan H Ahyar, Duren Sawit, Jakarta Timur. Di rumah tersebut selain Ledixon, dan istrinya, tinggal pula tiga anaknya yakni Bungaran Nainggolan (22), Nicholas Nainggolan (18), Astrid Nainggola (17). Keluarga tersebut tinggal di kawasan itu sejak 2002.

Menurut warga sekitar, Ledixon bekerja sebagai montir khusus mobil metromini, sedangkan istrinya Betty bekerja sebagai pedagang baju. 

Kedua anaknya Nicholas dan Astrid masih duduk di bangku SMA, sedangkan Bungaran sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas.

Di mata para tetangga, satu keluarga yang menjadi korban karamnya KM Sinar Bangun dikenal sebagai  sosok yang baik dan dituakan di keluarga besar Nainggolan (KBN).

Menurut Evy Pardede (55) yang tinggal bersebelahan dengan  keluarga Ledixon. Bahkan kata Evy keluarga Ledixon merupakan keluarga yang aktif di lingkungan.

"Sekeluarga baik, sering ikut kegiatan sosial di lingkungan, dia (Ledixon) juga di tuakan istilahnya di lingkungan sini, sedih dengar kabar seperti ini," kata Evy kepada Kriminologi.id, Kamis, 21 Juni 2018 di rumah duka.

Tidak hanya aktif di lingkungan sekitar, Ledixon juga sangat aktif di kegiatan gereja dan kegiatan di keluarga besar Nainggolan.

"Iya di dalam kegiatan itu juga dia dituakan, aktif juga di keluarga besar Nainggolan," katanya.

"Semoga cepat ketemu satu keluarga ini, semoga kebaikan untuk keluarga Bang Ledixon," kata Evy menambahkan.

Insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun terjadi Senin, 18 Juni 2018 pukul 17.15 WIB. Kapal diduga tenggelam karena faktor cuaca ekstrem dan kelebihan muatan di lokasi Danau Toba dan juga karena over kapasitas.

Hingga kini Komisi Nasional Keselamatan Transpotari (KNKT), Polisi Air, TNI dan Basarnas diterjunkan untuk melakukan pendataan dan pencarian terhadap para korban. Dari kejadian itu terdapat 21 orang yang berhasil selamat. AS

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500