Kusno, Hakim Praperadilan Setnov. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kusno, Hakim Praperadilan Setya Novanto Pernah Tolak Gugatan John Key

Estimasi Baca:
Rabu, 22 Nov 2017 10:35:06 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menugaskan Kusno sebagai pengadil sidang praperadilan untuk tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto. Sidang perdana praperadilan tersebut akan digelar pada 30 November 2017.

Penunjukkan Kusno sebagai hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut bukan tanpa pertimbangan. Humas PN Jaksel, Made Sutrisna mengatakan penunjukkan Kusno didasari atas latar belakang dan jam terbangnya dalam menangani kasus-kasus di pengadilan.

Baca: Fredrich Yunadi: Doakan Setnov Menang Lagi

Dikutip dari situs pn-jakartaselatan.go.id, Rabu 22 Novemebr 2017, Kusno saat ini menjadi orang nomor dua di PN Jaksel. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua PN Jaksel sejak 19 Juli 2017 dengan pangkat Pembina Utama Madya golongan IV/d.

Rekam jejak Kusno yang telah 26 tahun menjadi hakim pernah dilalui menjadi Ketua PN Pontianak sebelum hijrah ke PN Jaksel. Di PN Jaksel adalah penugasan keduanya, jauh sebelumnya, Kusno yang telah bergelar Magister Hukum pernah menjadi hakim anggota PN Jaksel.

Berbagai kasus besar yang menyorot perhatian publik pernah ditangani Kusno. Pada tahun 2010, Kusno menjadi hakim praperadilan kasus mafia pajak dengan pemohon Haposan Hutagalung. Saat itu ia menolak permohonan Haposan.

Pada 2012, Kusno kembali menjadi hakim tunggal praperadilan John Kei yang mengajukan praperadilan terkait kasus pembunuhan yang menjeratnya menjadi tersangka. Dalam sidang ini, Kusno menolak gugatan John Key.

Terkini adalah tugas Kusno menjadi hakim gugatan praperadilan dalam kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter Agusta Westland 101 yang diajukan oleh Direktur PT Diratama Jaya Mandiri (DJM), Irfan Kurnia Saleh yang menjadi tersangka dalam kasus itu.

Dalam sidang putusan yang dibacakan pada 10 November 2017, Kusno menolak seluruh materi permohonan Irfan. 

Baca: Setya Novanto Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan

Sidang perdana praperadilan Setnov jilid II akan digelar pada 30 November mendatang. Permohonan praperadilan tersebut didaftarkan pada 15 November lalu oleh kuasa hukumnya Fredrich Yunadi dengan Nomor Registrasi 133/Pid.Pra/2017/2017/PN JKT.SEL. Materi praperadilan yang didaftarkan Fredrich kali ini masih sama, yaitu menyatakan penetapan tersangka Setnov tidak sah.

"Doakan saja menang lagi," harap Fredrich.

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah mengaku optimistis lembaganya menang di praperadilan kali ini. KPK sebelumnya kalah melawan Setya Novanto. Hakim tunggal PN Jaksel Cepi Iskandar membatalkan status tersangka Setya Novanto dan memerintahkan KPK menghentikan penyelidikan kasus e-KTP terkait Setya Novanto.

"Kami akan berusaha memperbaiki kesalahan yang lalu dengan melihat poin lainnya yang sempat dipatahkan hakim. Semoga hasilnya lebih baik dari kemarin," ujar Febri di KPK. RZ

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500